Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Ketika Macan Merajuk


__ADS_3

" Bagus yah Abang! Bukannya pulang kerumah dulu malah belok-belok segala " Axel menjewer telinga Langit dikala sang anak baru saja memasuki pintu depan rumahnya.


" Aahh....Ampun mami, sakit telinga Abang!" Ujar Langit sambil meringis dan memegangi daun telinga nya.


" Gak ada ampun buat Abang, bertahun-tahun mami nungguin Abang pulang kok ini malah keluyuran! " Axel menarik daun telinga Langit hingga membuat anak lelakinya itu ikut terduduk ketika dirinya pun menduduki kursi sofa.


" Pih...Liat deh anaknya! Bukannya pulang kerumah malah keluyuran "


Galaxy hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aksi macan betina nya.


" Pih...bantuin Abang dong, malah diem aja sih " Pinta Langit.


" Udah terima aja, abis Abang juga sih yang salah bukannya langsung pulang tadi " Kekeh Galaxy.


" Abis Abang kangen sama Queen pih " Kilah Langit.


" Ooohhh...Jadi kangen sama Queen terus lupa sama mami gitu?!"


" Aaahhh....Mami! Lepasin dulu dong telinga Abang, ntar luka loh " Pinta Langit.


Axel pun melepaskan tangannya dari daun telinga sang anak, lalu melipat kedua tangannya serta memutar tubuhnya hingga membelakangi Langit.


" Mami... Masa abangnya di musuhin sih, emangnya mami gak kangen sama anak mami yang ganteng level dewa ini?" Bujuk Langit.


" Engga, mami kesel sama Abang " Axel melirik sekilas sang anak dengan sudut matanya.


" Jiaaahh....Ntar wajah cantik mami keriput loh kalo ngambekan gitu...Maafin Abang yah mami sayang " Langit mendudukkan dirinya dihadapan sang mami, lalu menatap nya dan memainkan alis matanya.


" Gak...Mami masih marah sama Abang !" Axel memajukan bibirnya


" Dih... Ntar papi kepengen loh kalo bibir mami dimajuin gitu " Ujar Galaxy.


" Apaan sih papi! Papi diem aja deh!"


" Nah kan semuanya jadi kena, gara-gara Abang nih " Galaxy menepuk pundak sang anak


" Mami....! " Duo kembar menghampiri sang mami dengan banyak bingkisan ditangan mereka, lalu duo menantu kembarnya mengekor dari arah belakangnya.


" Nih...Abang Langit bawa oleh-oleh banyaaaak banget buat mami " Laluna meletakkan bungkusan ditangannya keatas meja.


" Kalian darimana aja??" Tanya Axel ketus.


" Sorry mam, jalanan macet jadi kita rada ketahan bentar di lampu merah " Jawab Laluna,lalu gadis itu menciumi pipi sang mami.


Melihat banyaknya bungkusan, Axel sedikit melunak apalagi begitu melihat kedatangan Queen.


Queen memang memilih untuk ikut bersama dengan si kembar, sementara Langit mengendarai sepeda motor milik Queen agar dia bisa tiba lebih cepat ke rumahnya.

__ADS_1


" Ini apa aja emang isinya ?" Mulai melepaskan tautan tangannya.


" Nih mam, ini kalung buat mami...Ini emas murni 24 karat loh " Ujar Langit, lalu memakaikan kalung itu dileher sang mami.


" Abang khusus beliin ini buat mami " Lanjutnya.


" Waaahh...Cantik banget mami Axel " Puji Queen.


" Piihh...Kaca pih! Ambilin kaca, mami pengen liat " Pinta Axel sambil menunjuk-nunjuk kearah kamar.


" Iya mami sayang..." Galaxy pun meluncur dengan kecepatan cahaya mengambil kaca cermin yang biasa digunakan sang istri untuk merias dirinya.


" Cantik..." Axel menyentuh kalung yang dia lihat melalui pantulan cermin.


" Nah kalo ini baju kaftan yang biasa dipakai wanita disana untuk pergi ke pesta mih " Langit lalu mengangkat baju yang dia raih dari dalam salah satu tas kertas yang berada diatas meja.


" Mami pasti cantik banget kalo pake ini " Lanjutnya sambil mendekatkan baju itu ke tubuh maminya.


" Ayo cobain mih..." Pinta Galaxy


" Papi diem disitu jangan ikut-ikut mami ke kamar!" Titah Axel kepada sang suami ketika Galaxy akan mengikuti dirinya masuk kedalam kamar.


" Yaah mami, kan papi pengen liat "


" Engga!" Pekik Axel dari kejauhan.


" Eeehhh...Yang itu buat Queen " Langit mengambil sebuah kotak yang sudah berada ditangan Laluna, lalu mengambilnya dan memberikannya kepada sang gadis.


" Buka nya ntar dirumah aja sayang " Pinta Langit, yang dijawab oleh senyuman manis Queen.


" Buat kita mana?" Tanya Nakula dan Sadewa hampir bersamaan.


" Dih ngapain gue beliin kalian berdua oleh-oleh? Kalo mau kalian tinggal pergi kesana sendiri..."


" Auk ahh...Punya calon Abang ipar pelitnya gak ketulungan!" Nakula memutar bola matanya.


" Naaahhh....Ini kayaknya buat kak Nakula satu, buat aku satu " Ujar Aurora saat dia membuka salah satu kotak berisi liontin couple berbentuk kotak persegi memanjang dengan batu permata berwarna hijau berbeda ukuran.


" Ini juga kayaknya buat kak Dewa satu buat aku satu " Laluna mengeluarkan dua buah liontin berbentuk sama dengan liontin yang ada ditangan Aurora hanya berbeda warna. Warna liontin yang ada ditangannya berwarna merah delima.


" Gue tarik lagi kata-kata gue yah Abang sayang " Goda Nakula sambil memainkan alis matanya.


" Buat papi mana?" Galaxy mendekati anak-anaknya.


" Ini buat papi " Langit memberikan sebuah kotak berisikan jam tangan merk Rolex kepada sang papi.


" Waaahh...Keren ini!"Galaxy langsung memakainya di pergelangan tangan kanannya.

__ADS_1


" Gimana penampilan mami?" Axel memutar tubuhnya ke kanan lalu ke kiri.


" Cantik banget mih" Ucap Langit.


" Mami udah gak marah lagi kan sama Abang ?" Langit menggoda sang mami


" Masih lah...Ntar mami lanjutin marahnya, sekarang istirahat dulu " Ucapnya enteng


" Mana lagi oleh-oleh buat mami?" Pintanya sambil mengulurkan telapak tangannya kehadapan sang anak.


" Ra..Coba itu satu dus yang disana kasih buat mami " Pinta Langit kepada Aurora, karena dus yang dia maksud berada didekat adiknya itu.


" Apa ini?" Axel mengerutkan keningnya saat Aurora menaruh dus berukuran sedang itu dihadapan sang mami.


" Sini papi bukain "


Bola mata Axel membulat saat sang suami telah berhasil membuka lakban yang menutupi bagian atas dus tersebut dengan gunting, ternyata didalamnya ada dua botol parfum, beberapa jenis celak mata, beberapa jenis minyak zaitun, buah zaitun kalengan, kismis, buah kurma dan masih banyak lagi.


" Yakin masih marah??" Langit memainkan alis matanya.


" Dasar, anak sama bapak sama-sama perayu ulung " Axel menarik sang anak kesayangan kedalam pelukannya.


" Mami! Kok mami berani-beraninya selingkuh dihadapan papi?!" Galaxy melipat kedua tangannya dan memajukan bibirnya.


" Ya Tuhan !" Nakula dan Sadewa memijat keningnya saat melihat kelakuan unik calon papa mertuanya.


" Iya dong...Mami gitu loh " Axel menyandarkan kepalanya didada bidang sang anak yang sekarang ini tingginya bahkan sudah melebihi sang ayah.


" Mami! Papi sakit hati nih...Patah hati nih " Galaxy mengelus dadanya.


" Iihhh...Papi nih, papi kan udah kenyang tiap hari sama mami... Sekarang giliran Abang dong manjain mami " Mengeratkan pelukannya pada sang ibu yang sudah hampir satu tahun ini ditinggalnya.


" Papi cemburu...Huh! "


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


See you all tomorrow 😘

__ADS_1


__ADS_2