
Semenjak Aurora dan Laluna menerima cinta Nakula dan Sadewa, kedua pria kembar itu telah merubah panggilan nya kepada kedua gadis itu.
Nakula memanggil sayang Aurora dengan sebutan Bee, dan Sadewa memanggil sayang Laluna dengan sebutan Boo.
So sweet banget sih?? Dasar bucin!
Boo...Aku jemput kamu nanti malam yah- Nakula
Bee...Nanti malam aku jemput - Sadewa
Ting!
Ting!
Notifikasi chat masuk melalui layar handphone Aurora dan Laluna
" Ra...kak Kula jemput Lo ntar malem kan?" Kepala Laluna menyembul dibalik pintu kamar Aurora.
" Iya, kak Dewa jemput Lo juga?" Aurora menengok ke arah sumber suara.
" Iya...Dia ngasih tau gak mau pergi kemana ntar? "
" Gak tuh ..Kejutan kali "
Laluna memutuskan untuk memasuki kamar saudari kembarnya, dia ingin tahu baju apa yang akan mereka pakai untuk acara nanti malam.
" Jeans sama t-shirt aja kali yah...biar simpel gitu " Aurora menimang
" Iihhh...masa gitu lagi, yang beda dikit napa Ra.."
" Babydoll? "
" Terlalu cewek ah... Risih gue "
" Rok overall bahan jeans gimana? Pake kaus lengan pendek sama sepatu cats kan oke tuh "
" Oke lah...Itu kayaknya lebih bagus Ra "
" Tapi gimana kalo ntar diajakin dinner ke tempat romantis? masa pake baju begituan?" Aurora tiba-tiba ragu dengan keputusan nya tadi.
" Apa dong....???"
Setelah lama berpikir, mereka tiba-tiba mengingat seseorang. Seseorang yang selalu tampil modis dan cantik meski tetap tomboy.
" Queen!!" Pekik mereka bersamaan.
Setelah menerima kuliah singkat dari sang kakak ipar tercinta melalui sambungan video call, mereka pun memutuskan untuk memakai dress hitam selutut karena ternyata Nakula dan Sadewa akan mengajak mereka untuk menghadiri acara resmi. Langit dan Queen pun akan ikut menghadiri acara tersebut.
" Ya ampun... cantik-cantik banget anak-anak mami " Axel menciumi kedua anak gadisnya.
" Siapa dulu dong papinya " Galaxy memeluk ketiga gadis cantik miliknya itu.
" Tuh Nakula sama Sadewa udah nungguin di depan.."
__ADS_1
" Bang Langit uda berangkat mih?" Aurora
" Iya sayang, dia harus menjemput Queen dulu "
.
" Maaf nunggu lama kak " Aurora membuyarkan lamunan Nakula dan Sadewa. Mereka terlihat asik dengan pikirannya masing-masing saat kedua gadis itu menghampiri mereka di ruang tamu.
" Bee ...Kamu cantik banget " Tanpa Nakula sadari kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut nya.
Sementara Sadewa melangkahkan kakinya menuju ke arah Laluna tanpa mengedipkan matanya.
" My boo..." Bisiknya.
" Ekhemmm!!" Suara Galaxy otomatis langsung menyadarkan mereka.
" Eh om...hehe " Nakula dan Sadewa menggaruk kepalanya.
Seperti biasa setiap mereka akan mengajak para gadis pujaan hatinya, mereka harus dengan sabar menerima wejangan-wejangan dari sang Jenderal yang tetap bucin meski usianya sudah separuh baya.
" Piihh ..!!" Axel memanggil sang suami dari dalam kamarnya yang tidak juga mengakhiri pidato nya didepan anak-anak mereka.
" Iya sayang...!" Tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan, sang jenderal langsung melesat menghampiri sumber suara
" Byuuhh...." Nakula dan Sadewa mengibaskan rambut depannya, Aurora dan Laluna tergelak melihat tingkah mereka.
Kali ini Nakula dan Sadewa menjemput Aurora dan Laluna dengan mobilnya masing-masing, tidak seperti biasanya yang hanya menggunakan satu mobil saya. Biar romantis katanya.
Ketiga gadis cantik itu sama-sama memakai dress pencil hitam selutut hanya beda bentuk leher dan lengannya saja.
" Aaaahhhh....!!" Ketiga gadis cantik itu saling menyapa dengan cara mereka yang khas.
Sementara para lelaki tetap dengan sikap cool abis nya saling menyapa, bersalaman dan berpelukan.
" Kak Kula sama kak Dewa ganteng!" Bisik Queen
" Iiissshhh...bang Langit lebih keren tau!" Aurora membela sang Abang kesayangan.
Memasuki ruangan acara ketiga pasangan muda itu langsung menjadi pusat perhatian, para wanita merasa iri dan cemburu dengan keserasian mereka sementara para pria mengagumi kecantikan tiga dara yang berada disamping tiga orang pemuda melangkah anggun melewati mereka.
Ketiga pemuda itu langsung mengeratkan genggaman tangannya ketika menyadari bahwa gadis-gadis yang ada disampingnya menjadi pusat perhatian para pria disana.
" Farah... bukannya itu Nakula?" Salah seorang gadis menghampiri temannya yang berdiri mematung melihat kedatangan ketiga pasang kekasih tersebut.
" Siapa gadis yang datang bareng sama dia?" Lanjutnya.
" Bukan siapa-siapa!" Farah menjauhi temannya itu, dia mencari-cari beberapa orang yang tengah dia tunggu.
" Far....Farah! Sini..!" Seorang gadis bak model melambaikan tangan kepada nya, dibelakangnya sudah ada dua orang pria yang dia kenal juga.
" Kok baru dateng sih Bel? Gue udah nungguin dari tadi " Farah memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Bella sahabatnya.
" Maafkan menunggu lama sayang, aku harus menjemput mereka diparkiran " Bobby kekasih Farah meraih pinggang rampingnya.
__ADS_1
Siapakah mereka?????
Farah dan Bella adalah dua gadis yang pernah mengejar cinta Nakula dan Sadewa. Semenjak mereka duduk di bangku SMP, mereka telah mengagumi kedua pria kembar itu.
Tetapi sayangnya mereka harus menelan kekecewaan karena Nakula dan Sadewa begitu sulit untuk mereka dekati, dua pria itu seperti tidak pernah menyukai wanita.
Mereka memang baik dimata semua orang, ramah, suka menolong dan peduli terhadap teman-teman nya. Tetapi untuk urusan cinta mereka sangat sulit untuk diraih.
Hingga pada usia SMA, mereka berdua memberanikan diri untuk menembak kedua pria kembar itu pada saat prom nite. Tapi lagi-lagi mereka harus menelan pil pahit karena mereka menolak nya secara langsung.
" Maaf Far, aku sudah punya pacar "
Itu jawaban yang keluar dari mulut Nakula, tak berbeda jauh dengan Bella, dia pun mendapatkan jawaban yang sama dari Nakula.
Usaha mereka tidak berhenti sampai disitu saja. Dikarenakan Nakula dan Sadewa tidak pernah membawa kekasih mereka, maka mereka berasumsi jika perkataan kedua pria itu bohong.
Maka ketika menginjak bangku kuliah semester pertama, mereka kembali mencoba untuk mendekati keduanya.
Itukah pacar-pacar Nakula dan Sadewa? cuman gadis biasa ... Cih!
" Bel...Lo liat kan?" Farah melihat Bella yang sedang mencuri pandang ke arah Aurora dan Laluna.
" Iya Far, gue liat.."
" Eh Far, mereka lagi ke toilet kayaknya " Bisik Bella
" Kita samperin " Farah menarik tangan Bella, mereka bergegas mengikuti arah kedua gadis incarannya.
Bugh!
" Eh maaf kak " Aurora menganggukkan kepalanya saat dua orang gadis menyenggol lengan nya ketika dia dan Laluna keluar dari toilet wanita.
" Kalo jalan pake mata!" Ujar gadis itu. Dia mendelik tajam kearah Aurora dan Laluna, sementara gadis yang disampingnya menarik salah satu sudut bibirnya.
" Yeh...." Laluna sudah akan membela saudarinya tetapi ditahan oleh Aurora.
" Ssstt....Udah na, gak sengaja ini "
" Ayok.." Aurora menarik tangan Laluna untuk menjauhi dua wanita itu.
" Jangan cari keributan disini " Lanjutnya sambil tetap menarik tangan Laluna.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
__ADS_1