
Merasa dirinya terbebas dari ancaman Doni, Isti dengan leluasa bisa meneruskan aktivitas rahasianya bersama dengan Robert. Hanya kali ini dia terpaksa harus merogoh kocek untuk transportasi online karena sang suami belum juga memberikan sopir baru untuknya.
Jika dulu Doni bisa menemani nya saat suaminya sedang bertugas, lain halnya dengan sersan Andri yang hanya bertugas untuk mengawal suaminya saja.
Pagi ini Isti telah membuat janji untuk bertemu dengan Robert ditempat biasa, wanita ini telah mendandani dirinya dengan begitu cantik bahkan lebih cantik dibandingkan saat pergi mendampingi sang suami.
Kesempatan saat suamiku dinas luar kota -Isti
Pelayan rumah sudah tidak asing lagi dengan tingkah aneh majikannya, mereka hanya bisa menutup mata dan mulut mereka jika mereka masih ingin bekerja dirumah itu.
Tak lama sebuah mobil sedan berwarna silver terparkir dihalaman depan rumahnya, Kali ini pilihan wanita itu terletak pada sebuah moda angkutan taksi online terbaru. Sang sopir menyapanya saat Isti keluar dari pintu rumah dan membukakan pintu mobil untuknya lalu menutup pintu mobil itu setelah yakin penumpang nya telah duduk dengan nyaman didalam sana.
" Sesuai aplikasi nyonya ?" Tanya sang sopir ramah, sesaat setelah dia membawa mobilnya keluar dari pintu gerbang besar rumah itu.
" Iya pak..Dan tolong agak cepat sedikit, saya sudah ditunggu " Jawabannya sambil tetap asik dengan ponselnya.
" Baik nyonya "
Sejam kemudian Isti telah tiba di lokasi, dirinya disambut hangat oleh sang pujaan hati.
" Maaf membuatmu lama menunggu " Ucapnya setelah dia berhambur kedalam pelukan pria blasteran itu.
Mereka terlihat seperti sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta. ( Inget umur woooiiiiii - Othor )
" Gak apa-apa Isti sayang, aku dengan senang hati menunggu kedatangan mu disini " Gombal Robert.
Robert pun menggandeng tangan Isti memasuki sebuah villa tempat biasa mereka memadu kasih bersama selama Ini.
.
.
" Apa anda yakin anda siap dengan ini pak ?"
" Iya...Saya siap!" Pria itu menghela nafasnya berat.
Dadanya bergemuruh, tangannya mengepal erat dan deru nafasnya terdengar dengan jelas ditelinga Antoni.
Antoni dan Permadhi telah mempersiapkan semuanya untuk memergoki Isti saat sedang bersama dengan Robert, bahkan tugas Permadhi keluar kota hanya sebagai kedok belaka.
__ADS_1
Tiga hari Antoni memerintahkan anak buahnya untuk mengintai Robert dan Isti di tempat yang berbeda, tiga hari itu pula laki-laki itu melaporkan aktivitas rahasia mereka dibelakang Permadhi.
Benar apa yang dikatakan oleh Galaxy, Isti sudah dibutakan oleh na***u. Apa yang kurang dari hidup wanita itu? Secara harta Permadhi sangat menjamin kesejahteraan keluarganya bahkan lebih. Secara status, status wanita itu bahkan lebih terhormat karena jabatan Permadhi saat ini.
Lamunan Permadhi buyar saat alat menyadap yang dipasang sebelumnya oleh anak buahnya yang menyamar sebagai seorang teknisi mengeluarkan suara.
" Apa kamu sudah melakukan apa yang aku minta sayang?"
" Hhmmm...Udah " Jawabnya mesra.
" Gadis pintar...Sesuai dengan langkah-langkah yang aku ajarkan ?"
" Iya Robert sayang... Cerewet banget sih kamu " Isti terkekeh.
Rupanya setelah Isti memberitahu keberangkatan sang suami untuk berdinas keluar kota selama seminggu penuh, dia meminta Isti untuk mengkopi aplikasi yang telah lama dia incar dari ponsel milik Permadhi. Robert mengajari wanita itu langkah demi langkah bagaimana caranya mengkopi sebuah file dari dalam handphone dan memindahkannya kedalam handphone milik Isti.
Sayang bagi mereka, aplikasi yang telah dicuri oleh Isti hanyalah sebuah aplikasi dummy yang telah diunduh oleh Nakula sebelumnya kedalam ponsel milik sang jendral.
" Anda tidak perlu mendengar nya pak " Pinta Antoni, saat netranya menangkap gerakan tubuh pria yang ada disampingnya.
" Saya harus tau Antoni, saya harus mendengarkan mereka agar saya punya alasan untuk tidak pernah menerima kembali wanita itu... Demi anak-anak kami " Ucapnya lirih.
Bukan untuk anda pak, tapi untuk melindungi aset negara -Antoni
" Bergerak sekarang Antoni " Titah Permadhi tanpa ada keraguan sedikitpun.
Bagaimana tidak, pembicaraan mereka telah menyimpang sangat jauh kearah yang lebih intim hingga membuat telinga semua orang yang mendengarnya terasa sakit.
" Siap pak! " Jawabnya tanggap.
Antoni pun memerintahkan anak buahnya untuk mulai bergerak, dua orang dari mereka bergerak ke arah pintu belakang dan bersiap disana. Dua orang lagi berjalan mengendap mengarah ke pintu depan dari samping villa tersebut dan bersiap, menunggu perintah lanjutan dari atasannya. Sementara satu orang wanita berpakaian petugas villa berjalan mendekati pintu masuk dan mulai mengetuk pintu itu setelah diberikan aba-aba.
" Siapa?" Suara seorang pria mendekati pintu.
" Room service pak " Jawabannya
" Letakkan saja makanannya disitu " Pintanya saat pelayan wanita itu memasuki ruangan sambil membawa satu nampan berisi makanan ringan dan satu poci teh panas. Robert hanya mengenakan kimono mandi saat dia membukakan pintu itu.
" Tolong tutup lagi pintunya saat keluar yah mba " Lanjutnya tanpa melihat kearah pelayan itu dan berjalan kembali memasuki kamar.
__ADS_1
Tanpa dia sadari dua orang petugas sudah memasuki ruangan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, lalu memberikan isyarat kepada pelayan wanita tadi untuk menjatuhkan salah satu pajangan.
Prang!
Trash!
Satu guci pajangan yang terletak di salah satu sudut ruangan pecah saat wanita itu dengan sengaja menariknya hingga terjatuh ke lantai.
" Ada apa ini?!!" Teriak Isti.
Wanita itu keluar dari kamarnya dengan masih mengenakan lingerie yang ditutupi oleh kimono tipis berbahan sutra, diikuti oleh Robert yang hanya mengenakan celana boxer.
" Papa....!!" Pekik Isti. Wanita itu membelalakkan matanya saat mengetahui siapa yang berjalan memasuki ruangan dan menghampiri nya. Sementara Robert langsung mengangkat kedua tangannya saat dua orang petugas berpakaian serba hitam menodongkan senjata api kepadanya.
" Selamat tinggal Isti, saya akan pastikan kita tidak akan pernah bertemu kembali..." Permadhi menghela nafasnya. Hatinya semakin membeku setelah dia menyaksikan sendiri perilaku serong istri yang dulu begitu dia sayangi dan lindungi.
" Dan lupakan soal anak-anak, aku pun menjamin bahwa mereka tidak akan pernah lagi bertemu dengan ibunya " Lanjutnya.
" Tahan dia!" Titahnya kepada dua orang petugas yang sedang menodongkan senjata api kepada pria blasteran yang berdiri mematung dibelakang mantan istrinya.
" Cabut ijin usaha orang ini Toni dan pastikan dia tidak mempunyai akses kemanapun!" Lanjutnya.
Sementara untuk Isti, Permadhi memutuskan untuk membiarkan wanita yang sudah mulai menangisi perbuatannya sendiri didalam ruangan itu hingga petugas lapas wanita yang akan menjemputnya nanti.
" Anda baik-baik saja pak?"
" Saya baik-baik saja Toni, saya hanya perlu beristirahat untuk beberapa waktu "
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
__ADS_1