Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Pulang


__ADS_3

Tring!


Pemberitahuan pesan singkat masuk melalui gawai milik Indra dan Boril secara hampir bersamaan, mereka masih dalam perjalanan kembali ke rumah mereka masing-masing. Indra mengantarkan Boril terlebih dulu kerumahnya sebelum dia pun kembali ke kediamannya.


" Yes! Udah masuk Ndra....Mayan buat jajan " Boril memasukan kembali handphone miliknya kedalam tas kecilnya.


" Lo liat gak sih Ril cewek itu tadi ?"


" Yang mana? Yang baek apa yang gedekin? "


" Yang gedekin lah, gue kayak pernah liat cewek itu dimana gitu..." Indra mencoba mengingat kembali.


" Tadi juga cewek yang baek nya ada sebut nama cowok gitu... Bobby kalo gue gak salah denger "


" Tapi kan nama Bobby banyak Ndra " Lanjutnya.


" Moga-moga bukan cewek yang pernah gue liat sih, masa iya si Kula temenan sama cewek model gitu "


" Sejak kapan Nakula dan Sadewa punya temen cewek? Kalo Lo kan gak keitung cewek yah Ndra " Boril tergelak


" Sialan lo! Tapi iya juga sih...Selain adik kembarnya si Langit yang bener-bener deket sama mereka berdua "


" Palingan cewek yang tadi yang kepedean, sayang juga yah buang duit segitu banyak cuma buat dia " Lanjut Indra. Gadis ini tahu benar bagaimana sikap kedua sahabat kembarnya, mereka memang terkenal sangat sulit di dekati oleh para wanita.


" Ya elah kayak gak tau aja duit mereka udah kagak ada nomor seri nya, kagak keliatan aja " Kekeh Boril.


Sampai di halaman rumah Boril, Indra tidak langsung pergi meninggalkan Boril, dia menepikan mobilnya sejenak. Indra ingin membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh Nakula.


" Thanks La "


Tak disangka pesan singkat nya langsung dibaca dan dibalas oleh Nakula.


" Most welcome Ndra, sorry udah gangguin Lo malem-malem "


Indra tidak membalas pesan singkat dari sahabatnya itu, dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu menghidupkan kembali mesin mobilnya dan berlalu dari halaman rumah Boril menuju rumahnya.


Kembali ke Farah dan Bella.


" Gue langsung pulang yah Far "


Jujur Bella masih kecewa dengan sikap Farah terhadap teman-teman Nakula tadi, selama ini gadis ini hanya mengira jika sikap Farah yang terkadang berlebihan itu hanya karena dia adalah gadis yang manja. Tetapi malam ini menurut nya sudah keterlaluan.


" Yaaah Bell, Lo gak bakal nemenin gue clubing?"


" Besok gue kerja pagi Far, next time ya..."


Sampai didepan jalan menuju rumah Bella, Farah menghentikan laju kendaraan nya. Meski dia sedikit kecewa namun dia tidak bisa memaksa Bella kali ini.


" Bye cyin...Take care ya, jangan ngebut-ngebut " Pesan Bella kepada sahabatnya itu.


Tanpa memperdulikan perkataan Bella, Farah langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Hadeh dia itu..." Gumamnya.


" Apa gue cari tau aja sekalian dimana Nakula dan Sadewa tinggal... Selama ini gue gak pernah tahu dimana rumah mereka " batin Farah.


Sejak sebulan setelah kejadian itu Farah benar-benar tidak bisa menghubungi Nakula bahkan Sadewa, gadis ini benar-benar sangat frustasi dibuatnya.


" Gila! Gue di blokir sama mereka! Brengsek Nakula!!"


Sementara itu ditempat yang berbeda.


" Boo....!!! Welcome home sweety " Nakula merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan gadis pujaannya, begitu pula dengan Sadewa terhadap Laluna.


Aurora dan Laluna berhambur kedalam pelukan kekasihnya masing-masing, setelah mereka berdua puas berada didalam pelukan mami dan papinya.


Lucu memang meski mereka tahu jika gadis pujaan hatinya adalah wanita tangguh yang bahkan mungkin jauh lebih tangguh dari mereka berdua, tetapi dimata mereka Aurora dan Laluna tetaplah gadis yang lucu dan menggemaskan. Mereka begitu senang memanjakan gadis mereka masing-masing dan tetap memperlakukan mereka sama seperti dulu.


" God! i miss you so much Bee..." Pelukan Sadewa begitu erat, pria jangkung ini sudah sangat merindukan kehadiran gadisnya.


" Kamu kurusan sayang..."


" Kak Dewa tambah gede badannya, keren ka !"


" Kamu suka ?" Sadewa mengurai pelukannya.


" Iya...aku suka " Laluna mengembangkan senyumannya.


Aurora dan Laluna sudah menuntaskan masa pendidikannya di Mako KOWAD, mereka kembali ke ibukota sementara sambil menunggu penugasan pertama mereka.


.


.


Pesan singkat dari Nakula telah dibaca oleh Aurora.


" Oke ka..." Secepat kilat gadis itu membalas pesan singkat kekasih nya.


Pesan yang sama diterima oleh Laluna, Sadewa pun akan menjemput nya siang ini untuk acara makan siang bersama.


" Gimana tempat nya? Kamu suka Bee?" Sesaat setelah sampai ditempat makan siang mereka.


" Aku suka kak, tempat nya asik..."


Meski berada di lantai atas sebuah gedung, restoran itu mengusung tema perkampungan tradisional salah satu daerah. Makanan dan minuman yang mereka sajikan pun sesuai dengan tema tempat tersebut.


" Aku mau ini kak " Aurora menunjuk beberapa jenis menu makanan dan minuman dari daftar menu makanan yang ada di depannya.


" Oke mas, sementara itu aja dulu " Nakula menutup kembali buku menu yang ada ditangannya setelah pelayan memastikan kembali semua pesanan.


" Baik kak, ditunggu pesanannya " Ucapnya sopan.


" Ternyata kalian disini " Farah sengaja melewati meja yang di tempati oleh dua pasang anak kembar setibanya dia ditempat itu.

__ADS_1


Farah sebenarnya tidak sengaja menemukan keberadaan mereka, siang ini kebetulan dia ada janji dengan manajer restoran itu yang kebetulan adalah salah satu rekan bisnisnya.


" Ya kak? Ada masalah apa ?" Nakula menatap jengah kearah Farah yang tiba-tiba saja muncul dan merusak mood makan siangnya.


" Aku hanya ingin berterimakasih atas bantuan mu malam itu Kula..." Farah mulai mendekati Nakula, dia sengaja terlihat akrab dengan pria itu.


" Kak Farah sudah memberitahu lewat pesan singkat kan ?"


" Iya...Tapi rasanya belum cukup kalo engga ngucapin sendiri " Farah tersenyum nakal.


Faham dengan ketidaksukaan yang terlihat sangat jelas pada diri kekasih nya, Aurora melancarkan aksinya.


" Owh jadi yang malam itu gangguin kita kak Farah toh sayang ..?"


" Iya Boo... Maafin kakak yah..." Sandiwara ini disambut baik oleh Nakula. Laki-laki itu meraih tangan Aurora dan menciumnya.


" Untung ada Indra sama Boril yang mau gantiin kakak " Lanjutnya.


" Kalian...!" Pekik Farah


" Kenapa kak Farah? Maaf yah malam itu kami sedang ada acara dengan keluarga besar kami jadi kekasih ku gak bisa dateng buat nolongin kakak " Ucapnya enteng


Farah kesal, dia menghentakkan kakinya lalu meninggalkan meja yang mereka tempati. Sekilas pikiran nya sangat kotor ketika Aurora mengatakan bahwa dia sedang bersama dengan Nakula, dia sempat berpikir jika mereka sedang melakukan hubungan intim malam itu.


" Fiuuhhhh..!! Thanks Boo...Kamu memang the best!" Nakula memeluk Boo-nya


" Eeehhh...Ini gak gratis, kakak utang penjelasan sama aku "


" Tenang sayang ..Kakak akan dengan senang hati menceritakan kejadian malam itu, iya kan Wa ?"


Dewa yang sedang asik berbincang dengan Laluna menoleh kearah saudara kembarnya.


" Pasti..." Kekeh Sadewa.


" Plus..." Ucap Aurora. Seketika Nakula mengerutkan keningnya.


" Kok ada plus nya Boo?"


" Kakak kena hukuman!" Aurora menatap tajam mata Nakula, begitu pula Laluna terhadap Sadewa.


" Owh noo...!!!." Ucap Nakula dan Sadewa bersamaan


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2