Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Sebuah Kesuksesan Besar ( Enemy POV )


__ADS_3

Kericuhan aksi demo para mahasiswa mewarnai suasana pagi ini didepan gedung dewan perwakilan raykat. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok dan menyebar di beberapa titik disepanjang jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, salah satunya terjadi di depan gedung sebuah hotel mewah disana. Para mahasiswa serta masyarakat menuntut turunnya harga-harga pangan, mereka pun menuntut keadilan untuk para pelaku tindak pidana korupsi agar mendapatkan hukuman berat karena telah merugikan negara dan mereka menuntut kesejahteraan bagi tenaga pendidik di negeri mereka tercinta ini, dan yang paling utama yang mereka suarakan adalah keadilan bagi para korban kerusuhan yang banyak dari mereka adalah tokoh-tokoh hak asasi manusia serta para mahasiswa yang berani menyuarakan bobroknya sistem pemerintahan negara yang hingga kini belum juga terkuak siapa yang telah bertanggung jawab penuh atas kerusuhan-kerusuhan tersebut.


Aksi yang asalnya damai pun berakhir dengan kericuhan, setelah terpicu oleh kemarahan sebagian masyarakat yang terpicu oleh aksi dorong mendorong antara mereka dan pihak keamanan yang berusaha memadamkan api dari hasil pembakaran ban yang dilakukan oleh oknum peserta demo. Entah siapa yang telah membakar ban tersebut dan melempar benda yang telah terbakar itu ke depan gedung, yang pasti keadaan menjadi tidak lagi kondusif dan kericuhan pun tak lagi terelakkan.


Untungnya tim gabungan TNI POLRI telah berhasil melerai dan mengamankan situasi dibantu oleh tim pemadam kebakaran yang telah siap siaga disana, hingga jatuhnya korban pun bisa terhindarkan.


Sementara itu didalam gedung sebuah hotel ternama disana, tepatnya didalam sebuah ruangan pertemuan, sebuah perhelatan besar tengah terjadi. Delegasi perwakilan negara serta perwakilan pengusaha-pengusaha besar tengah membicarakan tentang krisis politik yang sekarang ini tengah memanas dibeberapa negara, tetapi yang mereka bicarakan bukan bagaimana menangani krisis tersebut melainkan hal yang membuat banyak orang menggelengkan kepalanya. Apalagi yang mereka bicarakan selain keuntungan yang akan mereka dapat dari krisis-krisis yang sedang berlangsung saat ini, membagongkan bukan?


"Tuan pimpinan, ide anda sangat brilian! tapi apa untungnya bagi kami jika kami mendanai aksi-aksi demo yang anda maksud tadi?" Salah seorang pengusaha minyak asal timur tengah bertanya setelah sang pimpinan menyampaikan ide propaganda gila yang akan dia luncurkan tidak lama lagi.


"Kau dan perusahaanmu itu bisa membeli minyak mentah dari kami dengan harga murah" Jawabnya dengan santai.


"Sepertinya itu tidak akan menutup keseluruhan biaya produksi tuan, tapi aku punya satu ide bagus untuk anda dan saya yakin itu akan sangat menguntungkan anda" Tak kalah licik, pria paruh baya dengan pakaian khasnya ini mengutarakan maksud tersembunyinya.


"Apa itu?" Tanya pria berambut putih itu, mulai tertarik tetapi tetap dengan sikap arogannya.


"Kami minta satu titik dilepas pantai diperbatasan Philipina untuk kami buat satu kilang minyak, anda akan menerima hasil bersihnya saja tanpa harus memikirkan banyak hal...bagaimana?" Dengan penuh keyakinan pria timur tengah itu mengutarakan penawaran terbaiknya.

__ADS_1


"Akan aku pikirkan" Jawabnya seperti enggan. Tetapi sebenarnya penawaran tersebut telah membuatnya begitu tergiur, bagaimana tidak! dirinya hanya akan menerima uang hasil bersih dari produksi kilang minyak tersebut tanpa harus memikirkan nasib karyawan, pajak dan lain sebagainya.


Tak mau kalah, delegasi yang lainnya pun berlomba-lomba mengajukan penawaran-penawaran gila demi kepentingan dan keuntungan pribadi mereka semata, dan itu semua hanya demi urusan perut dan bawah perut! Bahkan saat mereka masuk keliang lahat tak satupun dari harta kekayaan berlimpah yang telah mereka perjuangkan dengan menghalalkan segala cara itu akan dibawa atau menyelamatkan mereka dari siksa.


Apa mereka pikir malaikat maut itu bisa di sogok dengan emas ber ton-ton atau uang dengan jumlah tak terhingga? Atau mungkin mereka pikir mereka bisa mendapatkan tempat yang nyaman disana karena mereka punya "relasi" di dimensi sana? Gila memang jika menyangkut urusan dunia.


Situasi didalam ruangan yang cukup kondusif tak luput dari perhatian Fateh, sorot matanya tertuju pada setiap tenaga pengamanan yang tersebar disana baik anggotanya sendiri maupun anggota dari peserta kongres. Setiap kali dia melihat seseorang dia langsung mencari tahu identitas orang tersebut melalui alat pendeteksi otomatis di ponselnya. Sejauh ini aman, semua orang yang dia cari tahu telah terdaftar di daftar anggota yang telah tersimpan di dalam data yang dia terima sebulan sebelumnya dari para delegasi.


.


.


Fateh hanya tersenyum penuh arti sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena disepanjang jalan aksi demo masih saja berlangsung meski hari sudah menjelang sore. Tidak ada yang menyadari jika mobil sedan Camry berwarna hitam itu didalamnya merupakan salah satu orang penting di negeri ini, andai mereka tahu mungkin keduanya bahkan tidak akan pernah bisa memasuki gedung tadi karena sudah pasti akan dihadang massa.


"Apa kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui Fateh?!" Pria berambut putih dengan hidung mancung dan bibir tipis itu mulai merasakan hal yang tak biasa setelah menyadari diamnya sang ajudan.


"Semua sudah tertangani pak, sebaiknya kita kembali...Ada hal yang harus saya sampaikan" Fateh berusaha untuk menyimpan terlebih dahulu hasil temuannya, karena jika dia sampaikan saat ini juga itu akan memicu amarah pimpinan yang terkenal tak segan membunuh orang tanpa berpikir terlebih dulu itu.

__ADS_1


Fateh tidak mau gegabah untuk urusan yang satu ini, karena orang yang akan dia hadapi nanti bukanlah orang sembarangan yang selama ini berhasil dia habisi. Dia bahkan tidak mengetahui siapa orang besar dibelakangnya, yang dia tahu orang yang dia curigai adalah orang yang telah terlatih secara khusus. Dan yang paling membuatnya penasaran adalah apakah orang ini masih bertugas atau memang desersi.


Sang ajudan tidak mau mengambil keputusan terburu-buru, dia sedang menunggu informasi lebih dalam mengenai orang ini dari rekannya yang bekerja pada salah seorang pengusaha besar negeri ini.


"Apapun itu, aku harus tetap meghabisinya" Benak Fatir


"Oke Fatir, kali ini aku tidak akan memaksamu... Pastikan saja apa yang akan kau sampaikan padaku itu benar-benar hal penting!" Ucapnya lalu menghembuskan napas nya kasar.


Salah satu hal yang dia benci adalah menunggu sesuatu yang tidak jelas seperti ini, tetapi dia tahu jika sang ajudan memutuskan untuk membicarakan hal yang begitu penting, pria bertubuh atletis itu tidak akan menjawab pertanyaannya seserius itu.


"Jangan berani-berani membuang waktu berharga ku! " lanjutnya.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading everyone...


Lop lop sekebon singkong


__ADS_2