
Setelah mengalami perdebatan hebat dengan dua pemuda kembar yang kerap kali membuat Langit kesal, akhirnya dia menyetujui ide gila Nakula dan Sadewa untuk menempatkan Queen diudara dengan pesawat canggih buatan perusahaan ayah mereka. Itupun jika saja Queen tak angkat bicara dan memberikan ancaman maut tidak akan mau menikah dengan Langit setelah misi selesai, Langit tidak akan pernah mengijinkan Queen untuk ikut andil dalam misi ini.
"Percaya ma gua Ngit! Cewek lo itu gak semanis yang lo pikir" Ucap Nakula lalu terkekeh setelahnya.
Langit yakin calon adik ipar yang sudah sebulan ini sulit untuk ditemui ini pasti mengetahui hal yang tidak diketauinya. Diriya sempat curiga jangan-jangan kedua pemuda aneh bin ajaib itu sedang ada masalah dengan kedua adik kembarnya, pasalnya Aurora dan Laluna selalu menghindar saat Langit membicarakan atau menanyakan kabar pacar-pacar mereka itu. Dan Langit semakin yakin ketika memerhatikan ke empat orang tersebut selama pertemuan rahasia berlangsung tempo hari.
Biasanya kedua pasang kembar yang sudah bukan remaja lagi itu selalu duduk berdekatan, tetapi malam itu mereka duduk bersebrangan, bak musuh berhadapan dengan musuhnya. Tetapi Langit paham jika dirinya tidak bisa ikut campur dalam urusan percintaan mereka, apalagi menyampuradukan urusan pekerjaan dengan percintaan. Itu haram hukumnya bagi dirinya.
Akan tetapi Langit berjanji akan selalu melindungi kedua adik kembarnya tersebut dari ancaman bahaya, termasuk dari kedua sahabat kembarnya itu. Dia pasti akan melakukan tindakan jika Nakula dan Sadewa berani menyakiti hati Aurora dan Laluna.
"Red Phoenix in position" Terdengar suara Queen melalui alat interkom, gadis cantik itu belum lama mengudara menggunakan pesawat jet berteknologi canggih melalui landasan udara kecil tak jauh dari ibukota bersama dengan dua pesawat lainnya.
"Black hawk team in position, ready to execute" Kali ini suara dari salah satu paman kembarnya yang terdengar, dia dan timnya telah menyebar di titik-titik utama yang berbeda.
Anggota tim misi petir telah menempati posisinya masing-masing, Queen dan timnya mengintai dari udara, kedua paman kembar beserta tim sniper telah menempati posisinya masing-masing, Aurora dan Laluna berserta timnya membaur bersama dengan mahasiswa dan masyarakat yang tengah melakukan aksi demo damai, sementara Jo telah menempati posisi yang khusus bersama dengan Langit. Jangan lupakan Nakula dan Sadewa serta Arjuna dan kedua Jendral Galaxy dan Anthoni, meski mereka tidak berada dilapangan tetapi posisi yang mereka tempati memiliki berpengaruh yang besar untuk keberhasilan misi. Mereka berada di pusat komando rahasia, memerhatikan titik-titik merah serta lokasi yang ada dilayar besar dihadapan mereka, serta memberikan arahan melalui saluran komunikasi yang juga rahasia.
Satu saja titik merah tersebut padam, maka sudah dipastikan pengguna jam tangan canggih tersebut telah gugur dalam menjalankan tugasnya.
"Oke team, tunggu perintah dari pusat" Titah Sadewa, lalu kembali menatap layar besar dihadapannya.
__ADS_1
Hanya satu titik merah yang menjadi pusat perhatiannya diantara banyak titik yang tersebar disana, dalam hatinya dia berdoa semoga titik merah yang begitu sangat dia perdulikan itu tetap berada dalam posisi aman.
Hasil investigasi tim lapangan dibawah pimpinan kedua pamannya Guruh dan Guntur, mereka menemukan fakta-fakta baru berkenaan siapa dalang aksi kerusuhan yang sebenarnya. Disinyalir sang pimpinan akan melakukan pertemuan rahasia dengan kolega asingnya di sebuah gedung dimana aksi demo sedang berlangsung.
Genius sekaligus bodoh menurut keduanya. Genius karena siapapun pasti tidak akan menyangka jika pertemuan rahasia itu justru dilakukan ditempat yang sangat berbahaya! Biasanya orang-orang seperti itu akan melakukan pertemuan yang begitu penting itu ditempat yang tersembunyi. Bodoh karena justru akan memakan korban yang banyak jika tindakan yang akan diambil oleh tim Misi Petir tidak hati-hati, atau mungkin memang itu tujuannya.
" Mereka memasuki gedung" Kali ini Aurora yang memberikan informasi, posisi gadis itu memang tak jauh dari pintu masuk gedung tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh Queen yang melihat pergerakan dari beberapa orang berpakaian jas serba hitam yang sedang berjalan memasuki gedung memalui layar monitor didepannya, dan diterima langsung oleh layar monitor di markas komando rahasia dibawah sana.
"Dikonfirmasi langsung oleh pusat" Nakula menjawab. Meski jantungnya berdegup kencang saat ini akibat mendengar suara yang sangat dirindukannya, tetapi pemuda tampan itu memilih tetap fokus dengan tugasnya. Dia tidak mau perhatiannya terganggu dengan urusan pribadinya, dia tahu itu akan sangat membahayakan semua orang.
"Tunggu mereka berkumpul dan memulai pertemuan mereka, baru kita berikan perintah" Kali ini Galaxy yang memberikan instruksi, yang di konfirmasi langsung oleh Nakula dan Sadewa.
"Tunggu perintah dari pusat" Jawab Guntur dengan suara yang pelan. Posisinya sekarang ini mengarah pada kursi yang akan diduduki oleh terduga pimpinan kelompok tersebut.
"Orang-orang berduit dengan jabatan tinggi serta kepentingan-kepentingan pribadi...hanya memikirkan urusan perut dan bawah perutnya masing-masing" Ini sepertinya kalimat terpanjang yang pernah diucapkan oleh Josua, meski tidak ada seorangpun yang dapat mendengarnya.
Tiba-tiba saja Galaxy memberikan instruksi untuk menahan serangan, setelah dia melihat langsung siapa orang yang menduduki kursi pimpinan melalui kamera sniper milik Guntur, sang paman. Bukan hanya sang Jendral yang terkejut melihat sosok tersebut, tetapi semua tim lapangan yang melihat pemandangan tersebut melalui monitor yang terpasang di kacamata mereka masing-masing. Terlebih Joshua dan Langit yang memang berada didalam gedung bersama dengan tim pengamanan salah satu peserta.
"Kecurigaanku selama ini...." Galaxy menghembuskan napasnya berat.
__ADS_1
Selama ini Galaxy merasa curiga dengan siapa dalang dibalik semua peristiwa yang melanda negeri ini, krisis ekonomi, korupsi, kerusuhan-kerusuhan dan masih banyak lagi yang telah mebuat rakyat menderita. Memang selama ini ada banyak tersangka yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan mereka mendapatkan vonis hukuman berat, tetapi anehnya mereka masih bisa berkeliaran bebas! Bahkan ada yang sampai bertamasya ke luar negeri!
Media menjadi alat untuk memprovokasi rakyat, memicu keadaan menjadi semakin memanas. Di satu sisi kita membutuhkan media untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas, tetapi disisi lain media telah menjadi alat untuk kepentingan sebagian pihak untuk melancarkan aksinya. Rakyat telah di bodohi!
"Kita gak bisa menarik tim Xy...Kita hanya bisa mengikuti apa yang mereka lakukan sementara waktu ini, lihat mereka diluar gedung.." Ujar Anthoni dengan telunjuk mengarah ke layar monitor besar dimana aksi demo mahasiswa dan warga berlangsung.
Sang sahabat memang benar adanya, jika tim Petir bergerak dan identitas dia yang menduduki kursi pemimpin itu sampai diketahui oleh masyarakat, maka hilang sudah kepercayaan rakyat terhadap negeri ini. Hal tersebut bisa mengakibatkan aksi anarkis masyarakat yang semakin meningkat bahkan lebih dari itu.
Galaxy memerintahkan tim untuk tetap berada di posisinya masing-masing, mengintai aksi yang sedang berlangsung. Disisi lain dia beserta timnya mengumpulkan bukti-bukti baru yang lebih konkrit meski misi kali ini telah dianggap gagal. Sementara itu Joshua dan Langit memilih untuk tetap menjadi bagian dari tim pengamanan salah satu peserta pertemuan, sepertinya mereka berdua memiliki cara tersendiri untuk menguak tabir pelaku kejahatan terbesar di negeri ini.
.
.
.
Happy reading everyone!
Semoga kalian syukak
__ADS_1