
Meninggalkan si kembar Nakula dan Sadewa yang sedang membahas misi rahasia dengan kedua perwira tinggi yang punya sikap sedikit konyol ketika mereka sedang bersama, di suatu tempat Aurora dan Laluna sedang melakukan perjalanan menuju hutan belantara di wilayah paling Utara kota itu.
Mereka berjalan menelusuri perkampungan, lalu perkebunan sayur milik masyarakat dan berakhir menelusuri hutan belantara dengan beban berat yang mereka pikul didalam ransel juga senjata yang mereka pegang di kedua tangannya.
Sepanjang jalan mereka meneriakkan yel-yel kesatuan mereka agar mereka tetap bersemangat untuk menjalankan latihan hari itu.
Masuk dipintu gerbang hutan yang memang diperuntukkan khusus bagi latihan militer, mereka diperintahkan untuk berbaris rapi menunggu perintah yang akan disampaikan oleh komandan pasukan.
Setelah memastikan barisan rapi, sang komandan memerintahkan kepada anak buahnya untuk membagi mereka menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan dipimpin oleh ketua kelompok yang sudah mereka tunjuk sebelumnya.
Aurora memimpin kelompok anggrek sementara Laluna memimpin kelompok melati, kedua gadis itu dengan sigap memerintahkan teman-temannya untuk berbaris rapi.
" Baik nona-nona Kartini bangsa! Malam ini kita akan berkemah dititik yang sudah kita sepakati bersama!"
Sang komandan mulai memberikan instruksi secara detail kepada pasukannya.
" Siap laksanakan!!!" Dengan serentak mereka menjawab bersama.
Merekapun mulai memasuki kawasan hutan belantara tersebut.
Tidak ada satu orang pun yang keluar dari barisannya selama mereka menelusuri jalan menuju titik lokasi yang sudah diperintahkan, kedisiplinan dan integritas mereka memang sudah tertanam didalam diri mereka masing-masing.
Keringat telah mengguyur tubuh mereka, rasa lelah sudah terlihat diwajah mereka masing-masing tetapi mereka tetap berjalan dengan antusias menuju titik lokasi sambil sesekali meneriakkan yel-yel kesatuan mereka yang dikomandoi oleh salah seorang dari ketua pasukan secara saling bergantian.
Sampai di titik lokasi setelah dua jam mereka berjalan menelusuri kawasan hutan, sang komandan kembali memberikan instruksi kepada pasukannya untuk kembali merapikan barisannya.
" Malam ini kita akan mendirikan kemah disini!"
" Siap Laksanakan!!!"
Lalu mereka kembali ke posisinya semula dan mendengarkan instruksi dari komandan nya dengan seksama.
Kembali ke tempat dimana Nakula dan Sadewa berada saat ini.
" Mereka ada dititik ini, aman Wa " Nakula melihat layar handphone nya sejenak.
" Kalian ini main curang yah " Antoni menunjukkan wajah garang nya.
" Nih titik koordinat anak om " Sadewa menunjuk layar handphone miliknya dengan santainya.
" Loh...Kok bisa??!" Pria itu mengerutkan keningnya.
Sejak kapan mereka memata-matai anak gadisnya pikir nya.
" Mereka lebih takut sama Langit daripada sama kita Ton " Galaxy tergelak.
__ADS_1
" Abisnya ancaman Langit lebih mematikan om " Kekeh Nakula.
" Dasar kalian ini! Kalian ketularan om kalian ?" Antoni menunjuk Galaxy dengan telunjuknya. Yang dimaksud adalah penyakit bucin akut yang menyerang seluruh sel didalam tubuh pria itu.
Nakula dan Sadewa hanya bisa menggaruk belakang kepalanya, melihat kembali kekonyolan mereka berdua.
Sesama bucin akut gak boleh saling senggol om!- Nakula dan Sadewa.
Sementara disebuah tempat dimana Padang pasir membentang luas, seorang pria dibantu oleh pasukannya tengah mengevakuasi para korban penduduk korban pertikaian antara dua negara.
Dengan fasih Langit memerintahkan penduduk yang tinggal disana untuk berbondong-bondong mengikuti beberapa anak buahnya dengan menggunakan bahasa negara itu.
" Apa sudah semua?!!" Pekik Langit kepada beberapa orang dari pasukan nya yang bertugas untuk menyisir wilayah itu.
" Siap! Sudah pak!" Jawab salah seorang dari mereka.
" Oke angkut!" Perintah Langit, memberikan kode dengan tangannya.
Lima truk besar membawa penduduk disana menuju kamp pengungsian yang letaknya lebih jauh ke arah Utara dari posisi mereka berada saat ini.
Tepat di titik satu kilo meter dari tempat mereka mengevakuasi warga, Langit dan pasukannya mendengar ledakan dahsyat diikuti oleh suara ledakan yang menggema melalui kaca spion mobil mereka.
" Kita datang tepat waktu pak! " Ujar salah satu anggota pasukan yang berpangkat sersan kepada Langit. Barong nama laki-laki itu, dia adalah salah satu anggota terbaik yang tergabung didalam pasukan yang dipimpin oleh Langit.
" Bener Bar, kita datang tepat waktu " Langit menghela nafasnya.
" Siaga penuh teman-teman!" Titah Langit melalui alat komunikasi nya, memerintahkan pasukannya agar lebih waspada terhadap serangan musuh yang kerap datang secara tiba-tiba.
Jauh dibelahan bumi dimana Langit berada saat ini, Queen tiba-tiba merasakan debaran di jantungnya secara tiba-tiba.
" Kenapa Queen ?" Dara mengerutkan keningnya melihat Queen yang tiba-tiba memegang dadanya.
" Gak tau Dar..." Queen mengatur nafasnya.
" Mau dapet duit sekarung kali lo.." Kekeh Dara, mencoba untuk menghibur sahabatnya itu.
Dara adalah sahabat Queen disekolah penerbangan nya, mereka sudah dekat sejak pertama kali mereka berkenalan ditempat itu.
" Moga-moga aja.." Queen menangkup kedua tangannya lalu menutup matanya, berharap ucapan Dara menjadi kenyataan. Meski jauh didalam lubuk hatinya rasa khawatir kepada Langit menyeruak kembali.
Queen ingat ketika dulu pertama kali Langit ditugaskan ke wilayah timur ibu Pertiwi, dimana dia pernah hilang kontak dengan kekasihnya itu. Rasa inilah yang dia rasakan saat itu, debaran jantung yang membuat perasaan tak nyaman yang membuat pikiran nya melayang tak tentu arah.
Dulu mungkin gadis ini belum tahu bagaimana menyikapinya, tapi saat ini Queen sudah mulai paham meski rasa tidak nyaman itu tetap ada.
" Berapa yang Lo minta? "
__ADS_1
" Sekoper Dar, lembaran merah semua !" Queen tergelak.
" Dasar mata duitan!"
" Tapi Lo juga kepengen kaaann???" Queen menggerakkan alisnya.
" Iya sih .."
Lalu keduanya tertawa bersama.
Semoga bang Langit baik-baik saja disana...-Queen
.
.
" Oke...Jadi itu misi kalian " Galaxy mengakhiri kalimat panjangnya.
" Jadi kalian akan kami kirim kesana, dengan identitas baru kalian " Antoni menepuk pundak kedua pemuda yang terlihat begitu serius mendengarkan semua instruksi dari sahabat nya Galaxy.
" Tiga bulan ini kalian akan menjalani serangkaian pelatihan bersama dengan om Antoni dan uncle G kuadrat "
" Dimulai besok pagi " Lanjut Galaxy.
" Tenang papa kalian udah om kasih tau jauh-jauh hari " Lanjutnya lagi.
" Misi kalian juga termasuk ringan " Antoni menarik kedua sudut bibirnya.
Jika dibandingkan dengan misi yang diberikan oleh Cakrawala dulu, misi kedua pemuda ini jauh lebih ringan. Dulu baik kekuatan fisik maupun kelihaian dalam menyamar benar-benar diuji, saat ini Nakula dan Sadewa hanya akan menggunakan keahlian mereka dibidang teknologi yang benar-benar akan diuji.
Meski demikian mereka tetap akan dibekali beberapa keahlian khusus untuk menunjang keahlian khusus mereka.
*Kali ini demi menaklukan hati calon mertua..-Sadewa
Keren juga ntar gue sama dewa, kayak 007! - Nakula
.
.
.
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
__ADS_1
Happy weekend 🤗😘*