
" Katakan padaku tentang ini Doni !" Permadhi melemparkan amplop yang tadi isinya dia lihat saat sang sopir dipanggil keruangan Galaxy oleh pengawal Galaxy.
Doni meraih amplop itu lalu mengeluarkan isinya dan mulai melihatnya lembar demi lembar, seketika matanya membulat sempurna.
" Ini...." Jantung nya berdegup kencang, keringat dingin mengucur seketika.
" Katakan pada kami Don, kamu sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi " Antoni menatapnya tajam.
" Ma...Maafkan saya pak, saya hanya menuruti perintah ibu " Ucapnya lirih. Tangan pria itu bergetar saking takutnya, dia bahkan tidak bisa mengedarkan pandangannya sama sekali.
" Siapa pria itu Don?!" Bentak Permadhi.
" Apa yang istriku berikan hingga kamu sangat takut dan patuh kepadanya?!" Lanjutnya.
" Apalagi selain kenikmatan dan uang pak! " Batin Doni meronta, tetapi tentu saja dia tidak bisa semudah itu mengatakannya kepada Permadhi. Dan lagi ada rasa cemburu di dadanya saat pria itu melihat lembar terakhir kertas laporan itu, nyonya tercintanya sedang bermesraan dengan pria lain yang pernah dia temui saat dia mengantarkan nyonya tercintanya itu ke suatu tempat.
" Siapa pria itu Doni! Katakan padaku atau kau akan sangat menyesali nya !" Lagi-lagi Permadhi membentaknya, sang jendral semakin murka saat dia melihat aksi diam Doni.
" Apa kamu ingin kami melakukan cara lain Doni? " Kekeh Antoni. Aura ruangan itu terasa gelap seketika saat sang algojo melontarkan kata-katanya, bahkan saat Antoni terkekeh bulu-bulu halus disekujur tubuh Doni berdiri.
" Dan jika aku melakukan caraku, maka kau sudah tidak punya harapan lagi " Lanjutnya.
" Maafkan saya pak...Saya butuh uang " Doni terisak, pria itu tetap menundukkan kepalanya.
" Apa uang yang aku berikan kepadamu itu kurang hah!" Permadhi mengepalkan tangannya.
" Sekarang jawab pertanyaan ku! Siapa pria itu Doni!" Lanjutnya.
" Dia teman kuliah ibu pak, pemilik perusahaan Telinfo " Jawabnya terbata.
" Maksud anda Robert Subari ?" Tanya Nakula. Dia memang pernah mendengar nama itu dari sang ayah, tetapi dia benar-benar belum pernah bertemu dengan nya. Lagipula posisi pria didalam foto itu membelakangi bidikan arah kamera, saat itu Aurora dan Laluna kesulitan untuk mendapatkan posisi yang bagus, karena posisi wanitanya membentur dinding "
" Kalian kenal dengan orang itu ?" Tanya Galaxy.
__ADS_1
" Ayah pernah bercerita tentang beliau om " Jawab Sadewa, pria jangkung ini menghela nafasnya sejenak.
" Sepertinya keterlibatan Telinfo sudah sangat jelas om, mereka ingin memiliki alat ini untuk kepentingan bisnis mereka " Lanjutnya.
" Pak Permadhi, apa anda pernah menceritakan misi rahasia kita kepada istri anda pak?" Galaxy mencoba mencari segala kemungkinan, pasalnya dia tahu benar kredibilitas salah satu teman dekatnya ini.
" Saya yakin tidak pak, saya sangat menjaga kerahasian misi kita " Permadhi menjatuhkan dirinya diatas sofa, rasa malu menyeruak didalam dirinya. Dia merasa harga diri dan kredibilitas yang telah dia perjuangkan selama ini hancur seketika.
" Ada yang ingin kamu sampaikan lagi Doni ?" Antoni kembali bertanya.
" Ibu memergoki bapak saat bapak memainkan handphone bapak malam itu, ibu langsung menghubungi pak Robert untuk membuat janji temu " Jawabnya terbata.
Permadhi akui istrinya ini memang pintar dan cerdas, bahkan wanita itu lulusan S2 jurusan fakultas ilmu ekonomi disebuah universitas ternama di Jogjakarta. Isti sang istri bahkan pernah menjabat sebagai seorang manager Bank swasta terkenal, kehidupannya sebelum menikah dengan Permadhi memang terbilang mewah.
" Ya Tuhan...." Ucapnya lirih.
" Aku sudah tidak bisa ikut terlibat dalam misi ini, aku mengundurkan diri saat ini juga " Lanjutnya kepada Galaxy
" Keputusan itu ada ditangan ku pak, anda tidak bisa memutuskan nya begitu saja " Galaxy merasa prihatin melihat kondisi Permadhi saat ini. Jika dia ada di posisinya pun dia yakin dia akan merasa sangat malu dan hancur.
Galaxy sangat memahami sikap Antoni, sahabatnya itu memang paling tidak bisa mempercayai orang dengan mudah bahkan terhadap dirinya pun sama. Itu memang tugasnya, dia tidak bisa lengah sedikit pun.
" Untuk kelangsungan misi rahasia ini aku serahkan kepada Nakula dan Sadewa sebagai pencipta dari alat yang sedang kita uji coba tentunya dengan pengawasan langsung dari saya pak " Jawabnya terdengar ambigu.
" Doni akan saya ganti dengan sersan Andri, sepertinya penempatan warga sipil sebagai sopir akan saya pertimbangkan kembali " Antoni menghela nafasnya.
" Dan untuk urusan istri anda, jika anda membutuhkan bantuan saya...Saya akan dengan senang hati melakukan nya " Lanjut Antoni sambil menganggukkan kepalanya kepada Permadhi.
" Tetapi urusan dengan Robert, saya harus terlihat langsung pak "
Antoni tahu jika Permadhi sudah mempunyai strategi untuk menyelesaikan masalah dengan sang istri, tetapi lain halnya dengan urusan yang berhubungan dengan Robert. Antoni harus terlibat didalamnya karena ini berkenaan dengan misi rahasia mereka, dia harus tahu sejauh mana Robert mengetahui tentang kegunaan alat ini.
" Kami akan berkunjung ke kantor Om Robert " Ujar Nakula saat tiba-tiba melihat arah pandangan Antoni tertuju kepada mereka berdua.
__ADS_1
" Kami akan mengawasi mereka " Ucap Aurora saat om nya itu mengarahkan pandangannya kepada mereka.
Tak lama sersan Andri memasuki ruangan didampingi dengan dua orang polisi militer, kedua orang petugas langsung meringkus Doni dan membawanya ke markas mereka untuk dimintai pertanggungjawaban.
" Kurung dia dulu, laporan nya akan saya berikan nanti " Titah Antoni kepada mereka saat mereka akan meninggalkan ruangan itu.
Sersan Andri adalah seorang TNI angkatan udara yang belum lama kembali dari penugasan pertama nya di bagian timur ibu Pertiwi, dan hari ini dia resmi mendapatkan kehormatan untuk mengawal sang Jendral.
.
.
" Pap...Tumben pulang cepet ?" Isti meyambut kedatangan sang suami yang didampingi oleh seseorang yang baru pertama kalinya dia lihat sedang menenteng tas kerja suaminya.
" Iya mam... Kebetulan tugas papa udah selesai tadi " Jawabnya, tersenyum lalu mencium kening istri tercintanya. Permadhi sangat lihai menyembunyikan perasaannya, mau bagaimana lagi dia harus melakukan hal ini agar Istri itu tidak menaruh curiga kepadanya.
" Sopir baru pap? Doni dikemanain ?" Melihat kearah sersan Andri yang masih setia berdiri diposisi nya.
" Peraturan baru mam...Mereka mengganti kebijakan, mulai saat ini warga sipil digantikan oleh anggota..." Permadhi berjalan menuju ruang kerjanya dengan sang istri yang masih menggelayuti nya.
Ada perasaan lega dibenak wanita itu, akhirnya dia bisa menyingkirkan benalu didalam hidupnya pikirnya. Saat itu memang bukan murni kesalahan Doni saat dia sedang galau karena selalu ditinggal pergi untuk berdinas oleh sang suami, saat dimana dia merasa kesepian dan membutuhkan belaian mesra dari seorang pria disitulah Doni hadir.
Awalnya Isti sangat menyesal karena telah mengkhianati suaminya, dia merasa malu dengan perbuatan serong nya. Tetapi lama kelamaan rasa candu itu hadir didalam dirinya, dia bahkan sudah seperti anak gadis yang sedang mengalami pubertas apalagi Doni lebih garang diatas ranjang.
Lama kelamaan Isti merasa bosan dengan Doni, apalagi ujung-ujungnya sang sopir selalu berdalih ketika meminta sejumlah uang padanya. Gayung bersambut saat dia kembali bertemu dengan cinta lamanya saat kuliah dulu dalam sebuah acara reuni, Robert menjadi pelabuhan keinginan tertinggi nya apalagi pria itu pandai sekali memperlakukan seorang wanita seperti Isti.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗