
Bab 21
Komandan prajurit yang bernama Aleksander yang merupakan perwakilan dari kerajaan bogata, baru saja memasuki gerbang kerajaan Togayo, di sepanjang jalan menuju istana kerajaan berjejer para prajurit untuk menyambut kedatangan raja Aftur yang tidak dapat hadir.
Semua prajurit kerajaan Togayo bingung melihat hanya satu orang yang melintas, dan orang itu juga bukan raja Aftur.
Karena dia sudah diperintahkan untuk menghormati kedatangan raja Aftur, jadi para rombongan kerajaan bogata, mau nggak mau dia harus hormat kepada komandan Aleksander.
Di depan istana sudah berdiri raja deken, sambil memegang gelas berisika kopi hangat. Dia sedang menunggu kedatangan raja Aftur, untuk melakukan perundingan permasalahan perdagangan dan untuk perdamaian antar kerajaan.
Saat komandan Aleksander sudah mendekati istana, para prajurit marching band langsung meniupkan terompet.
Raja Deken tersenyum lebar mendengar suara terompet itu, karena saat terompet di tiup para rombongan kerajaan sudah dekat dengannya.
Komandan Aleksander sudah terlihat dari depan istana Togayo, raja Deken mengerutkan dahinya saat melihat hanya satu orang prajurit yang datang ke istana.
"Apa-apa an ini! apa dia mempermainkan ku?" desus raja deken karena kesal, melihat hanya satu prajurit yang datang ke istananya.
Sesampainnya didepan istana komandan Aleksander turun dari kudanya dan berjalan menghampiri raja Deken pemimpin kerajaan Togayo.
"Mana raja Aftur?" raja Deken membentak komandan aleksander.
Karena komandan aleksander adalah prajurit kelas atas dari kerajaan bogata, mau dibentak seorang raja sekalipun dia gak gentar sedikitpun.
"Raja aftur ada urusan mendadak, jadi raja aftur ingin perundingan ini diundur dulu!" jawab santai komandan Aleksander, menatap raja Deken dengan sedikit senyum di wajahnya.
"Kurang ajar, berani kali dia melakukan itu!"
"Raja Aftur ada urusan yang menimpa anaknya yang mulia!" jelas komandan Aleksander dengan nada rendah.
"Aku nggak peduli mau mati emak bapaknya, dia harus tetap datang ke perundingan ini!"
"Tapi raja..." Ujar komandan Aleksander yang belum selesai berbicara, langsung di potong oleh raja Deken.
"Tutup mulutmu! kau hanya seorang Prajurit rendahan! kau tidak pantas untuk berbicara padaku!" bentak raja Deken dengan nada tinggi, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah komandan aleksander.
__ADS_1
Setelah raja Deken selesai membentaknya dengan jarak yang dekat, komandan aleksander mengelap wajahnya, dari air liur raja Deken karena saat dia berbicara semua liurnya muncrat ke wajah komandan Aleksander.
"Pergi dari sini, aku tidak ingin membahas masalah perundingan lagi untuk saat ini dan selamanya, aku memutuskan hubungan antara kerajaan Bogata dan Togayo!" raja Dekan kemudian menyuruh komandan Aleksander pergi dengan tidak terhormat.
Komandan Aleksander pergi keluar dari kerajaan Togayo, dengan hati yang kacau, karena mendengar keputusan dari raja Dekan.
Raja Dekan masuk kedalam istana dengan rasa dongkol campur kesal.
Kemudian raja Dekan memanggil Anto yaitu penasihat dari kerajaannya.
"Anto!" teriak raja Dekan.
Anto yang lagi senang senang dengan selir selir cantik kerajaan mendengar panggilan rajanya yang marah, dia langsung meninggalkan selir selirnya dan bergegas menuju raja Dekan.
"Ada apa yang mulia raja?" tanya Anto dengan menundukkan kepalanya.
"Sekarang juga kamu putuskan, hubungan kita dengan raja Aftur!" setelah mengatakan itu raja Dekan langsung berjalan pergi meninggalkan Anto penasihat kerajaannya.
Melihat rajanya yang mood nya yang tidak bagus, Anto hanya menganggukan kepalanya dia tidak berani bertanya atau membantah keputusan dari rajanya.
****
Aidan yang kondisinya sudah baik, malah lebih baik dari sebelumnya dan Juna yang baru saja sadar beberapa menit lalu, kini akan makan di meja besar keraajan dengan makanan mewah diatasnya.
Saat hendak makan raja Aftur menghampiri Aidan yang akan makan lalu dia membisikkan
"Aidan nanti sesudah makan pergi ke ruang singgasana, ada yang ingin kubicarakan padamu!"
Setelah mengatakan itu raja Aftur kembali ke singgasana.
Karena sudah lama tidak makan enak Aidan menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja, Juna hanya makan beberapa buah saja.
Setelah makan Aidan meninggalkan Juna dan kemudian Aidan pergi ke ruangan singgasana untuk berbicara empat mata pada raja Aftur.
****
__ADS_1
Arhan penasihat dari kerajaan bogata telah menerima selembar kertas yang dibawa oleh burung merpati kiriman dari kerajaan Togayo.
Arhan langsung memberikan surat itu kepada raja Aftur tanpa melihat isinya dulu.
Arhan membuka pintu singgasana raja Aftur, disana raja Aftur sedang bengong karena memikirkan masalah tentang raja iblis.
"Yang mulia, raja!" ucap ragu ragu Arhan kepada raja Aftur yang sedang bengong.
"Iya ada apa ...han?" Raja Aftur gelagapan saat tiba tiba mendengar panggilan dari penasihat kerajaannya.
"Ini ada surat dari kerajaan Togayo untuk Baginda raja!" Arhan mengacungkan tangan untuk memberikan surat dari kerajaan Togayo.
Raja Aftur menerima surat itu lalu membacanya. Raja Aftur membaca sambil mengerutkan dahinya melihat surat pemutusan hubungan.
"Berani sekali si dekan itu! memutuskan hubungan denganku, aku bukan nya membatalkan tanpa alasan dan aku juga sudah mengirimkan komandan Aleksander sebagai perwakilan dariku!"
Arhan juga terkejut dengan kerajaan Togayo yang memutuskan hubungan dengan kerajaan Bogata, karena hal ini bisa menimbulkan perang antara dua kerajaan" batin Arhan sambil keluar dari ruang singgasana raja nya.
Saat hendak keluar dari singgasananya Arhan berpapasan dengan Aidan yang masuk ke dalam ruangan singgasana raja Aftur.
Aidan yang melihat raja Aftur sedang menggerutu, jadi dia ragu untuk menghampirinya sehingga membuatnya membalik badan.
"Aidan kau sudah tiba?" Saat hendak membalik badan raja Aftur memanggil Aidan.
Setelah itu Aidan kembali menghampiri raja Aftur, untuk mendengarkan semua perkataan yang akan keluar dari raja Aftur.
"Aftur sekarang kau bukan prajurit biasa lagi, karena kau sudah kuselamatkan menggunakan mutiara biru milik kerajaan kita, jadi aku ingin kau gunakan kekuatan itu untuk membantu urusan kerajaan!" Jelas Raja Aftur dengan menatap tajam Aidan.
"Pantas saja aku masih hidup ternyata mutiara biru yang menyelamatkan ku." Ucap Aidan dalam hati.
"Bukannya mutiara biru itu aset berharga kerajaan bogata yang mulia?" Tanya Aidan penasaran, kenapa rajanya memberikan aset berharga kerajaan untuk menyelamatkannya.
"Aku tidak ingin kau mati, jadi manfaatkan lah hidup mu untuk kerajaan ku!" Ujar raja Aftur dengan sedikit senyum kepada Aidan.
"Baik yang mulia, saya akan melakukan yang terbaik!" Aidan melakukan salam hormat, kemudian dia membalik badan dan meninggalkan raja yang duduk di kursi singgasana nya.
__ADS_1
Semua rasa penasaran dalam benak Aidan semuanya sudah terpecahkan, mengapa dia bisa hidup setelah menerima serangan dari ledakan raja iblis naga dan yang membuat kekuatannya bertambah kuat, ternyata itu semua dikarenakan mutiara biru milik kerajaan bogata.