Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Kalah


__ADS_3

Bab 31


Setalah sampai di hutan larangan Clara melepaskan kuda kerajaan, agar tidak dapat dilacak keberadaannya oleh Raja Aftur, lalu kuda kerajaan itu melaju kembali dengan cepat.


Di hari yang sudah hampir gelap, Clara memasuki hutan larangan, dengan wajah yang ragu-ragu campur panik. "Kemana aku harus mencari Aidan di hutan seluas ini ya?"


Di perjalanan Clara banyak mendengar ngaumman para binatang dan banyak hewan melata yang telah dia temui di jalan.


Sehingga membuat Clara bergidik ngeri takut, jadi dia terus berjalan tanpa menghiraukan suara dan ular yang membuat mentalnya ciut.


Setelah jauh berjalan Clara merasa lapar, jadi dia berhenti sejenak untuk istirahat makan.


Tapi saat hendak membuka buntelan makanan yang telah dibawa dari rumah, tiba-tiba turun burung elang dan langsung menyambar semua pasokan makanan, untuk selama pencarian Aidan di hutan larangan.


Clara mencoba untuk mengejar, tetapi burung elang itu terbang tinggi dengan sangat cepat.


Lalu Clara melempari burung elang itu dengan menggunakan batu krikil, tetapi tetap saja burung itu dapat terbang dengan bebas di langit.


Clara tetap melanjutkan perjalanan walau belum makan, dia mencoba menahan lapar pada perutnya dengan menekan perutnya menggunakan tangan.


Setelah berjalan jauh di dalam hutan, Clara melihat rusa yang sedang memakan dedaunan kering di bawah pohon.


Lalu Clara mencoba menangkap rusa itu, dengan menggunakan pedang yang diambilnya dari prajurit kuda kerajaan.


Clara mendekati rusa itu dengan diam-diam, tetapi rusa itu menyadari, lalu lari.


Kemudian Clara mengejar rusa yang lari itu, sambil memegang pedang, dengan siaga agar dapat langsung menyerang rusa saat lengah.


Setelah bersusah payah akhirnya Clara bisa menangkap rusa itu, yang kepalannya sudah dibuat buntung.


Dan Clara membuat api Dengan menggesekkan kedua ranting kayu, karena dia tidak bisa menggunakan sihir aliran api seperti yang dimiliki Aidan dan Agung.


Clara menyantap semua rusa itu dengan lahap, karena perjalanan yang jauh telah menghabiskan tenaganya dan membuatnya sangat lapar.


Setelah itu Clara melanjutkan perjalanan di dalam hutan, dengan keadaan kenyang dan siap untuk bertarung menyelamatkan Aidan.


****


Aidan kebingungan dengan hilangnya iblis kera yang tadi sudah tergelatak tak sadarkan diri.


Lalu Aidan melihat ke arah tombak yang menancap, setelah mengenai lengannya.


Tiba-tiba iblis kera muncul dari bawah tanah dan menghantam dagu Aidan dengan pukulan yang keras.

__ADS_1


Yang membuat Aidan terjatuh ke belakang setelah terkena dampak pukulan iblis kera.


"Ckk." Decak Aidan setelah bangkit dari jatuhnya sambil meludahkan darah, dari giginya yang mengeluarkan darah.


Lalu iblis kera mencabut tombak yang tertancap di tanah, lalu melesat ke Aidan dengan cepat.


Aidan menangkis serangan cepat dan kuat dari iblis kera, dengan menggunakan pedangnya.


Kini pertarungan antara Aidan dan iblis kera sudah seimbang, dengan kekuatan baru yang diberikan oleh raja iblis naga, iblis kera dapat


Mengaliri tombaknya dengan aura berwarna merah.


Dan Aidan melapisi pedangnya dengan aura biru dari kekuatan mata iblis, milik raja iblis naga.


Melawan iblis membuat Aidan kelelahan, walau kekuatannya yang kuat, tapi dia juga memerlukan makan untuk memulihkan kekuatan.


Tidak seperti para iblis yang mengumpulkan kekuatan atau 'mana' hanya dengan bertapa dan tidak memerlukan makan dan minum.


Iblis kera terus mengayunkan pedang ke tubuh Aidan, dengan sangat kuat dan Aidan hanya bisa menangkis sambil mundur.


Kali ini kekuatan dari iblis kera telah melampaui Aidan, sehingga dia mudah saja dapat memojokkan Aidan dengan mudah.


"Kenapa apa kau sudah lelah...? Prajurit." Cibir iblis kera dengan terus menghantamkan tombak dengan satu bilah yang tajam.


Lalu keduanya sama-sama maju dengan cepat dan mengadukan pedang dengan tombak yang dilapisi dengan aura yang berbeda.


Aidan kehilangan keseimbangan saat setelah beradu, lalu iblis kera menghunuskan tombak ke Aidan yang berdiri sempoyongan.


Dan Aidan menahan hunusan tombak itu dalam posisi yang tidak pas, jadi dia terpental dengan pedang yang terlepas dari tangannya 


****


Pertarungan pedang dengan Sangat cepat dan tidak dapat dilihat oleh mata sedang berlangsung di sisi lain Padang rumput.


Pertarungan itu dilakukan oleh Juna si Raja siluman macan putih dengan ksatria pedang hebat dari kerajaan iblis.


"Apa kau mau ku kalahkan untuk kedua kalinya? karena hidup kembali," ujar Juna dengan tersenyum, sambil terus menangkis tebasan dan menyerang.


"Ckk," iblis kuda manyabitkan pedangnya dan mengenai dada Juna.


Sehingga Juna mundur, dengan memegangi dadanya yang terkena goresan dari pedang iblis kuda.


"Keberuntungan mu sepertinya udah habis." Lalu iblis kuda tertawa sambil mendekati Juna yang sedang kesakitan memegang dadanya.

__ADS_1


"Kenapa kekuatannya berbeda dengan sebelumnya," ucap Juna dalam hati dengan napas ngos-ngosan.


Lalu iblis kuda melesat dengan mengarahkan pedang ke tubuh Juna. Juna menghalau pedang dari iblis kuda dengan menggunakan pedangnya.


Tring... Tring... Tring...


Suara nyaring dari beradunya kedua pedang telah memenuhi Padang rumput yang sunyi itu.


Kali ini pertarungan diungguli oleh iblis kuda dengan bantuan 'mana' dari Raja Dika.


Juna memfokuskan fikirannya dan mengaliri pedangnya dengan aura berwarna putih.


Kemudian Juna melesat dengan sangat cepat.


Iblis kuda juga tidak mau kalah, dia mengaliri pedangnya dengan aura hitam pekat, dan melesat juga dengan sangat cepat.


Setelah saling membendung pedang, mereka sama-sama melompat di udara dan mengadukan pedang di udara dengan cepat.


Juna mengayunkan pedang dan mengenai bahu iblis kuda, begitupun iblis kuda mengayunkan pedangnya dan menggores perut Juna.


Mereka sama-sama mendapatkan banyak luka sayatan dengan bertarung di udara.


Saat sedang beradu pedang di udara, iblis kuda menembakkan bola hitam yang besar ke arah Juna sehingga membuatnya terjatuh ke tanah dengan terkena efek ledakan dari bola hitam itu.


****


Melawan Raja reptil yang bertambah kuat, menambah senyum lebar di wajah Agung.


"Seprtinya, kau menikmati pertarungan ini," lalu Raja reptil tertawa.


Agung melakukan serangan, dengan melompat ke udara, karena tubuh Raja reptil jauh lebih besar dari pada tubuhnya.


Pertarungan ini akan lebih sulit untuk dimenangkan oleh Agung, karena kekuatan Raja reptil yang sudah bertambah kuat, ditambah dia harus melawannya sendirian.


Agung melancarkan pukulan ke arah perut Raja Reptil dan Raja reptil menahan serangan Agung dengan tombak Triangel nya.


Lalu gantian Raja reptil menyerang Agung menggunakan tombaknya dan Agung menepisnya menggunakan lengannya.


lalu Agung melompat kembali untuk melancarkan pukulan lagi dan lagi-lagi Raja reptil dapat menahan pukulan kuat Agung.


Kemudian Raja reptil memanggil petir dari langit sambil menahan pukulan Agung dan menyerang Agung menggunakan tombaknya.


Saat Agung melompat dan hendak meninju

__ADS_1


Raja Reptil, petir yang sangat besar langsung menyambar Agung sehingga membuatnya terpelanting ke belakang.


__ADS_2