Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Taktik


__ADS_3

Bab 29


"Bagaimana ini, yang mulia musuhnya gak habis-habis?" Ucap Komandan Aleksander kepada Raja Aftur, sambil menyerang para zombie yang terus bermunculan.


Raja Aftur hanya terdiam memikirkan sebuah rencana, sambil membunuh beberapa zombie yang ada dihadapannya dengan sangat sadis.


Komandan Adri yang ada di samping Raja Aftur, juga sudah muak dengan menghadapi zombie-zombie yang terus berdatangan dari bawah tanah.


Sehingga Komandan Adri menyerang para zombie secara membabi buta.


Di belakang para zombie berdiri iblis berbadan tambun, dengan senyum lebar dan mata merah menyala, yang terus melakukan sihir membangkitkan para zombie.


Dengan pemberian dari 'Mana' milik Raja Dika yang sangat besar, yang membuat Iblis roh atau Ghost one bebas untuk membangkitkan zombie sebanyak yang dia mau, tanpa takut kehabisan 'Mana'.


Komandan Adri yang sudah mulai kelelahan menghadapi para zombie, lalu dia menoleh dan berkata kepada Raja Aftur. "Raja apa yang harus kita lakukan? jika begini terus aku tidak akan bertahan lama."


Lalu satu zombie hendak menggigit lengan Komandan Adri yang telah diincarnya, saat Komandan Adri berbicara kepada Raja Aftur.


Dan Komandan Aleksander dengan cepat langsung menebas kepala dari zombie, yang hendak menggigit lengan Komandan Adri dan berkata. "Jangan lengah."


Lalu Raja Aftur sudah menemukan solusinya dan mengatakannya sambil menebas beberapa zombie. "Sepertinya kita memang harus mengurus iblis yang berada di sana terlebih dahulu."


Komandan Aleksander menatap tajam ke arah iblis roh yang terus menambah zombie. "Bener yang mulia, kita harus memikirkan rencana, agar bisa menyerangnya."


Kemudian Raja Aftur mendapatkan sebuah rencana. "Apa kalian mengingat peraturan bertarung pada buku panduan bab 100?"


Lalu kedua komandan itu menganggukan kepala sambil menghadapi zombie.


Peraturan bertarung yang ada pada buku panduan bab 100, adalah taktik bertarung dengan menggunakan bom asap sebagai alat untuk mengelabuhi musuh.


Setelah mendapatkan jarak agak jauh dari para zombie, mereka mengeluarkan bom asap dari saku kecilnya yang berada di paha.


Setelah itu mereka melempar Bom asap itu secara bersamaan, sehingga tepi sungai yang tadinya terang dan semuanya yang ada di sana dapat dilihat, kini berubah menjadi penuh asap dan tidak dapat melihat objek apa pun.


Lalu mereka bertiga menyerang tanpa bisa melihat satu sama lain, bahkan Raja Aftur pun tidak bisa melihat, walau dibantu oleh kekuatan mata batinnya.

__ADS_1


Kemudian mereka melakukan praktek taktik pertarungan yang ada di buku panduan bab 100 itu, dengan menyerang sambil menyeret pedang agar mereka bisa mengetahui posisi satu sama lain.


Saat setelah menyerang zombie mereka menancapkan pedang ke tanah, lalu menarik dan menyerang lagi begitu seterusnya.


Iblis roh tidak dapat melihat pertarungan, karena tertutup oleh asap tebal, jadi dia hanya bisa menambah pasokan zombie agar tidak kehabisan.


Setelah berada di tengah-tengah kerumunan zombie, Raja Aftur berlari dengan sangat cepat, dan yang mengurusi para zombie adalah kedua Komandanya yaitu Aleksander dan Adri.


Agar dapat bergerak cepat, Raja Aftur menggunakan sihir aliran Listrik pada seluruh tubuh dan pedang, sehingga dia dapat menghindari semua serangan gigitan dari para zombie.


Komandan Adri dan komandan Aleksander tidak menggunakan sihir aliran, karena lawannya yang lemah dan bisa mati hanya dengan tebasan biasa.


Iblis roh yang asik terus menambah zombie membuatnya tidak sadar, dengan keberadaan Raja Aftur yang sudah dekat dengannya.


Tiba-tiba Raja Aftur muncul dari Asap tebal dengan sangat cepat.


Lalu iblis roh sontak kaget melihat Raja Aftur yang tiba-tiba keluar dari asap yang berada dekat dengannya.


Raja Aftur langsung menebas tangan dari iblis roh dengan melewatinya, lalu kembali menebas tangan iblis roh yang satunya.


Kemudian Raja Aftur menancapkan pedangnya yang dialiri listrik ke perut iblis roh, sehingga membuatnya kesetrum dan tak berdaya.


Iblis roh tak sadarkan diri, dengan keadaannya yang berdiri menatap ke arah asap, yang sudah menghilang di depannya dan para zombienya sudah rata oleh Komandan Aleksander dan Komandan Adri.


Dan mata merah pada mata Ghost one memudar.


****


Iblis kera sudah kewalahan, melawan Aidan yang menggunakan kekuatan dari mata iblis, sehingga Aidan dapat mengungguli iblis roh dalam kekuatan, walaupun kekuatan iblis kera sudah dua kali lipat dari sebelumnya.


Lalu iblis kera melompat mundur kemudian melakukan serangan khas monyet yang melompat-lompat.


Iblis kera lalu melompat dan mendaratkan pukulan tombak ke Aidan, tapi dengan kekuatan Aidan saat ini, dia dapat membendung hantaman kuat dari tombak iblis kera.


Kemudian iblis kera terus melompat dan mendarat dengan menghantam Aidan tapi Aidan dapat terus menahan serangan iblis kera dengan pedangnya yang dilapisi aura biru.

__ADS_1


Karena sudah muak dengan serangan iblis kera yang berulang-ulang, lalu Aidan mengeluarkan jurus andalanya.


"Sword pristel."


Aidan melompat ke udara bersamaan dengan iblis kera yang melompat, lalu Aidan salto dan mengayunkan pedang ke tubuh iblis roh di udara.


Iblis roh menahan dengan tombaknya yang sudah di upgrade, setelah dipatahkan oleh Agung, sehingga membuat serangan Aidan tidak dapat mematahkan tombaknya.


Tapi karena tidak kuat menahan serangan Aidan, iblis kera terpental dari udara ke tanah dengan sangat cepat dan kuat.


Karena serangan yang kuat dari pedang Aidan, iblis roh tidak dapat bangkit kembali untuk melawan Aidan.


Kini dia hanya bisa terlentang di tanah dengan melebarkan kedua tangan dan warna merah pada matanya menghilang.


****


Di sisi lain Padang rumput Raja reptil juga kewalahan menghadapi kedua monster dengan tubuh kecil yaitu Agung dan Juna.


"Ayo terus lawan Jun, kita jangan sampai kalah hanya karna dia pernah mati sekali." Lalu Agung melompat ke arah kepala Raja reptil dan akan melancarkan serangan pukulan yang telah dialiri Api biru abadi.


Raja reptil membuang napas kesal setelah Agung membahas kembali, tentang kematian yang telah dilupakannya.


Lalu dia mengangkat tongkat Triangle nya dan akan mengadu pukulan Agung dengan pukulan dengan tongkatnya.


Tapi saat Raja reptil hendak mengadunya, Juna mengganggu dengan melesat cepat


Dengan mengarahkan pedang ke tubuh Raja reptil.


Karena panik Raja reptil mengubah target serangannya ke juna, lalu Juna terhempas kuat setelah terkena pukulan dengan tongkat Triangle Raja reptil.


Karena Raja reptil menyerang Juna, jadi dia terkena serangan pukulan dari Agung, tepat di kepalannya, sehingga Raja reptil tersungkur ke tanah, dengan kepala yang  menghantam tanah.


Semua para petinggi dari Raja dika si raja iblis naga, telah dikalahkan untuk yang kedua kalinya.


Lalu Raja Dika yang saat ini sedang berada di atas bukit, dia menatap ke bawah bukit dengan rasa kesal dan marah yang meluap-luap, setelah melihat kekalahan dari para petingginya.

__ADS_1


__ADS_2