
Bab 30
"Agggghhh." Raja Dika teriak sambil mengeluarkan sihirnya untuk membangkitkan kembali semua para petingginya, karena semua roh nya masih berada di dalam bola hitam yang sudah dibentuknya dari bayangan.
Selagi masih ada 'Mana' maka Raja Dika dapat mengaktifkan mereka terus menerus, walau dikalahkan seribu kali pun dia akan bangkit kembali.
Lalu Raja Dika mengeluarkan bayangan hitam dari tanah dengan membawa sebuah roh berwarna biru itu.
Lalu bayangan itu mengurung roh berwarna biru itu, lalu melayang ke bawah bukit.
Raja Dika sudah banyak mengeluarkan 'Mana' sehingga tubuhnya sudah merasa lemas.
setelah membangkitkan para petingginya dan menghidupkan seorang petinggi baru, Raja Dika tidak melihat pertarungan lagi, karena dia memilih bertapa untuk memulihkan kembali 'mana' yang hampir habis.
Sebuah bayangan yang membawa roh itu melaju terus di Padang rumput, lalu berhenti setelah melihat iblis kuda yang sudah tak bernyawa.
Lalu bayangan dan roh itu masuk ke dalam tubuh iblis kuda, seketika iblis kuda itu membuka kelopak matanya dan terlihatlah mata yang merah menyala seperti para petinggi lainnya.
Roh itu berfungsi menghidupkan Iblis kuda dan bayangan menahan agar roh tidak pergi dan mengembalikan tubuh iblis yang terluka dan cacat, begitu juga yang terjadi pada para petinggi lainnya.
Lalu iblis kuda beranjak pergi ke arah pertarungan Agung dan teman-temannya, setelah tubuhnya sudah di upgrade sepenuhnya.
****
Raja Aftur beserta Komandanya hendak pergi dari tepi sungai dan meninggalkan Iblis roh atau Ghost one yang mati berdiri dengan keadaan buntung.
Lalu tiba-tiba mata dari Ghost one kembali menyala, karena telah di suplay oleh Raja Dika dan diberikan tambahan 'Mana' agar Ghost one dapat membangkitkan zombie yang lebih kuat.
Raja Aftur dan kedua komandanya sontak kaget, melihat mata dari Ghost one yang kembali menyala, ketika mereka hendak pergi.
"Ternyata dia masih hidup." Raja Aftur menarik pedangnya kembali, setelah baru saja dimasukkan ke dalam sarungnya.
Lalu Komandan Aleksander dan Komandan Adri ikut menarik pedangnya dan bersiap siaga, dengan menempatkan pedang di depan dada.
Dari bekas tebasan Raja aftur pada tubuh Ghost one, keluar bayangan yang menarik kembali kedua lengan yang patah, lalu menyambungnya, setelah itu Ghost one kembali utuh seperti sedia kala dan dengan kekuatan yang berbeda.
Sontak Raja Aftur dan kedua komandanya kaget dan berkata tidak sadar secara bersamaan. "Apa."
"Sepertinya ini akan menjadi lawan yang sulit, ayo kita serang dia secara bersamaan!" Raja Aftur memberi perintah dengan mengangkat pedang.
Lalu Raja Aftur mengarahkan pedangnya ke tubuh Ghost one yang baru saja kembali.
__ADS_1
Saat Raja Aftur ingin mengenai tubuh Ghost one, munculah bayangan hitam dari tanah dan mengenai dada dari Raja Aftur, sehingga membuatnya terjatuh.
"Yang mulia." Lalu Komandan Adri dan Komandan Aleksander menolong rajanya, yang terjatuh dan membantunya untuk berdiri kembali.
Raja Aftur menatap tajam Ghost one yang di kelilingi oleh 3 bayangan hitam yang salah satunya mengenai dadanya tadi.
Lalu ketiga bayangan itu masuk ke tanah dan kembali keluar menjadi seorang prajurit Romawi yaitu Spartan.
Lalu Spartan yang seperti zombie itu maju menyerang mereka dengan pedang bayangan yang telah dibuatkan oleh Ghost one.
Karena Ghost one hanya bisa mengendalikan jasadnya yang sudah mati ratusan tahun lalu, jadi para Spartan itu sudah tidak memiliki Tombak dan pedang tempurnya.
Jadi Ghost one membuatkan senjata yang terbuat dari bayangan, untuk melawan Raja Aftur dan kedua komandanya.
Pertarungan sengit antara pasukan Romawi dan pasukan kerajaan akan segera dimulai, dengan kondisi pasukan kerajaan yang sudah lemah dan pasukan Romawi yang seperti Zombie.
****
Agung dan Juna melakukan selebrasi dengan menari-nari. Karena sudah berhasil mengalahkan Raja reptil untuk kedua kalinya.
Tapi tiba-tiba Raja reptil bangkit kembali seraya berkata. "Kepalaku gatal, sepertinya ada serangga yang habis menggigitku."
Lalu Raja reptil menghantamkan tombak Triangel ke arah Agung dan Juna, yang sedang melongo melihat kebangkitannya kembali.
Lalu Agung dan Juna terpental, setelah terkena serangan kuat dari tombak Triangel Raja reptil.
Agung dan Juna mendarat dengan berguling-guling di tanah, setelah itu mereka bangkit kembali dan siap untuk melawan Raja reptil untuk ketiga kalinya.
Setelah Raja reptil bangkit, Raja reptil tidak ada merasakan adanya penambahan kekuatan, kekuatannya masih tetap sama seperti sebelumnya.
Raja reptil mengangkat tombaknya dan menghentakkannya kebawah, sontak turunlah petir dari langit yang menyambar ke arah Agung dan Juna.
Agung berhasil menghindari petir itu dengan melompat, begitupun yang dilakukan Juna.
"Ayo Jun, kita melakukan serangan combo seperti tadi." Agung menoleh ke arah Juna yang sudah bersiap siaga.
Juna menganggukan kepala.
Lalu Agung melompat dan akan melancarkan serangan pukulan yang sudah di lapisi dengan api biru abadi.
"Jangan! serangan ini lagi." Ucap Raja reptil sambil mengayunkan tombak, untuk mengadu pukulan Agung.
__ADS_1
Lalu Juna bersiap dengan pedangnya dan melesat ke arah Raja reptil.
Tapi kali ini raja reptil akan membiarkan serangan dari Juna yang akan mengenainya.
Raja reptil beradu kekuatan, dengan Agung yang meninju di udara.
Dan raja reptil sudah siap untuk terkena serangan tebasan dari Juna.
Tapi saat Juna akan mengenainya, muncul iblis kuda yang langsung membendung serangan kuat dari Juna.
Juna terkejut sambil menekan pedangnya yang di bendung oleh iblis kuda.
"Hai, Raja siluman macan putih," kata sambutan dari Iblis kuda dengan tersenyum.
"Kenapa kau juga kembali?" Tanya Juna dengan tatapan tajam.
"Sepertinya kita harus pindah dari sini, karena akan ada yang menghalangi pergerakan ku," iblis kuda mencibir, sambil menebas pedang Juna, sehingga membuatnya terpental kebelakang, lalu iblis kuda mengikuti Juna yang terpental ke belakang.
Adu pedang antara tombak Triangel dengan pukulan kuat Agung yang telah dilapisi api biru abadi sedang berlangsung.
"Akhirnya, aku bisa fokus padamu." Ujar Raja reptil sambil menahan pukulan Agung.
Kemudian Agung tersenyum lebar.
****
Setelah menghempaskan iblis kera, Aidan mengecek iblis kera dari dekat untuk memastikan dia benar-benar sudah kalah.
Aidan melihat bahwa mata dari iblis itu yang sudah memucat, berarti menandakan bahwa dia telah mati, lalu Aidan pergi untuk membantu teman-temannya.
Tapi saat hendak pergi tiba-tiba sebuah
Tombak melesat dari arah belakang, Aidan yang telat menyadarinya membuat tombak itu menggores lengannya.
Sehingga lengan Aidan mengeluarkan darah segar yang banyak.
Aidan meringis kesakitan dengan memegangi lengannya, sambil membalik badan ke belakang.
Saat Aidan melihat kebelakang, iblis kera sudah hilang dan sudah tidak berada di tempatnya tadi.
Dan Aidan menarik pedangnya dan bersiap siaga dengan menempatkan pedang di depan dada.
__ADS_1