Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Agung Kembali


__ADS_3

Bab 46


"Percuma saja, kau tak akan bisa melawanku, lebih baik kau menyerah saja dan mengikuti perintahku untuk membantu Agung agar dapat mengalahkan raja iblis naga, " ujar John's dengan terus menerima serangan tembakan cahaya berwarna hitam kemerahan.


Tetapi serangan itu tidak dapat mengenai john's karena itu semua hanya menembusnya sehingga serangan itu tidak berpengaruh padanya.


karena tidak bisa mengenainya, roh pedang legenda Kutukan terus mengeluarkan kekuatannya, dia sangat mengamuk, hingga dia menyerang Agung yang berada di samping john's tetapi serangan itu dapat dihentikan oleh john's menggunakan sebuah dinding yang dikeluarkannya dari bawah.


"Karena kau tidak mau mengikuti ku secara baik-baik, maka aku terpaksa akan melakukan hal ini! " Kemudian john's mengangkat kedua tangannya, lalu keluar rantai yang sangat besar dari bawah Roh pedang legenda kutukan.


Dan rantai itu dapat mengikat roh pedang legenda kutukan, karena Rantai yang dikeluarkan oleh jones juga berupa rantai roh yang sangat kuat.


 


Rantai itu mengikat kedua tangan roh pedang legenda kutukan, lalu kakinya dan kemudian melilit seluruh tubuhnya, sehingga dia tidak dapat bergerak lagi sedikitpun.


Setelah roh pedang legenda kutukan tidak dapat bergerak, John's kemudian menoleh ke arah Agung yang berada di sampingnya. "Gung! Ambil kembali kendali tubuh mu karena saat ini roh itu tidak akan dapat lagi mengganggumu! "


"Jon awas kau! aku akan membalas perbuatan mu! " Ujar roh Pedang legenda kutukan.


"Maafkan Aku! sepertinya ini adalah yang terbaik buatmu, agar kau tidak dimanfaatkan oleh para iblis itu lagi! "


Lalu malaikat John's memegang bahu Agung, sontak Agung langsung menghilang dan kembali pada tubuhnya.


"Sisanya aku serahkan padamu Gung." Teriak malaikat john's yang kemudian ikut menghilang dan kembali ke tempat asalnya sambil terus mengawasi Agung.


Saat ini tubuh Agung sedang berhadapan dengan Raja Dika dengan menggunakan pedang bayangan hitam, yang memiliki aura berwarna hitam yang muncul dari pedangnya.


Sedangkan pedang legenda kutukan mengeluarkan aura berwarna hitam kemerahan.

__ADS_1


Dan pertarungan antara keduanya berlangsung sangat sengit dan suara dentingan pedang menyebar ke seluruh bukit dan sangat nyaring.


Saat pertarungan sedang sengit tiba-tiba Agung kembali mengambil alih tubuhnya dan membuka mata, sontak dia kaget karena saat ini dia sedang berhadapan secara langsung dengan Raja Dika yang ada di hadapannya.


"Apa! kenapa aku harus menghadapi mu? padahal aku baru saja kembali." Teriak Agung saat baru saja mengambil alih tubuhnya, sambil refleks menangkis serangan Raja Dika dengan menggunakan pedangnya.


Saat setelah menepis serangan Raja Dika, kemudian Agung melesat ke belakang dan mendarat di atas batu yang tidak terlalu besar.


Lalu Agung mengamati tubuhnya dari ujung kaki sampai, ke tangannya sontak dia terkagum-kagum melihat tubuhnya yang berpenampilan hitam kemerah-merahan dengan aura yang sangat kuat muncul darinya.


"Luar biasa, sepertinya aku dapat mengalahkannya dengan menggunakan kekuatan ini! Tapi aku tidak bisa menggunakan pedang, sebaiknya pedang ini aku letakkan di belakang."


Dan Agung menyelipkan pedangnya di dalam celana belakangnya karena dia tidak biasa menggunakan pedang, jadi dia ingin melawan dengan menggunakan tangan kosong saja.


"Saatnya untuk mencoba kekuatan baru." Lalu Agung mengepalkan tangannya dan langsung diselimuti oleh aura berwarna hitam kemerah-merahan.


"Kekuatan ini sangat menakjubkan, aku merasakan kekuatan Yang meluap dari dalam tubuhku," ujar Agung sambil mengamati kepalannya yang diletakkan di depan dada.


Saat Agung mencobanya ternyata rencana itu sangat berhasil dan kemudian aura berwarna hitam itu kembali dilapisi dengan api biru abadi dan kekuatan itu sangat serasi.


Melihat itu Agung senyum-senyum sendiri sambil terus menatap kepalannya dengan rasa yang sangat senang.


Lalu Agung menatap Raja Dika yang melayang di atas udara dan kemudian dia melesat ke arah Raja Dika dengan mengarahkan pukulan kepadanya.


Melihat itu Raja Dika langsung membendung pukulan Agung menggunakan pedangnya, tapi karena kekuatan Agung yang sudah melebihinya jadi Raja Dika terhempas ke langit.


Dan Agung mengikuti Raja Dika yang terus melesat ke atas langit. Kemudian Agung menghentikan gerakan Raja Dika dengan memukul keras pinggang Raja Dika, sehingga Raja Dika meluncur dari atas dan menancap di tanah atas bukit dengan sangat keras.


"Kenapa kekuatannya berbeda dari Roh tadi, apakah dia Agung yang asli, terus bagaimana cara dia mendapatkan kembali kendali tubuhnya!" Gumam Raja Dika dengan memuntahkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


Lalu Raja Dika mendongakkan kepalanya ke atas langit, sontak dia kaget melihat Agung meluncur sangat cepat dari atas langit dan langsung menghantam punggungnya menggunakan kakinya.


"Agggghhhh!" Desah Raja Dika saat tendangan Agung mendarat di punggungnya, dengan memuncratkan darah dari mulutnya.


Setelah itu Agung melompat menjauh dari Raja Dika yang kesakitan, untuk mengambil jarak agar tidak terlalu dekat padanya.


Baru terkena beberapa serangan dari Agung Raja Dika sudah sulit untuk bangkit kembali, karena serangan dari Agung sudah super kuat apalagi dengan kombinasi api biru abadinya.


Setelah bangkit Raja Dika menembakkan beberapa tombak bayangan yang dikeluarkannya dari telapak tangannya dan tombak bayangan itu mengarah pada tubuh Agung.


Lalu Agung mengalirkan aura kekuatan pedang legenda kutukan ke arah tombak bayangan yang mendekat ke arahnya, kemudian tombak bayangan milik Raja Dika langsung hancur lenyap.


Di sisi lain Aidan mulai sadarkan diri dia melihat ke arah Agung dengan menyipitkan matanya dan dia bingung dengan penampilan baru Agung.


"Apakah itu Agung?" Ucap Aidan lirih dengan ragu-ragu.


Lalu Aidan merubah pandangannya ke arah Raja Dika yang sudah bapak belur dan napas yang sudah mulai ngos-ngosan.


Lalu Agung melesat dari tempat posisinya berdiri, ke arah Raja Dika dan langsung menghempaskan nya dengan menghajar wajah Raja Dika.


Dan raja Dika melesat sambil memuntahkan darah yang sudah bercampur dengan air liurnya dan kemudian dia terhempas di batu tepat pada wajahnya.


Melihat itu Aidan tidak percaya bahwa yang saat ini berada di hadapannya, yang sedang melawan Raja Dika adalah Agung sahabat yang pernah dikenalnya.


Aidan mengamati Agung dari ujung kaki sampai ujung rambut, dengan penampilan yang serba hitam kemerahan itu yang memiliki aura kekuatan yang sangat besar.


Aidan tetap tidak percaya, tapi setelah melihat wajah Agung dan mengamatinya, jadi membuat dia percaya bahwa itu adalah Agung sahabatnya.


Karena kekuatannya yang sudah tidak bisa menandingi Agung, kemudian Raja Dika berubah menjadi sosok naga bersayap dengan kaki dan taring dan memiliki ukuran yang sangat besar.

__ADS_1


Naga itu kemudian melesat ke arah Agung, lalu mencekam menggunakan kuku tajamnya dan Agung menahan itu, dengan cara memegang dua jari pada naga besar itu.


__ADS_2