
Bab 32
Setelah terpelanting jauh, Agung masih bisa bangkit kembali, lalu melompat untuk melancarkan serangan balasan dengan pukulan yang dilapisi Api biru abadi.
Saat Agung berada di udara, petir menyambarnya lagi dan mementalkan nya kembali ke tempat dia barusan terjatuh.
Dan Agung kembali bangkit, kemudian dia berlari untuk mendekati Raja reptil, tapi petir terus menyambar dari langit.
Raja reptil mengangkat tongkat Triangle nya tinggi-tinggi untuk memanggil petir, sambil tersenyum melihat Agung yang kesulitan melewati serangan petir dari langit yang bertubi-tubi.
Agung menghindari satu per satu petir yang menyambar dari langit ke arahnya.
Saat ada kesempatan Agung melompat dan melancarkan pukulan dengan sekuat tenaganya.
Tetapi Raja reptil dapat menahan serangan Agung, dengan menggunakan tombak Triangle nya, saat Raja reptil menahan serangan Agung, Sambaran petir dari langit berhenti menyambar.
Agung kembali mendarat di tanah dan melompat kembali ke arah Raja reptil, lalu raja reptil mengayunkan tombaknya ke badan Agung.
Dan Agung menghindari nya dan berdiri di tombak Triangel Raja reptil, lalu melompat dan menghantam kepala Raja reptil dengan pukulan yang kuat.
Api biru abadi membara di kepala Raja reptil, yang kepalanya ditinju Agung dengan sekuat tenaganya.
Api itu membakar kepala Raja reptil sampai habis, sehingga membuat Raja reptil terjatuh tanpa kepala.
Lalu dari tengah pundak Raja reptil keluar bayangan hitam dan membentuk kembali kepala Raja reptil seperti semula.
Lalu Raja reptil kembali bangkit berdiri dengan tertawa keras yang menggelegar.
Selagi roh para petinggi belum terlepas dari kurungan bayangan hitam yang berbentuk bola, yang ada di dalam tubuhnya tidak hancur.
maka para iblis petinggi itu akan terus meregenerasi bagian tubuh yang hilang dengan sempurna.
"Tidak mungkin." Ucap Agung, yang berdiri dengan napas ngos-ngosan.
Lalu Raja reptil menghunuskan tombak dengan 3 bilah tajam itu mengarah ke Agung, lalu Agung tidak bisa menghindarinya, sehingga perutnya tertusuk oleh salah satu bilah tajam, dari tongkat Triangle Raja reptil.
Agung meringis kesakitan, sambil menarik tubuhnya yang tertancap bilah tombak Raja reptil.
Lalu Raja reptil kembali menghunuskan tombaknya dan Agung menghindar dengan melompat jauh ke belakang.
Setelah berhasil menjaga jarak, Agung memikirkan cara untuk mengalahkan Raja reptil, dengan mengamati semua bagian tubuh Raja reptil dari ujung kaki sampai ujung kepalanya yang botak.
Aliran api di tangan Agung berubah menjadi warna merah, karena tenaga Agung sudah tidak cukup untuk mengaktifkan api biru abadinya.
__ADS_1
Raja reptil mengayunkan tombaknya ke tubuh Agung, Lalu Agung menahan dengan lengannya yang dialiri api merah.
Karena Api merah bukan tandingan dari kekutan tombak petir Triangle yang kuat, jadi Agung terpental.
Untuk mengumpulkan kembali tenaganya, Agung tidak mengaliri tangannya dengan Sihir aliran, jadi dia hanya menghindari semua serangan Raja reptil sampai tenaganya cukup, untuk sihir aliran Api biru abadi.
Karena gerakan Raja reptil yang tidak terlalu cepat, sehingga dapat dihindari semuanya oleh Agung dengan mudah.
****
Raja Aftur dan kedua komandanya sudah muak harus berhadapan dengan, para zombie Spartan yang terus meregenerasi, setelah tubuhnya terpotong.
Raja Aftur mengayunkan pedang ke tubuh zombie spratan yang kekar itu dan mengenai lengannya hingga putus.
Lalu Raja Aftur melirik ke arah Ghost one yang mengendalikan, agar para zombie terus
kembali lagi setelah terpotong.
Kemudian dia bergerak dengan cepat ke arah Ghost one, tapi Zombie separtan langsung menghalangi jalannya.
Para zombie spartan akan memfokuskan pandangannya kepada orang yang mendekati Ghost one dan tidak mempedulikan seseorang yang sedang dilawannya.
Komandan Adri dan Komandan Aleksander berhasil menjatuhkan kedua Spartan dan menebasnya terus, agar tidak menyatu kembali.
Sedangkan Raja Aftur tidak bisa mencincang terus menerus zombie yang dihadapinya, jika dia fokus mencincang maka tidak ada yang akan menyerang Ghost one.
Para zombie Spartan memiliki kemampuan meregenerasi yang sangat cepat, saat bagian tubuh terpotong maka akan tumbuh kembali dengan sangat cepat, hal itu yang membuat Raja Aftur tidak dapat mendekati iblis Ghost one.
Raja Aftur mengaliri selurus tubuhnya dengan listrik, agar dapat bergerak lebih capat daripada zombie Spartan yang dihadapinya.
Dan Raja Aftur mengayunkan pedangnya ke arah zombie Spartan, sehingga membuat zombie itu terpotong setengah badan.
Lalu Raja Aftur bergerak sangat cepat ke arah Ghost one dan langsung memotong kedua tangannya dengan gerakan yang cepat.
Raja Aftur melakukan hal yang sama seperti tadi, setelah memotong kedua tangannya lalu Raja Aftur menyetrum nya.
Mata merah Ghost one meredup lalu kembali menyala merah, saat sadar lagi Ghost one menembakkan bola bayangan dari mulutnya.
Sehingga Raja Aftur yang sedang berdiri dihadapannya terpental mundur kembali ke tempatnya semula.
"Yang mulia," teriak Komandan Aleksander, lalu zombie spartan yang sedang dicincang-cincang olehnya terlepas.
"Alexan--" zombie yang diurus Komandan Adri juga terlepas.
__ADS_1
Lalu ketiga zombie Spartan itu berjejer untuk menghalangi, Raja Aftur dan kedua komandanya agar tidak bisa menyerang Ghost one.
"Tidak hanya para zombie yang gak bisa mati, tapi dia juga gak bisa." Ujar Raja Aftur sambil menunjuk ke arah Ghost one menggunakan pedangnya.
"Lihat dipahanya yang mulia ada semacam simbol lingkarang kecil berwarna hitam," Ujar Komandan Adri dengan menoleh ke arah Raja Aftur.
"Itu hanya tai lalat biasa," Jawab Komandan Aleksander dengan menatap Komandan Adri.
"Itu sepertinya bukan tai lalat biasa," Raja Aftur membantah ucapan Komandan Aleksander.
Lalu kedua komandan itu, menatap Raja Aftur secara bersamaan dengan raut wajah penasaran.
"Awal-awal aku mengalahkannya, tai lalat itu berada di bahunya dan saat lengannya ku potong, ada bayangan hitam yang masuk ke dalam tubuhnya," jelas Raja Aftur.
"Pasti bayangan hitam itu sedang melindungi sesuatu, kalo gitu kita harus mengincar bagian simbol lingkaran hitam, seperti tai lalat itu." Sambung Komandan Adri yang berada di samping kanan Raja Aftur.
"Terus bagaimana cara kita menyingkirkan penghalang yang ada di depan kita?" Tanya Komandan Aleksander.
"Aku ada rencana, mungkin ini akan berhasil," kemudian raja Aftur tersenyum dengan menganggukkan kepalanya.
Lalu Raja Aftur langsung maju sendirian dengan sangat cepat,
"Apa rencananya..." Komandan Aleksander berteriak kepada Raja Aftur yang maju sendirian dengan pergerakan yang cepat.
Lalu Raja Aftur mengayunkan pedang ke arah zombie, saat zombie itu menangkis, kemudian Raja Aftur menyentuh tubuh zombie itu dengan telapak tangannya.
Dan para zombie itu langsung terbakar, karena Raja Aftur mengaliri tubuh zombie itu dengan sihir aliran.
Lalu Raja Aftur melakukan hal yang sama kepada kedua zombie spartan lainnya.
Setelah semuanya terbakar, Raja Aftur menoleh ke arah kedua komandanya dengan tersenyum dan membuka lebar kedua tangannya sambil berkata. "Taraaa! Api unggun seumur hidup, udah jadi."
Kedua komandannya melongo dengan mulut menganga, melihat tindakan konyol yang dilakukan Raja Aftur.
Lalu Raja Aftur menoleh ke arah Ghost one, dengan tatapan sangar dan langsung melesat dengan sangat cepat.
Melihat itu Ghost one panik dan menembakkan bola bayangan yang besar.
Lalu bola itu meledak di hadapannya.
Dan Ghost one tertawa.
Tapi tiba-tiba Raja Aftur muncul dari ledakan itu dan langsung menusuk tembus paha Ghost one dan tepat pada tengah-tengah simbol lingkaran seperti tai lalat.
__ADS_1
Dan Raja Aftur berhasil mengenai bola bayangan yang mengurung roh iblis Ghost one itu.
Kemudian roh itu terlepas pergi ke langit dan tubuh Ghost one buatan Raja Dika menghilang.