
Bab 22
Agung yang sudah suntuk menunggu Aidan dan Juna yang tidak kunjung tiba, dibawah pohon besar di lereng bukit.
Selama berada disana Agung selalu diganggu oleh suara iblis roh yang terus menakuti dan mengancamnya. Tapi Agung tak menghiraukannya dia tetap berada disana sampai Aidan dan Juna tiba.
"Mau sampai kapan kau berada disana bocah?" ujar iblis roh dari atas bukit.
Agung tak menghiraukannya, sehingga membuat iblis roh marah dan melemparkan batu lagi ke arah Agung, tapi Agung masih bisa mengatasinya dengan menghancurkan batu itu dengan tinjunya.
"Baik karena kau terus memaksaku pergi, maka sekarang aku akan menghadapi mu!" Agung lalu beranjak dari bawah pohon dan berjalan mendaki bukit lagi.
"Nekat juga kau bocah." ucap iblis roh dalam hati, sambil tersenyum.
Setelah lama mendaki akhirnya Agung tiba juga di puncak bukit, disana sudah ada iblis roh yang bertubuh tambun dengan bulu berwarna hitam.
Agung yang baru saja tiba di atas bukit itu, langsung di sambut oleh beberapa zombie yang dibangkitkan oleh iblis roh.
Mengingat agung takut dengan zombie yang pernah dikirimnya saat Agung berada di hutan larangan, jadi dia sekarang membangkitkan beberapa zombie lagi.
Dengan kekuatannya, iblis roh bisa membangkitkan orang yang sudah mati menjadi zombie yang dijadikan budak.
Agung bergidik ngeri melihat para zombie, yang sudah memiliki tubuh rapuh dan dikerubungi banyak belatung.
Agung yang tidak memiliki sebuah pedang jadi dia terpaksa menggunakan tangannya untuk menghantam zombie, yang memiliki daging yang busuk.
Baru saja memukul satu zombie, tangannya sudah mengeluarkan aroma busuk, seperti tubuh para zombie.
Agung menahan bau yang sangat busuk itu dan dia terus menghantam para zombie itu menggunakan tangannya.
Agung sudah menjatuhkan beberapa zombie, tetapi gerombolan zombie itu tidak habis habis, karena iblis roh terus menambah zombie yang muncul dari dalam tanah.
Melawan para zombie itu adalah hal yang percuma, mau dilawan berapa banyak pun, zombie itu tidak akan habis, jadi Agung memikirkan cara agar dia bisa berhadapan langsung dengan roh iblis itu dan menghajar iblis yang membangkitkan para zombie itu.
****
Setelah semua urusan di istana selesai Aidan kembali pulang kerumah kecilnya yang masih berada di sekitaran istana, dengan mengajak Juna bersamanya.
Setelah sampai dirumah, Aidan langsung berdandan dengan rapi, karena ingin bertemu dengan seseorang.
__ADS_1
"Kau istirahat disini aja dulu Jun!" ujar Aidan sambil mengacak acak rambutnya.
"Kau mau kemana?" tanya Juna penasaran melihat Aidan yang berdandan rapi seperti mau pergi kondangan.
"Mau ketemu dengan seseorang."
"Bagaimana dengan agung?" tanya Juna yang menghawatirkan agung sejak dia berada di kerajaan bogata.
"Jika kondisi mu sudah sehat kembali, besok kita pergi menemui agung!" Aidan membuka pintu keluar rumahnya.
"Bagaimana jika dia di temui oleh raja iblis naga, seperti kita waktu itu!"
"Jika kondisi kita tidak belum pulih kita tidak akan bisa membantu agung!" Aidan keluar dari rumah kecilnya.
Sebenarnya Aidan masih trauma untuk pergi kesana lagi, karena takut ketemu dengan raja iblis naga yang hampir membuat dirinya dan Juna temannya mati, dengan sangat mudah.
Lalu Aidan berjalan menuju ke bar kerajaan yang dekat dengan istana raja.
Aidan masuk setelah membuka pintu bar, kemudian dia menuju gadis cantik yang memiliki rambut sebahu, dan mengenakan gaun berwarna merah muda, dia adalah Clara pacar yang ditinggalkannya, demi memenuhi keinginan sang raja untuk membantu Agung.
"Hai sayang, apa kabar?" Aidan memanggil Clara dari belakang
"Sayang!" Clara bangkit dari tempat duduknya dan langsung memeluk aidan.
"Aku dengar kamu pergi ke hutan larangan, jadi aku sangat mencemaskan mu, aku tidak ingin kehilangan mu!" ujar Clara sambil menangis di dada aidan yang kekar.
Berita hampir meninggalnya Aidan hanya diketahui oleh orang orang istana, jadi rakyat biasa tidak tau akan hal itu, begitupun dengan Clara.
"Iya aku tidak akan ninggalin kamu lagi kok sayang, lagian aku ini kan seorang prajurit kuat, gak mungkin akan mati secepat itu!" jawab Aidan sambil mengusap usap rambut panjang milik Clara.
"Kamu janji ya gak ninggalin aku lagi!" Clara melepaskan pelukannya lalu dia mengacungkan jari kelingkingnya.
"Iya sayang!" Aidan juga mengacungkan jari kelingkingnya juga.
"Ih gemes deh kamu kalo lagi nangis" ucap Aidan sambil mencubit kedua pipi chubby clara.
Walau sudah hampir mati ditangan raja iblis naga, Aidan tetap berlagak sok kuat dihadapan Clara. Begitulah cowok, jadi buat para readers cewek, jika memiliki pasangan seperti Aidan itu pertanda cowok kamu sayang, karena dia nggak mau kamu mencemaskan dia, bukannya sok kuat.
Kemudian mereka duduk di meja yang telah dipesan Clara dengan kursi yang berhadapan.
__ADS_1
Aidan menceritakan semua kejadian saat petualangannya bersama Agung di hutan larangan kepada Clara.
"Lalu sekarang agung di mana sayang?" tanya Clara dengan tersenyum.
"Agung masih berada disana sayang." Aidan mengatakannya dengan ragu ragu.
"Kenapa bisa Agung masih berada disana?" tanya Clara dengan raut wajah serius.
"Udah kamu lupakan agung! ayo kita makan!" Aidan mengangkat gelasnya untuk bersulang dengan Clara.
"Kamu janji gak akan kesana lagi kan sayang?" Clara menatap Aidan dengan mata yang berbinar binar.
Kemudian Aidan meletakkan kembali gelasnya di atas meja, lalu dia meraih tangan Clara yang kecil dan dingin.
"Sayang mau pergi kemanapun aku, pasti nanti aku akan kembali lagi, kamu tenang aja, pacar kamu ini kuat!" ujar Aidan sambil tersenyum.
Clara lalu mengeluarkan butir butir air dari matanya lagi.
"Udah dong jangan nangis terus! katanya mau ngerayain kedatangan ku, masak mau nangis terus." Aidan mengelap air mata yang ada di wajah Clara dengan lembut.
Kemudian mereka melanjutkan makan dan minumnya hingga larut malam.
Setelah melepas semua kerinduan, mereka pulang, Aidan mengantarkan Clara hingga sampai kerumahnya, baru kemudian dia pulang ke rumah kecilnya.
Aidan membuka pintu rumahnya yang gak dikunci.
Lalu Aidan mengetuk pintu kamar Juna. Tetapi tidak ada respon dari Juna.
"Jun ..Juna..."
Tatap tidak ada respon, kemudian Aidan membuka pintunya yang ternyata juga tidak dikunci.
Aidan kaget saat melihat kamarnya kosong tidak ada Juna didalamnya. Padahal sebelum pergi berkencan dengan Clara, dia sudah menyuruhnya untuk istirahat terlebih dahulu.
Tanpa berpikir panjang lagi Aidan sudah tahu pasti Juna kabur untuk menyusul Agung.
Kemudian Aidan kembali keluar dari rumahnya, dan mencari juna di sekitaran pasar dan perumahan rakyat, tapi Juna tidak ada.
Lalu Aidan pergi ke istana, untuk menanyakan dimana keberadaan Juna, pada raja Aftur.
__ADS_1