Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Kekalahan Seluruh Para Petinggi


__ADS_3

Bab 36


"Untung saja aku datang tepat waktu," ucap Komandan Aleksander sambil membuang napas lega.


Lalu dia berdiri, kemudian dia mengangkat tubuh Agung yang mendapatkan luka tusukan, tapi tidak separah Juna.


Lalu Agung dibaringkan sebelahan dengan Juna yang berbaring dengan memiliki tiga tusukan di punggungnya, karena dampak dari tombak Raja reptil.


Setelah itu Komandan Aleksander bersiul dan kudanya langsung berlari menujunya, kemudian kudanya berhenti di sebelahnya.


"Kalian berdua, bertahan dulu, jangan mati, aku nanti akan kembali lagi setelah membantu Aidan." Ucap Komandan Aleksander kepada Agung dan Juna yang sedang tak sadarkan diri.


"Pasti Aidan gak jauh dari sini, aku harus mencarinya segera." Komandan Aleksander menaiki kudanya dan melaju dengan cepat sambil celingukan.


****


"Kwang ajwar kwau," umpat Iblis kera yang mulutnya disumpel pedang Aidan.


"Kau ngomong apa." Ejek Aidan sambil tertawa.


Lalu iblis kera menurunkan tangannya sebelah. Dan dia menarik tombaknya yang tertancap tidak jauh darinya.


Tombak yang memiliki bilah tajam itu terbang menuju iblis kera yang mulutnya dikorek-korek oleh Aidan.


Lalu tombak yang melayang itu dirubah jalurnya untuk melaju menuju ke arah Aidan.


Tombak melesat dengan sangat cepat.


Aidan yang sedang terus mengorek-ngorek mulut iblis kera. Menyadari adanya gerakan tombak iblis kera yang mengarah padanya.


Lalu Aidan langsung menghindarinya dan tombak itu tidak mengenai Aidan dan hanya melintas di sebelahnya.


Dan iblis kera sudah terbebas dari pedang Aidan dan mulutnya meregenerasi kembali. Dia juga sudah memegang tombaknya.


Iblis kera melancarkan tusukan tombak ke Aidan yang berada dihadapannya.


Aidan menghindarinya, saat ditusuk lagi Aidan menepisnya.


"Aidan cari simbol lingkaran hitam dan hancurkan bola bayangan yang ada di dalamnya."


Suara itu berasal dari Komandan Aleksander yang menunggangi kuda kearahnya.


Lalu Aidan melirik sambil menahan segala serangan dari iblis kera. "Komandan!"


Karena iblis kera menggunakan baju perang besi, jadi sulit untuk Aidan menemukan simbol lingkaran hitam pada tubuh iblis kera.

__ADS_1


Lalu Aidan mengeluarkan jurus andalannya, untuk menghancurkan zirah besi yang hampir hancur. Karena zirah besi itu juga sudah dibuat bolong oleh Aidan.


Aidan menyabit-nyabit kan pedangnya ke zirah besi iblis kera, sehingga membuat zirah besi itu terlepas dan jatuh.


Saat zirah itu jatuh Aidan langsung menemukan lingkaran hitam tepat pada dada iblis kera. Dan Aidan langsung menusuknya sehingga, bola bayangan yang mengurung rohnya ikut hancur. Roh dari iblis kera melayang ke langit.


Aidan membuang napas lega setelah sekian lama bertarung dengannya akhirnya dapat menang juga.


Lalu Komandan Aleksander turun dari kuda


dan berjalan mendekati Aidan yang sedang mengatur napasnya yang tidak beraturan.


"Ndan... Ayo kita balik! Teman-temanmu saat ini sedang terluka parah." Ucap Komandan Aleksander kepada Aidan.


Sontak Aidan kaget dan langsung menatap tajam ke Komandan Aleksander. "Dimana sekarang keberadaan Agung dan Juna komandan?"


"Ayo ikut aku!" Seru Komandan Aleksander.


Lalu Komandan Aleksander kembali menaiki kudanya dan Aidan mengikuti dengan duduk di belakang.


Dan mereka melaju dengan cepat menuju ke tempat Agung dan Juna tadi berada.


Aidan dan Komandan Aleksander menaikan Agung dan Juna ke atas kuda. Lalu mereka berjalan dengan menuntun kuda yang membawa Agung dan Juna.


****


Komandan Adri diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari Raja Aftur, karena dia sedang fokus untuk mencari lokasi tempat Aidan berada.


Dan akhirnya Komandan Adri berhasil menemukan keberadaan Aidan. "Aku menemukannya yang mulia," ucap Komandan Adri kepada Raja Aftur yang sudah lelah menunggunya.


"Sambungkan aku padanya!"


Lalu Komandan Adri menyambungkan panggilan yang akan dilakukannya, kepada Raja Aftur.


"Aidan apa kau sedang berhadapan, dengan iblis yang sulit untuk mati?" Tanya Raja reptil melalui panggilan telepati.


"Tadi iya, tapi sekarang iblisnya sudah ku kalahkan," jawab Aidan.


Lalu Komandan Adri yang mendengarkan juga melalui telepati terkejut, dengan kemampuan Aidan yang bisa menemukan kelemahan musuh.


Dan mereka sudah terlihat jauh di depan dengan menuntun kuda.


"Woi... Oi... Oi." Teriak komandan Aleksander sambil melambaikan tangan.


"Itukan Aleksander, bagaimana dia bisa bersama Aidan yang lain apa dia yang sudah membantu mereka," ucap Raja Aftur dengan bingung melihat Komandan Aleksander yang sudah bersama Agung, Aidan dan Juna.

__ADS_1


Lalu mereka berempat telah tiba ke tempat Raja Aftur dan yang lainnya.


"Kenapa mereka berdua?" Tanya Raja Aftur saat melihat Agung, dan Juna yang Semampir di atas kuda.


"Mereka terluka setelah menghadapi iblis yang mulia," jawab Komandan Aleksander.


"Kalo gitu kita harus bergegas kembali ke kerajaan untuk mengobatinya," ujar Raja Aftur.


Aidan sedari tadi bingung dengan melihat kekasihnya Clara yang bersama dengan Komandan Adri. "Yang mulia, kenapa Clara ada di sini juga?"


"Kami menemukannya di hutan... Menurut pengakuannya tadi, dia kesini untuk mencari mu," jawab Raja Aftur dengan menoleh ke Clara yang tersipu malu dengan menundukkan kepala.


Lalu Aidan melihat ke arah Clara dan Clara melirik, lalu tersenyum. Aidan juga sontak


tersenyum.


Kemudian mereka kembali pulang dengan memasuki hutan larangan lagi.


Raja Aftur pulang dengan membonceng kedua komandanya naik di atas kudanya.


Dan Aidan boncengan berdua dengan Clara manaiki kuda milik Komandan Adri.


Mereka semua jalan mengiringi Agung dan Juna yang menaiki kuda Komandan Aleksander.


Tak memakan waktu lama mereka telah keluar dari hutan larangan. Kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kerajaan bogata.


Setelah sampai ke istana Raja Aftur langsung memerintahkan para prajurit yang berada di luar istana untuk membawa Agung dan Juna ke dalam.


Para prajurit itu kemudian mengangkat Agung dan Juna menuju ke ruang perawatan yang berada di dalam istana, agar dapat segera ditangani oleh tabib kerajaan yang ahli dalam berbagai hal penyakit.


Aidan dan Clara tidak berhenti di depan istana, mereka terus lanjut melaju menuju taman bunga yang berada di belakang istana.


Aidan ingin melepas kerinduannya kepada Clara dengan mengajaknya ke taman. Dan Aidan ingin membicarakan sesuatu kepada Clara.


****


Di atas bukit Raja Dika sudah sangat marah dengan ke kalahan para petingginya yang telah dibangkitkannya kembali menggunakan sihir yang memerlukan 'Mana' yang banyak.


"Sepertinya emang aku yang harus mengurus mereka semua sendiri." 


"Andai dulu ayah mewariskan pedang legenda kutukan padaku, pasti aku akan menjadi orang terkuat di dunia dan tidak akan ada yang bisa mengalahkanku," ucap Raja Dika sambil memandangi sebuah pedang yang panjang dan tertancap di atas batu.


Dan Raja Dika kembali bertapa agar semua tenaganya yang telah digunakan dapat pulih kembali.


Agar dia dapat menghadapi kelompok penyerang dari kerajaan bogata.

__ADS_1


__ADS_2