Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Kekuatan Pedang Legenda Kutukan


__ADS_3

Bab 42


"Kau tidak perlu sedih bocah! Karena kalian semua akan ku bunuh, jadi tenang saja." Raja Dika melayang mendekati Agung.


"Sebelum sampai di sini, aku sudah siap untuk mati! Bahkan aku sudah pernah mati." Agung memasang posisi siaga dengan kuda-kuda dan mengepalkan tangan depan dada.


Raja Dika mengangkat satu tangannya ke depan dan mengarahkannya pada Agung yang dalam posisi siap siaga itu. "Kalo gitu akan ku buat mati mu jadi mudah! Dan tidak terlalu menyakitkan!"


"Black Shadow," Raja Dika menembakkan tombak bayangan hitam dari telapak tangannya.


Dan tiba-tiba muncul Komandan Adri dengan menggunakan kekuatan dari pedang legenda kutukan, dan dia datang dengan memotong lengan Raja Dika yang mengeluarkan tombak bayangan.


"Kau!" Ucap Raja Dika dengan mengerutkan dahinya.


Komandan Adri mengarahkan tangannya kepada Raja Dika yang melayang, sontak Raja Dika terhempas dengan keras dan menatap tanah.


Raja Dika meringis kesakitan dengan mengeluarkan darah yang banyak, karena dampak tangannya yang putus.


Walau Raja Dika penguasa bayangan hitam tapi kalo tangan patah ya tetap patah dan tidak dapat tersambung kembali.


Raja Dika kembali bangkit dengan tangan buntung, sambil menatap tajam ke arah Komandan Adri yang sudah memiliki penampilan yang berbeda.


Lalu Komandan Adri mendarat di atas batu tempat Agung dan Aidan berada.


"Sepertinya aku mengenal mu, kau anak dari Raja iblis naga pertama bukan?" Tanya Komandan Adri yang telah dikendalikan Roh yang ada di dalam pedang legenda kutukan.


Raja Dika tersenyum lebar setelah mendengar pertanyaan Komandan Adri. "Iya aku lah anak dari Raja Iblis naga pertama!"


Komandan Adri tertawa. "Kalo gitu aku akan membunuh mu, untuk membalas dendam terhadap penghianatan ayah mu dulu!"


"Aku tidak ada hubungannya dengan yang pernah dilakukan oleh ayah ku dulu dan aku juga tidak ingin berurusan dengan mu!" Ujar Raja Dika.


"Aku tidak peduli, aku akan membunuh semua Raja iblis yang berasal dari ras naga." Bantah Roh yang berada di dalam Komandan Adri.

__ADS_1


"Roh yang mulia, kenapa kau mau berkorban untuk ras manusia yang lemah ini?"


Komandan Adri mendengus dan tertawa. "Kenapa aku membantu anak ini, ya karena aku ingin membunuhmu."


"Aku akan membunuh mu!" Komandan Adri mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya ke arah tempat Raja Dika berdiri.


Kilatan sabitan dengan sangat cepat merambat ke arah Raja Dika.


"Shadow wall!" Raja Dika mengeluarkan bayangan yang dijadikannya sebagai benteng untuk menahan serangan Dari pedang legenda kutukan itu.


Dinding bayangan tebal milik Raja Dika tidak ada apa-apanya dan hancur setelah ditabrak serangan Komandan Adri.


Setelah dinding bayangannya hancur, sontak Raja Dika langsung roling ke samping untuk menghindari serangan kuat dari kekuatan pedang legenda kutukan.


Dan cahaya efek pedang yang melengkung itu menabrak tanah yang menjadi tumpuan Raja Dika tadi dan tanah itu meninggalkan bekas garisan panjang yang dalam.


"Hah!" Raja Dika menjadi sangat panik setelah melihat sedikit kekuatan dari Roh yang ada di dalam Pedang Legenda kutukan.


Komandan Adri yang sedang dikendalikan oleh Roh pedang legenda kutukan kembali mengangkat pedangnya.


Lalu Komandan Adri berhenti untuk mengayunkan pedang dengan bilah tajam yang tidak memiliki sarung itu. "Jadi setelah dia tidak menggunakan ku lagi, dia mati!"


Ayah Raja Dika merupakan iblis pengguna pedang legenda kutukan pertama kali, karena usianya yang sudah 1000 tahun tubuhnya melemah, sehingga dia meninggalkan pedang Legenda kutukan itu tertancap di batu yang berada di atas bukit.


Karena telah ditinggalkan oleh Raja iblis naga pertama, roh yang berada di dalam pedang Legenda kutukan merasa bahwa dirinya telah ditinggalkan dan dikhianati oleh Raja iblis pertama, jadi dia bersumpah untuk tidak akan pernah lagi melayani keturunan Raja Iblis naga, begitupun dengan iblis naga lainnya.


Sehingga hanya manusia saja yang dapat dikendalikan olehnya, sebelum subjek yang dikendalikannya mati, maka dia tidak akan keluar dari tubuh seseorang itu.


Roh yang ada di dalam pedang legenda kutukan ingin memanfaatkan manusia untuk hasrat berkelahinya saja, jadi saat ada orang yang memegang pedang itu, dia akan mengendalikannya dan menyerang secara membabi buta.


Saat Komandan Adri sedang lengah, Raja Dika mengeluarkan bayangan dari belakang Komandan Adri dan akan menusuknya.


Tapi Raja Dika telah melupakan seorang yang masih sadar dan menyimak semuanya.

__ADS_1


Dia adalah Agung yang berada di belakang Komandan Adri dan melindungi Aidan. Dan Agung langsung membantu Komandan Adri dengan menepis tombak bayangan yang hendak menusuknya dari belakang.


Sontak Komandan Adri membalik badan ke belakang dan menghempaskan Agung dengan menggunakan satu tangannya. "Apa yang kau lakukan bocah? Beraninya kau, mau menyerang ku dari belakang!"


Sekali hantaman saja Agung terhempas jauh dan menghantam tanah dengan sangat keras.


"Aku mencium sepertinya ada aroma iblis dari anak ini!" Ucap Roh yang merasuki Komandan Adri sambil melihat ke arah Aidan yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Sepertinya aku harus membunuh mu dulu, baru kemudian Iblis itu!" Kemudian Komandan Adri menoleh ke arah Raja Dika.


Lalu Komandan Adri mengangkat pedangnya dan siap untuk menghunuskannya ke tubuh Aidan yang terbaring.


Agung bangkit dengan mengelap bibirnya yang berdarah setelah menatap tanah dengan keras, kemudian dia melesat ke atas batu, untuk menyelamatkan Aidan.


Setelah sampai di atas batu Agung langsung menahan serangan pedang Komandan Adri dengan dua tangan yang telah dialiri sihir api biru abadi.


Tapi kekuatan Agung tidak berguna dihadapan Kekuatan dari Pedang Legenda kutukan.


Agung dihentakan oleh komandan Adri sehingga dia kembali terjatuh dari atas batu.


Tapi mental Agung masih kuat dia kembali naik ke atas batu, untuk melindungi Aidan, walau sudah tak kuat lagi untuk berdiri.


"Aku suka dengan semangat mu, kau tidak mengenal kapan harus menyerah!" Komandan Adri tertawa lepas.


Agung tetap berdiri dengan memasang kuda-kuda dan posisi tangan yang sudah siap siaga.


"Sepertinya kau tidak ingin aku membunuh teman mu, maka aku akan memberi mu waktu untuk mati bersama teman mu, setelah aku mengurus iblis tua itu!"


Komandan Adri melompat dari atas batu.


Agung lega melihat Komandan Adri yang meninggalkannya.


Di sisi lain Raja Dika kembali panik melihat Roh pedang legenda kutukan, kembali menyerangnya.

__ADS_1


Komandan Adri mengayunkan pedangnya, tapi Raja Dika berhasil mengelakkan serangan itu dari kepalanya.


Sontak batu besar yang berada di belakang Raja Dika hancur lebur berkeping-keping.


__ADS_2