
Bab 35
Setelah perjalanan jauh akhirnya Raja Aftur dan kedua komandanya telah sampai di ujung hutan larangan.
Setelah itu Raja Aftur menoleh kearah Komandan Adri yang sedang bersama dengan Clara. "Adri Coba kamu hubungkan panggilan telepati kepada Aidan! aku yakin sekarang dia sedang kesulitan menghadapi iblis yang dilawannya."
Karena Aidan prajurit jadi bisa melakukan panggilan melalui telepati, karena para prajurit kerajaan bisa melakukan panggilan telepati dengan prajurit kerajaan lain.
Komandan Adri menganggukan kepalanya kemudian berkata dengan santai. "Baik yang mulia, aku akan langsung menghubungi Aidan."
Karena keberadaan dari Aidan belum diketahui pasti, jadi untuk melakukan panggilan telepati membutuhkan waktu agak lama.
Komandan Adri memegang telinga sebelah, sambil terus mencari lokasi keberadaan Aidan dengan mendeteksinya menggunakan telepati.
"Yang mulia bagaimana jika aku mencarinya secara langsung, siapa tau aku bisa ketemu dengan Aidan atau teman-temannya." Ujar Komandan Aleksander dengan menatap Raja Aftur Yang sedang menunggu jawaban dari Komandan Adri.
Lalu Raja Aftur menoleh ke arah Komandan Aleksander yang berada di sampingnya dan berkata. "Jika itu mau mu, maka laksanakan lah!"
Dan Komandan Adri berjalan menunggangi kuda di Padang rumput yang wilayahnya luas dan memiliki tanah yang tidak datar jadi untuk mencarinya juga sulit.
****
Saat ini Juna sedang bingung menghadapi Raja reptil, sambil melindungi Agung yang pingsan tak sadarkan diri di tengah-tengah pertarungan.
Raja reptil senang melihat kegelisahan dari Juna, jadi dia terus melemparkan Tombak Triangel ke arah Agung setelah di ambilnya kembali.
Ketika Raja reptil melempar tombaknya Juna langsung menepis tombak tersebut, agar tidak mengenai Agung.
Saat tombak itu di tepis, tombak itu tidak berhenti di sekitaran Agung tapi terpental jauh dari Agung.
Karena Juna hanya merubah laju dari tombak yang melesat cepat itu.
Setelah itu Juna kembali menghadapi Raja reptil yang menyerangnya dengan tangan kosong.
Walau dengan tangan kosong Raja reptil dapat melawan Juna dengan kulit yang keras dan tenaga yang besar.
Di awal kemunculan, Raja reptil juga tidak menggunakan tombak Triangle, dan dia hanya menggunakan tangan kosong, tapi sudah sangat OP.
Setelah mencapai tombaknya Lalu, Raja reptil mencabut tombaknya dan melemparkannya kembali ke arah Agung dan Juna kembali menepisnya.
__ADS_1
"Gung bangun... Gung aku gak bisa harus begini terus," teriak Juna untuk membangunkan Agung sambil menahan beberapa pukulan dengan pedangnya.
Dan Raja reptil berhasil meraih tombaknya, lalu melemparnya ke arah Agung, dan Juna
melesat lalu menepis tombak itu sehingga membuat tombak itu terpental jauh lagi.
Saat setelah menepis, Juna berada di dekat Agung, jadi dia mendapatkan itu untuk membangunkan Agung.
"Woi bangun, kalo mau pingsan jangan disini, aku jadi sulit untuk menghadapinya." Ucap Juna ambil menendang pelan kepala Agung.
Lalu Raja reptil maju menyerang Juna dengan tangan kosong.
"Woi bangun... Kampret!" Teriak Juna sambil menghadapi Raja reptil.
Raja reptil tertawa mendengar Teriakan Juna, dengan terus menyerangnya menggunakan pukulan.
Komandan Aleksander yang berada di dekat pertarungan Juna dan Raja reptil. Dia tidak sengaja mendengar kata "kampret." Dari tanjakan yang ada dihadapannya.
"Hah... Kampret." Gumam Komandan Aleksander yang sedang bingung, lalu dia menaiki tanjakan yang ada di depannya.
Setelah berada di atas tanah yang menonjol itu, komandan Aleksander terus berjalan dengan menunggangi kuda, tak lama berjalan Komandan Aleksander sudah berada di ujung gundukan itu.
Dan Komandan Aleksander melompat dari kudanya yang berada di atas tanah yang lebih tinggi dibandingkan Juna.
Raja reptil menghempaskan Juna dengan, tombak Triangel nya setelah mengambilnya kembali setelah dilemparkan.
Juna terhempas jauh, kemudian melihat Raja reptil yang melemparkan tombaknya ke arah Agung.
"Agung!" Teriak Juna dari kejauhan karena telah dicampakkan tombak Raja reptil.
Saat tombak itu hampir mengenai Agung yang terbaring tak sadarkan diri, Komandan Aleksander datang dan membendung tombak milik Raja reptil.
Melihat itu Raja reptil melompat dan mengarahkan tinjuan ke arah Komandan Aleksander.
Komandan Aleksander menahan pukulan itu menggunakan pedang yang telah dilapisi aliran listrik.
"siapa kau? Apakah kau udah bosan untuk hidup!" Raja reptil menambahkan tenaga pada pukulannya.
Komandan Aleksander kalah beradu kekuatan dengan Raja reptil sehingga, dia terhempas jauh kebelakang dengan pedang yang terlepas dari tangannya.
__ADS_1
Lalu Raja reptil berjalan ke arah Komandan Aleksander dengan, tatapan penuh amarah setelah mencabut pedang yang tertancap di sebelah tubuh Agung.
Komandan Aleksander gelisah saat melihat Raja reptil mendekat dengan membawa tombak di tangannya.
Dia mencoba menggapai pedang yang tergeletak di sebelahnya, namun tidak dapat digapai dengan menggunakan tangannya.
Komandan Aleksander lalu melirik ke arah bawah ketiak Raja reptil dan melihat simbol lingkarang hitam.
"Oi... kau teman Aidan, tebas lingkaran hitam dibawah ketiak iblis itu!" Teriak Komandan Aleksander dengan melihat ke arah Juna yang tergeletak.
"Apa." Ucap kaget Raja reptil sambil menoleh ke arah Juna yang sudah siap dengan pedangnya, untuk menebas tepat dilingkaran hitam bawah ketiaknya.
Juna melesat dengan membawa pedangnya bersamanya, ke arah tempat Raja reptil.
"Aku tidak akan membiarkanmu, menghancurkan kehidupanku," Raja reptil memindahkan bola bayangan yang mengurung rohnya.
Saat Juna sudah menebas di bawah ketiak Raja reptil, namun tidak terjadi apa-apa.
Dan iblis Raja reptil menusuk punggung Juna dengan menggunakan tombak Triangle.
"Agggghhhh." Teriak kesakitan Juna karena punggungnya yang ditusuk menggunakan tombak.
Sontak Agung membuka matanya mendengar teriakan Keras dari Juna. Dan Agung tanpa sadar telah mengaliri tinjunya dengan api abadinya.
Lalu Komandan Aleksander menoleh ke arah Agung yang memasang wajah marah ketika mendengar jerit kesakitan Juna. Kemudian Komandan Aleksander berteriak keras. "Agung serang dia, di bagian simbol lingkaran hitam pada perutnya."
Simbol lingkaran itu sedang berusaha di pindahkan oleh Raja reptil dan sekarang telah sampai diperutnya.
Dan Agung bangkit berdiri, lalu melompat ke dekat Raja reptil. Dan Agung langsung memukul Raja reptil tepat pada perutnya.
Pukulan Agung menembus perut Raja Reptil, dengan tangan Agung yang sudah memegang bola bayangan Raja iblis yang mengurung Roh iblis Raja reptil.
Lalu Agung meremas dengan kuat bola bayangan itu, sehingga membuatnya hancur dan Roh dari Iblis Raja reptil terbang ke langit.
Dan tubuh Raja reptil yang dibuat oleh Raja
iblis naga atau Raja Dika ini menghilang seketika.
Setelah itu Agung kembali pingsan dengan tangan ke depan sebelah, seperti orang lagi lancang depan.
__ADS_1
Lalu Juna membuang napas lega. Dan berbaring memejamkan matanya, agar tidak merasakan Rasa sakit yang dibuat oleh tusukan tombak Triangel Raja reptil.