Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Kekuatan Baru Aidan


__ADS_3

Bab 26


"Pergi kau, kedalam hutan larangan, lalu habisin orang dengan mata biru itu," ucap Raja Dika dengan membalikan badan ke arah Ghost one yang sedang menahan sakit, dengan memegang bekas dari serangan Raja Dika.


"Baik bos...aku akan kesana sekarang juga." Lalu Ghost one terbang ke hutan larangan, menggunakan sayap bayangan hitam yang muncul dari punggungnya.


Sangking kangennya Raja Dika pada kekutan mata iblis lamanya, jadi dia menyuruh Ghost one agar dapat melihat kekuatan dari mata iblis itu lagi.


Raja Dika terkekeh, melihat kekuatan lamanya yang akan kembali di tangannya cepat atau lambat.


****


Di dalam hutan larangan Aidan terus berlari dengan sangat cepat, dalam mode iblisnya, sehingga dia mengeluarkan cahaya, dari matanya yang biru dan bersinar sangat terang.


Dalam mode iblis ini lah yang membuat Aidan dapat terlihat dari atas bukit.


Tiba-tiba melesat Ghost one dari atas langit dan menabrak Aidan yang sedang berlari.


Dengan mode iblisnya Aidan dapat menghindari serangan dadakan dari langit itu dengan mudah.


Ghost one tertawa keras setelah menabrak Aidan dengan sangat kuat.


"Siapa kau?" Aidan sudah berada di belakang Ghost one dengan berkacak pinggang.


"Tidak mungkin...aku sudah menabrak mu, dengan sangat keras," Ghost one kaget melihat sosok Aidan yang sudah berada di belakangnya tanpa luka sedikit pun.


"Kau belum menjawab, pertanyaan awal ku." Ujar Aidan dengan wajah santai, menatap iblis berbadan tambun itu.


"Ahhh...kau tidak perlu tahu siapa aku," lalu Ghost one mengamati mata biru Aidan yang bersinar. "Mata itu...bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan mata itu?" Gumam kaget Ghost one, saat melihat mata lama dari Raja Dika yang ada pada Aidan.


"Hei Bocah! dari mana kau mendapatkan mata itu?" Tanya Ghost one penasaran.


"Ahhh...kau tidak perlu tahu di mana aku dapat mataku," jawab Aidan tersenyum.


Setelah mendengar itu Wajah Ghost one memanas.


Kemudian dia melancarkan serangannya ke arah Aidan. "Black Shadow." Bayangan hitam keluar dari bawah kaki Ghost one. "Black mamba," bayangan itu lalu berubah menjadi ular.


Aidan menarik pedangnya dan menempatkannya di depan dadanya. "Ryuken sword," Aidan melompat dengan mengayunkan pedangnya di leher ular bayangan itu.


Saat terkena serangan pedang dari Aidan ular bayangan langsung meledak.


"A lot shadow," Ghost one mengeluarkan bayangan yang banyak, dengan bentuk menyerupai binatang hutan.


Aidan kembali menyabitkan pedangnya kepada bayangan itu satu persatu.

__ADS_1


"Tidak mungkin, semua bayangan ku 'kan habis kalo begini," ucap panik Ghost one yang saat ini mulai kehabisan tenaga.


Ghost one sudah tidak bisa mengeluarkan bayangan lagi, semua tenaganya sudah habis, karena pertempuran terakhirnya dengan Agung banyak menguras tenaganya.


"Baik aku akan mengakhiri penderitaan mu sekarang juga." Aidan mengalirkan kekuatannya ke pedang, sehingga di pedangnya mengalir aura biru dari mutiara biru.


"Sword pristel," Aidan melompat ke udara, lalu salto depan dengan mengayunkan pedangnya, kemudian membelah tubuh Ghost one menjadi dua.


Pertarungan telah selesai dengan pemenang diraih oleh Aidan, dengan kekuatan mata iblis yang didapatkan dari mutiara biru.


Aidan kembali melanjutkan perjalanan


Menuju ke bukit, dengan menggunakan mode iblisnya.


Di perjalanan Aidan terus memikirkan Juna dan Agung, yang kabarnya saat ini belum pasti.


Aidan takut Agung dan Juna akan mati, jika berhadapan dengan Raja Dika secara langsung.


Jadi Aidan berharap agar teman-temannya menunggunya dulu, dan berharap saat ini temannya berada di tempat yang aman dari Raja Dika dan para budak iblisnya.


****


Agung tersadarkan dari pingsannya, dengan kondisi tubuh yang lemas karena selama dia berada di bukit, Agung belum ada mengisi perutnya dengan makanan sedikit pun.


Dengan tubuh yang lemes Agung berjalan keluar dari markas pohon milik raja reptil, dengan samar-samar Agung dapat mengenali tempat ini.


"Juna."


"Juna."


****


Dalam mode iblisnya Aidan dapat mendengar suara teriakan pelan, dari seseorang yang suaranya tidak asing di telinganya.


"Kayak, suara agung." lalu Aidan berlari menuju arah suara Agung berasal.


Setelah lama mengikuti arah suara, Aidan menemukan Agung yang sedang berjalan tertatih-tatih.


"Agung." Aidan berlari mendekati Agung dengan mode iblisnya.


Agung menoleh ke suara yang memanggilnya lalu berkata dengan suara lirih. "Aidan." Setelah itu Agung langsung kembali pingsan.


Aidan dengan cepat menahan Agung saat jatuh, dengan menggunakan kedua tangannya.


Saat Aidan menangkap Agung munculah Juna dari semak-semak.

__ADS_1


Dan Aidan langsung diserang oleh Juna, karena mengira Aidan musuh.


Juna tidak mengenali Aidan yang dalam wujud iblisnya saat ini.


Pedang tajam mengarah ke tubuh Aidan, Aidan menepis sambil berkata dengan nada yang rendah. "Ini aku...Aidan."


Juna tidak percaya dengan Aidan yang wujudnya seperti iblis, karena semua yang tidak mungkin, bisa dilakukan oleh iblis di hutan larangan ini.


"Jangan kau ngaku-ngaku sebagai Aidan temanku." Ujar Juna dengan menautkan alisnya.


"Baiklah jika itu mau mu, maka aku akan melawan mu sambil mengetes seberapa kuat nya dirimu."


Juna sangat marah dan tidak berhenti untuk terus menyerang, karena Juna mengira bahwa Aidan adalah iblis yang akan menculik Agung.


****


Ketiga kuda yang melaju dengan cepat telah memasuki hutan larangan, ketiga kuda ini ditunggangi oleh Raja Aftur, Komandan Adri dan Komandan Aleksander.


Raja Aftur hatinya tak kalah seneng dengan Raja Dika, karena dia juga bangga jika memiliki Aidan yang kuat, sehingga keamanan di kerajaannya tidak diragukan lagi.


Kemudian Raja Aftur menoleh ke kanan dan kiri, kemudian berkata.


"Kalian berdua! gimana kekuatan Aidan sekarang! apakah sangat  luar biasa?" Tanya Raja Aftur sambil tertawa lepas.


Komandan Adri dan Komandan Aleksander saling tatap, setelah mendengar pertanyaan dari rajanya yang berada di antara mereka.


Kemudian Komandan Adri memberikan kode dengan mengangkat kepalanya kepada Komandan Aleksander, agar dia yang menjawab pertanyaan dari Raja Aftur.


"Aidan sangat luar biasa Raja, sampai-sampai membuat Kami dan 20 prajurit kerajaan bukan tandingan dari Aidan." Ucap Komandan Aleksander sambil menoleh ke arah Raja Aftur dengan tersenyum.


Mendengar itu Raja Aftur tertawa keras sambil menunggangi kudanya.


"Kalian sangatlah payah, begitu aja kalian tidak bisa." Raja Aftur terkekeh.


Kedua komandan itu hanya tersenyum dengan menunduk 'kan kepala.


"Aku tidak akan membiarkan Iblis busuk itu mendapatkan kekuatannya kembali," Raja Aftur mengepalkan tinjunya dan memasang wajah sangarnya.


Komandan Adri dan Komandan Aleksander kembali pandang-pandangan melihat tingkah aneh dari rajanya.


****


Setelah melihat kekuatan dari mata iblisnya kembali, yang telah dicuri dan dimasukan ke dalam sebuah mutiara, oleh Raja Altar Ayah dari Raja Aftur.


Raja Dika tidak bisa menahan senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Ternyata kau tidak melemah sedikit pun...."


"Aku akan menunggumu di sini...."


__ADS_2