Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Pergerakan dari Raja Dika


__ADS_3

Bab 28


"Sepertinya ini mulai menarik, para bangsawan bekerja sama dengan para ksatria untuk melawan ku." Gumam Raja Dika dengan tertawa.


Raja Dika telah mengetahui siapa-siapa saja yang akan melawannya.


Lalu Raja Dika mengamati setiap orang yang berada di dalam hutan larangan.


"Kuat juga siluman macan putih itu, bisa selamat dari jurus, bunsin boom ku."


"Dan temanya yang satunya, sepertinya selamat, berkat kekuatan mata iblis milik ku," ujar Raja Dika dengan melihat Juna dan Aidan bergantian.


Lalu dia memperhatikan ke arah Agung yang bersama Juna dan Aidan seraya berkata.


"Siapa sebenarnya kau? kenapa kau bisa mengalahkan para petinggi hebatku dan bisa selamat dari serangan ku?"


Lalu Raja Dika merubah arah penglihatan ke tepi sungai dan melihat Raja Aftur dan kedua komandanya yang lagi istirahat di sana seraya berkata.


"Raja Aftur sepertinya kau mulai berani menantang ku." Lalu Raja Dika melepaskan tawanya dengan sangat keras.


"Kalo gitu aku akan menghargai usaha kalian semua."


"Roh shadow black," Raja Dika mengeluarkan jurus sambil mengangkat sebelah tangannya ke atas.


Dari bawah tanah muncul 3 bayangan hitam yang masing-masing dari bayangan membawa roh yang berwarna biru seperti asap.


Lalu ketiga bayangan itu berpisah, dua pergi ke hutan larangan dan yang satunya diam saja di atas bukit.


Lalu bayangan yang berada di atas bukit berubah menjadi Raja reptil yang kembali dibangkitkan oleh Raja Dika dengan kekuatan yang lebih kuat, ditandai dari matanya yang merah seperti mata Raja Dika.


Salah satu dari kedua bayangan yang mengarah ke hutan, kembali lagi ke arah lereng bukit, karena jasad si Hanuman ada di lereng bukit diakibatkan serangan pukulan kuat dari Agung.


Dan bayangan yang pergi ke hutan larangan, berubah menjadi Ghost one yang baru saja dikalahkan oleh Aidan.


Dan bayangan hitam yang di lereng bukit masuk ke dalam tubuh Hanuman dan membangkitkannya kembali.


Raja Dika tidak membangkitkan iblis daun, karena telah membuatnya kesal, sebab tidak langsung membunuh Agung saat dia sedang lemah ketakutan.


Semua prajurit yang dibangkitkan oleh Raja Dika memiliki mata merah dan kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya.


Untuk menggunakan jurus ini Raja Dika mengeluarkan tenaga yang sangat banyak, sehingga membuatnya lelah.


Raja Dika tidak akan ikut melawan, dia hanya akan tetap di atas bukit sambil menyaksikan para petingginya yang kuat.


"Sekarang tugas kalian, habisi para pengganggu yang ingin mencuri Pedang Legenda Kutukan ku," Raja Dika memberikan perintah dari atas bukit.

__ADS_1


Lalu mata dari semua petinggi menyala, yang menandakan semuanya telah mendapatkan perintah dan siap untuk melaksanakannya.


Ghost one lalu terbang menuju ke arah Raja Aftur dan kedua komandanya, yang berada di tepi sungai dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


Lalu Iblis kera menuju ke arah Agung dan teman-temanya yang baru saja melewati hutan larangan, dengan melompat dari lereng bukit.


Raja reptil juga melompat ke Arah Agung setelah memanggil pedang petirnya 'Triangel' dari langit.


****


Agung, Aidan, dan Juna yang sedang berjalan santai di Padang rumput yang luas.


Dengan kekuatan mata iblisnya Aidan merasakan adanya aura yang kuat sedang mengarah kepada mereka.


"Sepertinya akan ada yang menghalangi kita lagi," Aidan maju dengan mengaktifkan mode iblisnya sambil menarik pedangnya.


Agung dan Juna celingukan dan siap siaga, setelah Aidan mengatakan akan ada musuh


Lagi.


Tombak meluncur dari arah langit dengan sangat cepat, lalu Aidan menepisnya dengan pedang yang telah dilapisi dengan aura biru mata iblis.


Tombak iblis kera itu terpental dan menghancurkan tanah.


"Kali ini biarkan aku yang menghadapi dia...Gung." Aidan menoleh ke arah Agung dengan tersenyum.


Aidan menganggukan kepalanya, lalu menatap ke arah langit menunggu hadirnya iblis itu.


Kemudian iblis kera itu mendarat di hadapan mereka dengan sangat keras, sehingga menghasilkan angin yang sangat kencang.


Iblis kera melihat Agung yang mengalahkannya sebelumnya, lalu dia menargetkan Agung terlebih dahulu.


Dan iblis kera menarik tombaknya yang berada jauh dan langsung ditangkapnya.


Kemudian iblis kera melesat menuju Agung, tapi Aidan dengan cepat menghalangi iblis kera itu untuk menuju Agung.


"Bukankah kau prajurit yang ku kalahkan waktu itu..." Lalu iblis kera melihat ke mata Aidan. "Mata itu tidak mungkin, sepertinya kau adalah lawan yang sulit." Sambung Iblis kera dengan tersenyum.


Saat sedang terjadi pertarungan sengit antara pedang dan tombak, munculah kilatan yang sangat cepat dari arah langit dan terlihat Iblis raja reptil yang terbang menaiki petir di kedua kakinya.


Lalu raja reptil mendarat secara perlahan, kemudian dia langsung menatap tajam ke arah Agung.


"Kau bocah yang waktu itu." Ucap Raja reptil dengan mengerutkan dahinya.


"Kali ini aku pasti akan membunuhmu." Raja reptil melesat dengan sangat cepat seperti petir.

__ADS_1


Memiliki tubuh yang besar tidak menghalangi raja reptil untuk bergerak cepat.


"Kenapa dia harus kembali juga?" Ujar Agung yang mengepalkan tinjunya dan mengalirinya dengan api biru abadi.


Agung menahan tombak Triangel Raja reptil itu hanya dengan lengan yang dilapisi api biru.


Juna melihat takjub dengan kekuatan monster yang dimiliki kedua teman baiknya.


"Lalu aku melawan siapa?" Teriak Juna kesal.


"Kau boleh membantuku Jun." Teriak Agung sambil menahan tombak Triangel milik raja reptil.


"Baiklah aku akan membantumu," Juna menarik pedangnya lalu mengeluarkan jurusnya. "Tebasan maut."


Raja reptil menghindari serangan dari Juna dengan melompat ke belakang.


"Ini tidak adil, dua lawan satu." Ucap Raja reptil sambil membuang napas.


****


Di tepi sungai Raja Aftur sedang berbincang-bincang dengan dua Komandannya tentang kerajaan.


Tiba-tiba muncul Ghost one dari langit sambil menembakkan bola-bola bayangan dari mulutnya.


"Gawat." Raja Aftur langsung mencincang tembakan bayangan itu menggunakan pedangnya dengan sangat cepat.


"Sepertinya kita kedatangan tamu, ya... Yang mulia." Ucap Komandan Aleksander sambil mengambil pedangnya.


Dan Komandan Adri juga ikut siaga, dengan pedangnya juga.


Wajah ceria Raja Aftur langsung berubah sangar, setelah dia menebas semua bola bayangan Ghost one.


Lalu Ghost one melesat dari langit, seperti yang pernah dia lakukan kepada Aidan.


Walau melesat dengan cepat, tetap saja, Raja Aftur dapat menghindarinya dengan roling depan dan kedua Komandan yang rolling ke kiri dan kanan.


Lalu Ghost one membangkitkan para zombie dari dalam tanah.


Puluhan zombie telah muncul dan siap untuk melawan Raja Aftur dan kedua komandanya.


"Apakah kalian sudah siap bertarung?" Tanya Raja Aftur kepada kedua komandanya.


"Siap selalu komandan." Jawab serempak keduanya dengan tersenyum.


Lalu mereka menghadapi para zombie yang sangat banyak itu dengan menggunakan pedang.

__ADS_1


Dan Ghost one bersembunyi di belakang, puluhan para zombie yang telah dibangkitkannya.


__ADS_2