
Bab 38
Raja Dika sudah sejak insiden itu, dia terus bertapa di atas bukit untuk mengumpulkan 'Mana' nya yang habis untuk membangkitkan ke-4 petingginya.
Dan kini semua 'Mana' itu telah kembali dan dia akan memutuskan untuk membawa mereka semua yang telah berada di hutan larangan kembali ke bukit.
Untuk membawa mereka semua kesana, dia harus mengumpulkan 'Mana' alam agar 'Mana' yang telah dikumpulkan sebelumnya tidak berkurang.
Lalu Raja Dika melakukan ritual pengambilan 'Mana' alam dan setelah 'Mana' itu sudah cukup maka Agung dan lainnya akan berada di sana kembali.
****
Keesokan harinya mereka semua sudah bisa kembali untuk beraktivitas. Walau belum pulih sepenuhnya.
Dan kini Agung, Aidan dan Juna baru saja selesai makan di meja istana yang megah, yang hidangannya super lezat dan sangat banyak.
Walau sudah makan banyak, Agung masih bisa merasakan sedikit nyeri pada perutnya yang terkena serangan tusukan.
Sehingga dia pergi kembali ke kamarnya, untuk tidur, agar rasa nyerinya akan menghilang.
Dan Juna pergi menghadap Raja Aftur yang baru saja duduk di singgasananya.
"Yang mulia, bisa tolong ajarkan saya teknik berpedang," ucap Juna dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
Juna merasa bahwa selama ini cara berpedangnya hebat, karena di dasari oleh kekuatan pedang dan kekuatan siluman macan putih.
Jadi dia meminta Raja Aftur untuk dapat melatihnya teknik berpedang yang hebat, dan jika kekuatan nya dapat dikombinasikan dengan teknik berpedang yang benar, kemungkinan dia akan menjadi lebih hebat.
Raja Aftur melihat ketulusan dari Juna, lalu dia berkata. "Baik, karena kau memang bersungguh-sungguh ingin latihan pedang dan berani ngomong di hadapan ku secara langsung, maka aku sendiri yang akan melatih mu."
Mendengar itu Juna sangat senang kegirangan dengan senyum lebar di wajahnya. "Sungguh yang mulia?"
Raja Aftur menganggukan kepala.
"Kapan latihan bisa dimulai yang mulia?" Tanya Juna dengan girang.
"Kapan pun kau mau." Jawab Raja Aftur.
"Bagaimana kalo langsung dimulai sekarang?" Ujar Juna dengan senyuman.
Raja Aftur kembali menganggukan kepala, lalu dia bangkit dari singgasana dan turun mendekati Juna. "Ayo!"
Lalu Raja Aftur berjalan keluar duluan, di ikuti oleh Juna yang ngintil di belakangnya.
Saat telah tiba di tempat latihan yang berada di istana, Raja Aftur menarik pedangnya dan Juna juga ikutan menarik pedangnya.
"Coba pegang pedang mu," perintah Raja Aftur.
__ADS_1
Lalu Juna memegang pedangnya, seperti biasa dia memegang pedangnya.
"Pasti pedangmu sering lepas saat beradu pedang dengan lawan kan?" Tanya Raja Aftur setelah mengamati cara Juna memegang pedang.
Juna bingung dengan pernyataan dari Raja Aftur.
Lalu Raja Aftur kembali memberikan instruksi kepada Juna. "Coba kau dalam posisi siaga saat memegang pedang!"
Dan Juna memegang pedangnya dengan erat dan menempatkannya di depan dada.
Kemudian Raja Aftur mengayunkan pedangnya ke arah pedang Juna yang terletak di depan dada. Dan pedang itu pun terpental jauh.
Juna tercengang melihat kekuatan dari Raja Aftur yang bisa menjatuhkan pedangnya, setelah dipegangnya erat.
"Itu terjadi karena cara memegang pedangmu salah, coba kamu memegangnya seperti ini!" Raja Aftur menunjukan cara memegang pedangnya pada Juna.
Dan Juna melakukan seperti yang dilakukan Raja Aftur. Dia kemudian kembali menempatkanya kembali di depan dada.
Saat Juna telah menempatkan di depan dada, Raja Aftur langsung menghantam dengan pedangnya tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu.
Dan Juna kaget saat pedangnya tidak terlepas dari genggamannya, setelah menerima hantaman pedang Raja Aftur yang kuat itu.
"Pegang seperti itu terus, sekarang kamu lawan aku!" Raja Aftur mengambil posisi siaga dengan menempatkan pedang di depan dada.
Begitupun yang dilakukan oleh Juna, setelah menjaga jarak. lalu keduanya sama-sama berlari untuk saling serang.
****
Aidan pergi dengan menunggangi kudanya untuk menjemput Clara dan membawanya ke taman istana.
Aidan telah tiba didepan rumah Clara, dan membawa Clara bersamanya.
Setelah sampai di taman mereka turun dari kuda dan duduk di kursi panjang yang berada di taman bunga istana.
"Kamu mau ngomong apa kemarin yang?" Tanya Lena setelah duduk di kursi panjang di taman.
"Aku mau ngomong bahwa aku ing--" Aidan tiba-tiba menghilang dari hadapan Clara.
Clara celingukan ke penjuru taman tapi tidak menemukan keberadaan Aidan.
"Aidan!"
"Aidan!"
Lalu Clara pergi meninggalkan taman dengan menunggangi kuda milik Aidan yang ditinggalkan.
Clara melaju dengan cepat menuju istana, untuk memberitahukan menghilangnya Aidan secara misterius.
__ADS_1
****
Komandan Adri dan Komandan Aleksander sedang melaksanakan latihan berpedang untuk persiapan jaga-jaga jika kerajaan Togayo datang untuk menyerang.
"Seluruhnya si--" saat belum selesai mengucapkan aba-aba Komandan Aleksander langsung menghilang dari tempat latihan.
"Aleksander kamu--" begitupun dengan Komandan Adri yang tiba-tiba menghilang secara mendadak meninggalkan tempat latihan.
Semua prajurit langsung panik melihat kedua Komandan, yang ditugaskan untuk melatih mereka menghilang.
Semua prajurit bertanya-tanya.
Kemana Komandan?
Pergi kemana Komandan?
Kenapa Komandan tiba-tiba menghilang?
Kemudian salah satu dari prajurit berlari masuk istana, untuk memberi kabar kepada Raja Aftur tapi, saat diperjalanan muncul penasihat kerajaan yang memberi tahukan, bahwa Raja Aftur dan Juna menghilang secara misterius.
Sontak penasihat kerajaan tambah bingung setelah mendengar informasi tentang Komandan Aleksander dan Komandan Adri yang menghilang dari prajurit itu.
Lalu prajurit yang sedang sama bingungnya dengan penasihat angkat bicara. "Apa ini ada kaitannya dengan insiden di hutan larangan, soalnya Komandan dan Raja kan, kemarin sama-sama baru pulang dari sana."
Lalu penasihat lari menuju kamar Agung, ternyata sesuai dugaan penasihat, bahwa Agung ikut menghilang juga seperti yang lainnya.
Semua pasukan yang menyerang Raja Dika di Padang rumput menghilang semua, kecuali Clara yang masih tetap berada di kerajaan, karena Raja Dika tidak menginginkan wanita untuk menjadi lawannya.
Clara baru saja tiba di depan istana dan dia langsung masuk kedalam, di istana sekarang sedang gempar karena kehilangan Raja Aftur, Juna, Agung, dan kedua komandan kerajaan secara misterius dan dalam waktu yang bersamaan.
penasihat kerajaan tidak kagetĀ dengan hilangnya Aidan, karena saat ini semua orang penting telah menghilang.
Lalu penasihat menjelaskan segala kemungkinan yang menyebabkan menghilangnya mereka semua.
Setelah penasihat menceritakan semuanya, lalu Clara balik sambil berkata dalam hati. "Kenapa hanya mereka yang menghilang, aku juga kan ikut dalam insiden itu, kenapa aku tidak ikut menghilang?"
****
Saat ini mereka semua yang menghilang telah muncul di atas bukit tempat pedang legenda kutukan berada.
Baru saja muncul Mata Raja Aftur langsung tertuju ke arah pedang yang memiliki aura hitam kemerahan itu.
Lalu suara tertawa misterius muncul secara tiba-tiba, di telinga mereka semua.
"Welcome back everyone."
Suara itu berasal dari Raja Dika yang tiba-tiba muncul dari sebalik batu tempat pedang legenda kutukan tertancap.
__ADS_1