
Bab 44
Walau kondisi Agung yang sudah melemah, dia tetap terus berusaha agar dapat melewati Raja Dika dan mengambil Pedang Legenda kutukan yang tertancap di belakang Raja Dika.
Raja Dika sudah mendaratkan pukulan berkali-kali di wajah dan perut Agung, sedangkan Agung belum berhasil sekali pun mendaratkan pukulannya di tubuh Raja Dika.
"Mau usaha bagaimanapun kau tidak akan bisa mengalahkan ku! Bahkan dari tadi pun kau tidak bisa memberikan serangan padaku." Ujar Raja Dika kepada Agung yang berada tidak jauh dihadapannya.
Agung hanya diam saja dan tidak menggagahi ucapan dari Raja Dika, lalu dia kembali memberikan serangan kepada Raja Dika, walau dia tahu bakal tidak bisa mengenai Raja Dika.
Agung mengincar kepala Raja Dika, tapi Raja Dika dapat menghindarinya dengan menundukkan kepalannya, kemudian Raja Dika membalaskan pukulan keras di perut Agung.
Terkena pukulan itu Agung terpental jauh ke belakang dan dia berhenti dengan menabrakkan punggungnya di batu besar.
Agung memuntahkan darah dari mulutnya, setelah menghantam batu itu dengan sangat kuat, sehingga membuatnya tidak dapat untuk bangkit kembali.
"Maafkan aku semuanya karena aku gagal, mengalahkannya!" Perlahan mata Agung tertutup, Agung melihat Raja Dika yang berdiri tegap jauh di hadapannya dengan menyipitkan matanya.
"Apakah ini tujuanmu datang ke negeri ini?"
Suara itu tiba-tiba masuk ke dalam telinga Agung. Suara itu berasal dari malaikat yang mengawasi Agung selama ini.
"Apakah kau ingin menyerah secepat ini?"
"Apakah kau melupakan tujuan mu hidup kembali di negeri ini, untuk menebus kesalahan yang pernah kau lakukan di kehidupan pertama mu!"
"Tapi, bagaimana aku bisa mengalahkan seseorang iblis dengan kekuatan super kuat seperti itu? Dan juga tubuh ku saat ini tidak dapat bergerak leluansa lagi, karena telah banyak mendapatkan luka fatal dari serangan Raja iblis naga." Ucap Agung dari dalam hati.
Karena pada saat ini kesadaran Agung sangat minim, sehingga dia hanya bisa mengucapkan kata-kata dari dalam hati.
Walau Agung hanya mengucapkan kata lewat hati tapi malaikat yang ditugaskan untuk mengawasi Agung, dapat memahami setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Agung.
"Kau harus bangkit kembali dan ambil pedang legenda kutukan itu, karena hanya itu yang dapat mengalahkannya!" Ujar sang malaikat.
__ADS_1
"Apa kau tidak melihatnya bahwa pedang itu ada di belakangnya bahkan aku saja tidak bisa melewatinya!" Bantah Agung dari dalam hati.
"Aku akan memberi mu kehidupan kembali, maka kau harus melawannya dan kali ini aku akan membantumu, karena aku tidak ingin harus mengawasi mu setiap saat."
"Jika itu bisa, maka lakukanlah!" Tiba-tiba semua luka yang ada pada tubuh Agung menghilang seketika dan dia kembali fit seperti saat dia baru datang ke dunia ini.
Lalu Agung bangkit dengan menarik tubuhnya yang tersangkut di dalam batu, lalu dia berdiri menatap Raja Dika yang berada tidak jauh di hadapannya.
"Ternyata kau masih bisa berdiri lagi, setelah mendapatkan pukulan yang super keras dan kuat dari ku." Ujar Raja Dika dengan mengerutkan dahinya menatap Agung.
Agung hanya diam saja menatap Raja Dika, sambil menunggu perintah dari Malaikat yang mengawasinya.
"Apa yang kau tunggu? ayo maju masa iya maju saja menunggu instruksi ku!" Lalu Agung langsung berlari mendekat ke arah Raja Dika.
"Lapisi tanganmu dengan sihir aliran api biru
abadi!" Dan Agung mengaliri kepalannya dengan sihir api biru abadi.
Saat Agung mengaliri kepalannya, Raja Dika juga ikut mengaliri kepalannya kembali, menggunakan bayangan hitam.
Lalu Agung menyerang kepala Raja Dika dan Raja Dika menghindarinya dan kemudian Raja Dika akan melancarkan serangan balikan pada perut Agung.
"Tangkis serangan yang akan mengincar perutmu!" Malaikat mengintruksikan beberapa prediksinya kepada Agung, karena malaikat yang ditugaskan untuk mengawasi Agung bisa melihat sedikit ke masa depan.
Dan Agung menepis pukulan Raja Dika yang akan mengenai perutnya.
"Pegang tangan nya dengan kuat, lalu pukul menggunakan tangan mu yang satunya!" Karena tangan Raja Dika tinggal satu, jadi jika yang satunya di pegang oleh Agung, maka Raja Dika tidak dapat memberikan serangan balasan lagi padanya.
Seketika Agung melancarkan serangan pukulan mengunakan tangannya yang satunya, tapi Raja Dika mengeluarkan bayangan dari bawah dan menahan serangan pukulan Agung dengan melilit lengannya menggunakan bayangan hitam.
"Ini lebih sulit dari yang ku perkirakan, terus serang cari celah untuk dapat mengenainya!" Perintah malaikat yang masuk ke dalam Indra pendengaran Agung.
Agung menghajar membabi buta menggunakan tangan sebelahnya dan sebelah lagi terus menahan tangan dari Raja Dika dengan erat.
__ADS_1
Dan Raja Dika terus membendung serangan membabi buta Agung dengan bayangan yang di munculkan dari bawahnya.
Lalu Raja Dika menghentakan tangannya, yang sedang dipegang erat oleh Agung, sehingga pegangan Agung terlepas dari lengan Raja Dika.
Dan Raja Dika mengarahkan tangan yang terbuka ke arah Agung, sontak Agung terpental ke belakang dan terpelanting di tanah.
"Kenapa kau tidak menghindarinya?"
"Aku tidak bisa." Jawab Agung.
"Sepertinya cara untuk memojokkannya tidak akan berhasil, jadi saat ini kau harus mencari celah, untuk dapat mengambil pedang itu, sekarang ayo maju!" Perintah Malaikat setelah memberikan instruksi kepada Agung.
Lalu Agung kembali maju dengan berlari. "Lari aja terus jangan hiraukan apa pun itu, yang kau lakukan sekarang dengarkan saja instruksi dariku!"
Lalu Agung berlari lurus saja ke arah Raja Dika, saat Agung lari, Raja Dika mengarahkan beberapa tombak bayangan hitam yang di munculkan nya dari tanah tempat pijakannya dan bayangan hitam itu bergerak menuju Agung.
"Kiri, kanan, nunduk!" Semua tombak bayangan milik Raja Dika dapat dihindari oleh Agung dengan mudah.
Saat sudah dekat dan dapat dijangkau, Raja Dika melakukan serangan pukulan menyamping.
"Meluncur dengan lutut!" Agung pun meluncur seperti selebrasi para pemain bola, dengan pandangan ke arah pukulan Raja Dika yang ada di atasnya.
Dan lalu Raja Dika menoleh ke arah Agung yang telah berhasil melewatinya, dengan cara seluncur menggunakan lututnya.
Saat sudah berhasil Agung langsung meraih pedang yang tertancap di depannya dan langsung mengangkat pedang itu.
Sontak tubuh Agung merasa dirasuki oleh roh yang sangat kuat yang berasal dari pedang legenda kutukan itu.
Kemudian Agung berdiri tegak dengan mata merah dan penampilan diselimuti oleh bayangan hitam dan tubuh Agung saat ini, telah dikendalikan penuh oleh roh yang berada di dalam pedang legenda kutukan.
"Hahaha aku kembali lagi sepertinya Aku
ditakdirkan untuk membunuhmu!" Ujar dari roh yang mengendalikan Agung dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"Ckk, Ternyata dari tadi yang kau incar adalah pedang legenda kutukan itu, apakah kau ingin menyerahkan hidupmu kepada roh kejam itu?" Ujar Raja Dika.