Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Agung Menang


__ADS_3

Bab 47


"Kalo kau ingin menang dengan cepat, gunakan lah pedang itu!" ujar roh pedang legenda kutukan yang berada di dalam tubuh Agung, saat Agung sedang menahan cengkraman dari Raja Dika dengan menggunakan kedua tangannya.


Agung tidak menanggapi suara yang muncul itu, karena dia menganggap Roh pedang itu hanya akan menjadi tahanan selamanya di dalam tubuhnya, dengan disegel menggunakan rantai malaikat yang mengawasinya.


Agung mengerahkan semua tenaganya untuk menahan dorongan tersebut hingga dia mundur dengan kaki menyeret di tanah.


Dalam wujud naganya Raja Dika memiliki kekuatan 3 kali lipat dari kekuatannya yang sebelumnya, walaupun sudah meningkat tetapi dia masih akan kesulitan untuk menghadapi Agung yang telah mengendalikan kekuatan pedang legenda kutukan.


Lalu Raja Dika menghentakkan tanah menggunakan ekornya dan Agung terhempas jauh ke belakang.


Saat Agung terhempas Raja Dika yang dalam wujud naganya, lalu menghembuskan api dari mulutnya, api itu membakar habis pepohonan dan daun yang berada di atas bukit,


Dan Agung menghindar sambil lari menjauh agar teman-temannya tidak terkena api yang keluar dari mulut naga itu.


"Kau tidak akan bisa mengalahkannya, maka dari itu gunakanlah pedang itu maka aku akan sedikit membantumu, karena aku juga sudah muak dengan para raja naga iblis itu." Ujan roh pedang legenda kutukan yang berada di dalam tubuh Agung.


"Ckk!" Decak Agung. "Baiklah aku akan menggunakan pedang ini, walau aku tidak bisa berpedang!"


Lalu aku menarik pedang yang diselipkannya di celana belakangnya, kemudian dia menempatkan pedang itu di depan dadanya.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Tanya Agung dengan cemberut.


Lalu Roh pedang legenda kutukan yang tersenggel oleh rantai, di dalam tubuh Agung mengeluarkan seluruh 'mana' nya dan mentransfernya kepada Agung.


Sontak pedang legenda kutukan yang dipegang oleh Agung, memancarkan cahaya hitam kemerahan yang lebih pekat dari sebelumnya.


"Sekarang... lakukan!" Perintah Roh pedang Legenda Kutukan.


Kemudian Agung melompat ke udara, kemudian dia mengayunkan pedangnya ke arah wujud naga Raja Dika.


Keluarlah cahaya berwarna hitam kemerahan berbentuk sabit dari pedang legenda kutukan yang dipegang Agung, dan cahaya itu mengarah kepada wujud naga Raja Dika.


Saking cepatnya cahaya itu, Raja Dika yang dalam wujud naganya tidak dapat menghindarinya dengan leluansa karena tubuhnya yang besar.

__ADS_1


Dan serangan itu mengenai sayap Raja Dika sehingga membuatnya kesakitan.


"Arrrrgggh!" Teriak Raja Dika saat terkena serangan Agung.


Melihat naga itu terluka di bagian sayap, lalu Agung kembali mengayunkan pedangnya, tapi yang keluar tidak seperti yang awal tadi.


Yang kini keluar dari pedang Agung hanya Cahaya sabitan dengan ukuran yang kecil dengan cahaya warna yang tidak terlalu pekat.


"Woi Monster kenapa kekuatannya melemah kembali." Tanya Agung sambil memukul-mukul dadanya.


Lalu Roh pedang Legenda Kutukan tertawa seraya berkata. "Setelah ku pikir-pikir, kenapa aku harus membantu orang yang menyegelku di dalam tubuhnya?"


"Ckk, bilang saja kau lemah dan tidak dapat mengalahkannya." Cibir Agung.


"Apa kau bilang! Aku lemah dari Raja Iblis Naga itu! Baiklah aku akan memberi mu tambahan 'mana' lagi, untuk kau mengalahkannya."


Lalu pedang Agung kembali menyala dengan warna hitam kemerahan yang sangat pekat dan cahayanya sangat terang.


Agung tersenyum setelah mendapatkan tambahan kekuatan kembali, setelah dia berhasil memprofokasi Roh pedang yang tersegel dalam tubuhnya.


Raja Dika tidak hanya diam melihat serangan Agung yang mengarah kepadanya, lalu dia menyemburkan api dari mulutnya.


Tapi api itu tidak dapat melawan serangan dari Agung dan api itu pun terbelah, lalu cahaya sabitan tetap mengarah padanya.


Dan serangan Agung mengenai Dada Naga yang besar itu dan meninggalkan luka sayatan berbentuk silang.


Raja Dika yang dalam wujud naganya itu memuntahkan darah dari mulutnya, walau dalam wujud naga yang besar tapi serangan pedang Agung dapat menembus kulitnya yang keras.


Lalu wujud naga Raja Dika menggertakan giginya, setelah menerima serangan Agung yang sangat fatal baginya.


Lalu dia menghilang dengan merubah wujudnya menjadi bayangan berwarna hitam, dan perlahan bayangan itu menghilang.


Raja Dika mengakui kekalahannya dengan cara kabur, karena mau berusaha seperti apa pun Raja Dika tidak akan bisa mengalahkan Agung pada saat ini.


Melihat Raja Dika yang menghilang pergi, Agung mengambil napas dalam sambil menancapkan pedang legenda kutukan ke tanah.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mengejarnya!" Tanya Roh Pedang Legenda kutukan.


"Biarlah dia pergi untuk saat ini, karena aku harus menolong teman-teman ku dulu!" Jawab Agung sambil merubah bentuk menjadi dirinya semula dengan menghilangkan bayangan hitam kemerahan yang menyelimuti tubuhnya.


Lalu Agung menghampiri temanya Juna, karena yang dia tahu Juna telah ditembus jantungnya dengan bayangan hitam Raja Dika, jadi jelas Juna telah mati.


Saat Agung meraba luka pada dada Juna, tibalah para prajurit yang berjumlah seratus itu yang sudah mengelilingi Bukit.


Lalu mendekat seorang perempuan yang menunggangi kuda ke arah Agung.


Agung melihat wanita yang di atas kuda itu dengan menyipitkan matanya, karena sosok yang dilihatnya itu tidak asing.


"Agung!" Teriak Clara, wanita yang ada di atas kuda itu, dia adalah Clara yang merupakan pacar dari Aidan.


Clara lalu menghentikan kudanya di sebelah Agung dan dia turun dari kudanya.


"Kamu pacarnya Aidan kan?" Tanya Agung sambil mengingat dengan melirik ke atas.


"Iya, mana iblisnya sekarang, aku datang dengan membawa seratus prajurit yang siap untuk membantu kalian semua?" Tanya Clara sambil menolehkan kepala kiri kanan.


"Iblis itu telah melarikan diri." Jelas Agung. "Aidan saat ini ada di atas batu besar yang ada di sana, kau bisa kesana untuk melihat keadaannya." Kemudian Agung menunjuk ke arah batu besar tempat Aidan terbaring.


"Aidan!" Ucap lirih Clara, kemudian dia berlari ke arah batu besar itu dan memanjatnya untuk sampai ke atas.


Saat tiba di atas batu Clara melihat Aidan yang terbaring, dengan banyak bercak darah di baju dan wajahnya, sontak membuatnya cemas dan langsung bergegas mendekati Aidan.


Lalu Clara memegang lengan Aidan dan menggoyangkan nya. "Aidan bangun Ndan, ini aku Clara... bee."


Mendengar itu Aidan membuka matanya dengan sipit dan kemudian mengangkat tangannya sebelah, lalu dia memegang wajah Clara dengan lembut seraya berkata dengan lirih. "Clara!"


"Kamu bertahan ya!" Clara mengangkat kepalan Aidan dengan menggunakan tangannya lalu menyanggahnya dengan menggunakan pahanya.


Sedangkan Agung saat ini sedang menatap Komandan Adri yang sudah tinggal tulang yang di selimuti kulit itu.


Lalu Agung menutup mata Komandan Adri yang melotot itu dengan tangannya.

__ADS_1


Saat ini Agung merasa sangat sedih, karena 2 rekannya telah mati dan dia merasa bersalah atas semua ini karena tidak bisa melindungi.


__ADS_2