Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Pemberontakan Aidan


__ADS_3

Di tengah malam yang gelap, Aidan berjalan memasuki istana sendirian. Aidan berjalan dengan wajah muram, jadi dia mengabaikan prajurit -prajurit yang ditemuinya.


Raja Aftur yang menyadari kedatangan Aidan, dia langsung beranjak dari ranjang tempat tidurnya, lalu keluar dari kamar dan masuk keruangan singgasana.


Saat Aidan memasuki ruangan singgasana raja, didalam, raja Aftur sudah stay dengan sedikit senyum di wajahnya.


Karena melihat Aidan yang raut wajah muram, raja Aftur penasaran dengan apa tujuan Aidan datang kepadanya.


"Ada perlu apa malam malam begini, prajurit Aidan?" tanya Raja Aftur dengan tatapan tajam ke arah Aidan.


"Yang mulia tolong bantu aku mencari Juna!" Aidan memohon agar Raja Aftur dapat membantunya mencari Juna.


"Saya tidak tau kemana Juna pergi!" ucap raja Aftur dengan wajah datar


"Juna kemungkinan pergi kembali ke dalam hutan larangan, tolong beri aku perintah dan beberapa prajurit kerajaan, untuk mencarinya!"


Raja Aftur diam sejenak dia mengingat dengan kejadian beberapa saat lalu, yang menimpa Aidan dan juna yang membuat mereka sekarat, karena ulah raja iblis naga, jadi Raja Aftur tidak mengizinkannya.


"Tidak, aku tidak mengizinkan siapa pun pergi kembali kesana!"


"Jika yang mulia tidak ingin memberikan beberapa prajurit, maka aku akan pergi kesana sendiri!"


"Kau juga tidak boleh pergi, karena di dalam dirimu ada aset berharga kerajaan, jika aset itu sampai kembali ke Raja iblis naga, maka dunia akan dalam bahaya!" ujar raja Aftur dengan nada tinggi.


"Walau tidak mendapat izin darimu, aku akan tetap pergi kesana!" Aidan membalik badan, lalu dia keluar dari ruangan singgasana raja.


Melihat tingkah Aidan yang egois raja Aftur hanya bisa menahan rasa marahnya, dia tidak dapat bertindak semena mena pada orang yang memiliki mutiara biru.


Lalu raja Aftur memerintahkan komandan Adri dan komandan Aleksander untuk berjaga di rumah Aidan, agar dia tidak melarikan diri ke hutan larangan.


Di sepanjang perjalanan pulang Aidan di buntuti oleh para prajurit secara diam diam, yang dipimpin oleh komandan Aleksander.


Aidan telah sampai di rumah kecilnya di sekitar rumahnya sudah ada para prajurit yang sembunyi mengawasinya, yang dipimpin oleh komandan Adri.


Aidan sudah menyadari keberadaan, para prajurit yang mengawasinya, tapi dia tak menghiraukannya, Aidan lalu membuka pintu rumahnya dan masuk.


Sesampainya di dalam Aidan mempersiapkan bekal untuk kembali ke hutan larangan.


Setelah sudah mempersiapkan semua persiapan lalu, Aidan memikirkan cara agar dapat kabur dari para prajurit yang mengawasinya.

__ADS_1


Aidan mengintip dari sela -sela papan pada dinding rumahnya, semua prajurit sudah mengelilingi rumahnya.


Aidan mondar mandir di dalam rumah, sambil memikirkan rencana agar bisa kabur ke hutan larangan.


Setelah tidak ada cara lagi, jadi Aidan terpaksa menggunakan teori bar -bar, yaitu teori mengalahkan semua prajurit yang menghalanginya.


Aidan membuka pintu rumahnya, kemudian dia keluar, Aidan pura pura tidak melihat para prajurit yang mengepungnya, setelah itu dia berjalan santai.


Di depan Aidan berdiri seorang prajurit, tapi Aidan tetap pura pura tidak melihatnya.


"Aidan! kata raja Aftur, kau tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumahmu!" ucap seorang prajurit yang saat ini berdiri dihadapan Aidan.


Aidan pura pura tidak mendengarnya dan dia menabrak prajurit yang berada di depannya itu.


Bruaghh...


Prajurit kerajaan itu jatuh dan Aidan langsung lari sekencang -kencangnya.


para prajurit langsung mengejar Aidan dengan berlari, karena mereka tidak membawa kuda, tapi komandan Adri dan komandan Aleksander mengejar Aidan dengan menunggangi kuda.


"Aidan berhenti! jika kau tidak ingin aku menyakitimu," komandan Aleksander berteriak, sambil mengejar agung dengan menunggangi kudanya.


"Apa yang kau lakukan Aleksander? jangan membunuhnya!" komandan Adri berteriak, menghadap komandan Aleksander.


"Tenang, dia tidak akan mati, jika dia terluka, nanti kita tinggal minta, tabib kerajaan mengobatinya!" ujar komandan Aleksander dengan tersenyum.


Saat pedang komandan Aleksander sudah hampir mengenai tubuh Aidan, Aidan membalikan badannya dan mengedipkan matanya lalu kuda komandan Aleksander langsung jatuh.


Aidan membangkitkan, kekuatan mata milik Raja iblis naga yang ada di dalam mutiara biru miliknya.


Komandan Adri lalu melompat dari kudanya, dan lari mendekati Aidan yang sedang berhenti, menghadapi komandan Aleksander.


"Jangan bergerak aidan!" komandan Adri akan meninju Aidan dari belakang.


Aidan membalik badan ke belakang, sontak komandan Adri kaget melihat mata Aidan yang berwarna biru.


Saat pukulan hendak mendarat, Aidan langsung meraih kepalan komandan Adri dan mendorongnya kebelakang membuat komandan Adri terjatuh.


Melihat komandan Adri terjatuh, komandan Aleksander langsung bangkit dan menyerang Aidan dengan mengayunkan pedang yang tajam ke tubuh Aidan.

__ADS_1


Aidan membalik badan ke arah komandan Aleksander lalu mengedipkan matanya.


tubuh Komandan Aleksander mendadak lemas setelah melihat mata biru milik Aidan, sehingga membuat dia terjatuh tak berdaya.


Gerombolan para prajurit sudah sampai dan langsung mengelilingi Aidan dan juga komandanya yang sudah berbaring tak berdaya.


Aidan kembali mengedipkan matanya, lalu keluarlah cahaya biru dari matanya, yang membuat para prajurit terjatuh semuanya, karena melihat cahaya yang keluar dari mata Aidan.


Aidan terpaksa melakukan hal itu karena Mereka menghalangi dia untuk pergi menuju hutan larangan.


Saat Aidan hendak pergi, komandan Aleksander bangkit kembali.


"Tunggu, aku sudah bilang jangan pergi! jika kau tidak ingin terluka!" ucap komandan Aleksander sambil melihat ke arah badan Aidan karena dia tidak berani menatap mata biru milik Aidan.


"Jangan halangi aku komandan, karena aku yang sekarang bukanlah tandingan mu!" cibir aidan sambil memandangi komandan Aleksander yang sudah siap menyerangnya dengan pedangnya.


"Kurang ajar kau!" komandan Aleksander melompat dan menyabitkan pedangnya.


"Baik kalo itu mau mu, maka aku akan meladeni mu dulu komandan!" Aidan mengeluarkan pedang dari sarungnya dan langsung mengayunkan pedangnya ke pedang komandan Aleksander.


Jika saja Aidan tidak memiliki kekuatan dari mutiara biru, maka dia akan dikalahkan dengan mudah oleh komandanya, walau komandanya hanya manusia biasa, tapi kemampuan pedangnya luar biasa, apalagi ditambah dengan kekuatan sihir alirannya.


Kemudian komandan Aleksander mengaliri pedangnya dengan listrik, sehingga membuatnya dapat bergerak sangat cepat.


Dengan kekuatan mata milik raja iblis naga, Aidan dengan mudah dapat melihat pergerakan dari Komandan Aleksander.


Aidan langsung mengadu pedangnya dengan pedang milik komandan Aleksander.


Dengan kekuatannya yang luar biasa, membuat pedang komandan Aleksander patah.


Komandan Aleksander langsung terdiam melihat pedangnya patah.


"Baik komandan saya akan pergi!" Aidan membalikkan badannya lalu pergi meninggalkan komandan Aleksander.


"Tunggu, tolong jangan pergi Ndan." komandan Aleksander berlari dan akan melakukan serangan pukulan.


Aidan menoleh kebelakang dan mengedipkan matanya, sehingga membuat komandan Aleksander tersungkur ke tanah.


"Maaf komandan." ucap Aidan saat melihat komandannya tersungkur.

__ADS_1


Setelah semuanya kalah, lalu Aidan pergi dengan tenang, karena sudah tidak ada yang menghalangi.


__ADS_2