Pedang Legenda Kutukan

Pedang Legenda Kutukan
Putus Asa


__ADS_3

Bab 34


Tak berselang waktu lama, Clara sadarkan diri, lalu sontak Clara kaget karena dia sedang bersama Raja Aftur dan komandan hebat kerajaan, yaitu Komandan Aleksander dan Komandan Adri.


"Kenapa kau pergi ke hutan larangan yang sangat berbahaya ini?" Tanya Raja Aftur dengan menatap wajah Clara yang panik, karena takut Raja Aftur tahu mengenai prajurit kuda yang telah di begalnya.


"Anu... Aku ingin mencari Aidan yang hilang," ujar Clara dengan nada yang rendah.


"Apakah kau tahu bahwa hutan ini telah dikuasai oleh Raja Iblis Naga?" Tanya Raja Aftur.


Lalu Clara menganggukan kepalanya.


"Sekarang tidak mungkin untuk mengantarmu pulang, sekarang kau ikut kami," ujar Raja Aftur.


"Baik yang mulia."


Setelah itu mereka semua berangkat dengan menunggangi kuda dan Clara menunggangi kuda bersama Komandan Adri.


Lalu Raja Aftur menoleh ke kiri dan kanan melihat kedua komandanya yang berada di sampingnya. "Aku memiliki firasat bahwa Aidan dan yang lainnya, sedang menghadapi lawan yang seperti kita tadi."


Raja Aftur dapat merasakan keberadaan dari Aidan, Agung dan Juna yang sedang berhadapan dengan iblis, melalui penglihatan mata batinnya.


Lalu Komandan Aleksander menganggukan kepala seraya berkata. "Kalo gitu kita harus memberi tahu kelemahan iblis itu yang mulia."


Komandan Adri pun ikut angkat bicara. "Pasti jika mereka berhadapan dengan iblis itu, mereka tidak akan tahu kelemahan dari iblis itu."


Lalu mereka menambah laju dari kudanya, agar dapat cepat-cepat menemukan keberadaan Aidan, Agung dan Juna yang sedang bertarung.


****


Juna yang telah selesai berhadapan dengan iblis kuda, lalu dia menuju ke tempat pertarungan antara Agung dan Raja reptil untuk membantunya.


"Agung! apakah kau memerlukan bantuan ku?" Teriak Juna sambil melambai-lambaikan tangannya.


Agung yang sedang menghindari serangan Tombak dari Raja reptil lalu dia berkata. "Bagaimana dengan Kuda berpedang itu?"


"Dia sudah aku selesaikan," jawab Juna dengan berteriak.


Raja reptil yang sedang fokus menghunuskan tombaknya kepada agung ikut kaget, dengan matinya iblis kuda.


"Gawat pasti dia sudah mengetahui, kelemahan dari kami yang telah dibangkitkan." Ucap Raja reptil dalam hati.


"Jun, bantu aku mengurusi dia dulu, aku sudah kehabisan tenaga untuk melawannya," Agung berteriak kepada Juna, dengan napas yang sudah ngos-ngosan.

__ADS_1


Lalu Juna melesat dengan cepat dan mengarahkan pedangnya ke perut Raja Reptil.


Raja reptil mengalihkan tombaknya ke Juna untuk menahan serangan pedang dari Juna.


"Gung kamu istirahat dulu, biar ini aku yang urus sampai stamina mu balik." Ucap Juna dengan mengayunkan pedang yang terus mengenai tombak Triangel.


"Aku mengandalkan mu jun." Lalu Agung menjauh dari pertarungan itu agar tidak mengganggunya.


Dan Raja reptil menyembunyikan simbol lingkaran hitam di ketiaknya, agar Juna tidak dapat menemukannya.


Raja reptil mengira Juna dapat mengalahkan iblis kuda, karena sudah tahu kelemahan dari, para petinggi yang telah dibangkitkan.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Juna menyerang asal dan mengenai simbol lingkaran iblis kuda.


Dan tanpa sengaja menghancurkan bola bayangan yang menahan rohnya, sehingga iblis kuda dapat dikalahkan.


Raja reptil terus menerus menjaga Juna, agar tidak menyerang ke ketiaknya, yang terdapat bola bayangan yang telah disembunyikan.


Juna terus menyerang Raja reptil dengan pedangnya, walau pedangnya hanya berhadapan dengan tongkat Triangle Raja reptil.


Setelah posisinya digantikan oleh Juna, lalu Agung pergi duduk selonjoran di atas rerumputan, untuk mengembalikan staminanya sambil melihat live pertarungan Juna dan Raja reptil.


Juna menghadapi iblis raja reptil dengan tersenyum, jadi membuat Raja reptil semakin yakin bahwa Juna telah mengetahui kelemahannya.


"Kenapa raut wajahmu seperti takut begitu setelah berhadapan denganku," cibir Juna sambil mengayunkan dan menepis tombak dari Raja Reptil.


Setelah duduk selama 3 menitan tenaga Agung telah kembali dan sudah bisa untuk melakukan serangan dengan api biru abadinya.


Dan agung melakukan serangan secara diam-diam, agar dapat mengejutkan Raja reptil dan dapat mengalahkannya.


Raja reptil mengangkat tombaknya, lalu menggeprek Juna dengan keras dan Juna menahan dengan pedangnya.


Tenaga dari Raja reptil sangat kuat, sehingga Juna tidak bisa menahan lama dorongan tombat Raja reptil.


Sangking kuatnya tenaga Raja reptil, Juna sampai berlutut menahannya menggunakan pedang.


Saat Juna sudah tidak dapat menahannya lagi, tiba-tiba Raja reptil terpental jauh dengan kepala yang kembali terbakar oleh api biru abadi.


Serangan itu berasal dari Agung yang menggunakan koret-koretan, dari tenaganya yang tersisa.


Kepala Raja reptil kembali habis, setelah dibakar habis oleh api biru abadi milik Agung.


"Kau emang luar biasa Gung," Ucap Juna sambil menatap Agung dengan takjub.

__ADS_1


"Jangan senang dulu Jun..." Ucap Agung dengan menatap ke arah Raja reptil yang sudah buntung tanpa kepala.


"Tapi 'kan kepalanya--" Juna langsung terkejut saat tiba-tiba muncul bayangan hitam dari tubuh Raja reptil yang membentuk kembali kepalanya. "Tidak mungkin." Sambungnya setelah kepalanya sudah tumbuh kembali dengan sempurna.


"Aku sudah 'tak sanggup lagi untuk berhadapan dengannya," lalu Agung menjatuhkan tubuhnya ke belakang.


Agung sudah tidak memiliki tenaga untuk berdiri, apalagi sambil menahan luka tusukan yang telah diterimanya dari tombak iblis Raja reptil.


"Agung!"


"Agung!"


Teriak Juna sambil menatap tajam ke arah Raja reptil, yang tertawa setelah bangkit kembali.


Karena tidak mendengar renspon dari Agung, lalu Juna menoleh ke tempat Agung, Sontak dia langsung berlari ke arah Agung yang terjatuh pingsan itu.


"Agung ini bukan saat yang tepat untuk tidur,"


"Bangun oi..." ucap Juna sambil menampar wajah Agung, dengan telapak tangannya.


"Woi, aku masih disini, kenapa kalian malah bersantai-santai," Cibir Raja reptil dengan nada tinggi.


Lalu Raja reptil melempar tombak, dengan tiga bilah itu ke arah Agung dan Juna.


Dan Juna menahan tombak itu menggunakan pedangnya, agar tidak mengenai Agung yang lagi terbaring di atas rerumputan.


****


Pertarungan antara Aidan dan iblis kera masih berlangsung dengan sengit.


Dengan Agung yang sudah kelelahan, dengan kebangkitan Iblis kera yang terus-menerus setelah kematiannya.


"Sepertinya ini bakal menjadi kemenangan untukmu," ujar Aidan sambil menepis serangan Tombak iblis kera, lalu


mengayunkan pedang ke arah iblis kera.


"Bagus jika kau sudah mengakui kekalahanmu," jawab iblis kera sambil menangkis dan melakukan serangan balik.


"Aku sudah muak harus berhadapan dengan iblis yang tidak tau kalah," cibir Aidan dengan terus menepis tombak iblis kera.


"Jika kau menyerah, maka aku akan membuat kematian mu lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan," iblis kera tertawa.


Saat iblis kera tertawa Aidan langsung menusukkan pedangnya ke dalam mulut iblis kera, karena Aidan sudah sangat geram melihat tawaan dari iblis kera yang menjijikkan.

__ADS_1


Iblis kera kesakitan setelah rahangnya tertusuk, dengan pedang tajam Aidan.


Lalu Aidan mengkorek-korek ke dalam mulut iblis kera seraya berkata. "Walau kau gak bisa mati, tapi kau masih bisa merasakan sakit dari pedang ku yang tajam."


__ADS_2