
ada apa ? " ketus alia kesal karena masih membayangkan wajah sendu zen ".
mana zen ? " al balik bertanya ".
alia hanya diam dan menatap tajam pada al entah keberanian dari mana kini alia menatap tatapan tajam al.
al yang tak sabar menerobos masuk ke dalam apartemen alia membuka seluruh ruangan hingga menemukan sosok zen yang terlelap memeluk boneka besar milik alia.
mata al berkaca kaca melihat sosok anak nya meskipun dia belum menyadari kesalahan apa pada anak nya.
berbeda dengan alia yang baru tersadar nampak berlari dan menutup pintu kamar nya membuat al hanya diam, alia baru sadar kalau kamar nya sudah di lihat laki laki dewasa dengan kondisi kamar yang berantakan.
al berjalan ke arah sopa dan duduk menunggu kedua orang tersebut, hampir sepuluh menit al menunggu namun anak nya tak kunjung keluar membuat al kesal.
__ADS_1
al melirik ke arah dapur tanpa sadar dia memperhatian lalu berjalan ke arah dapur dan mencicipi semua makanan yang menurut nya tak pantas di komsumsi manusia.
tanpa sadar al malah memasak di dapur tersebut dengan menu menu yang di buat alia namun rasa nya tak karuan.
satu jam kemudian alia keluar kamar setelah membersihkan diri dan juga bocah nakal yang masih nampak mengantuk, kedua nya kaget mencium aroma wangi masakan yang menggugah selera dan berjalan menuju dapur.
nampak kedua nya menatap tak percaya dengan al yang sedang menata makanan yang sudah selesai di masak.
ga usah aku mau tinggal sama bunda, " ketus zen masih kesal pada ayah nya " .
al tau yang di maksud bunda oleh zen, tapi kamu bakal kelaparan tinggal di sini boy, yang ada nanti kamu keracunan makanan, " sindir al mengingat masakan alia yang tadi sudah al buang ".
alia hanya mendengus kesal menatap tajam al , sementara yang di tatap sudah berjalan melewati kedua nya keluar dari apartemen.
__ADS_1
kini kedua orang tersebut tengah asik menikmati masakan al sembari bercerita saling mengenal satu sama lain, sejak kejadian siang tadi alia menjadi lembut pada zen dan lebih menjaga emosi nya apalagi bocah itu sekarang bersikap ramah tak menyebalkan seperti biasa nya.
alia juga baru menyadari kalau masakan tempo hari yang di berikan al adalah masakan laki laki dingin itu, bahkan kini alia tau kalau al belum pernah menikah, zen menceritakan semua nya dengan detail entah kenapa bocah itu dengan mudah percaya pada alia yang belum lama dia kenal.
jadi apa boleh zen memanggil tante alia bunda ?
alia hanya menganggukan kepala nya tanda setuju dengan senyum ramah nya.
dua hari berlalu dan benar bocah itu sama sekali tidak kembali ke apartemen ayah nya, al tau itu semua atas laporan bi sari yang memberitahukan kalau hanya alia meminta bi sari membawakan baju sekolah dan baju ganti zen, alia mengantar jemput sekolah zen, kini al tau nama gadis yang merebut anak nya itu.
ya al menganggap alia merebut anak nya.
dengan perasaan kesal al membuka pintu apartemen alia yang kebetulan sedikit terbuka karena zen baru membuang sampah dan lupa menutup rapat pintu tersebut.
__ADS_1