
siang hari nya semua sudah membubarkan dari acara.
hanya keluarga pranaja dan juga barata yang masih di gedung tersebut.
kata rey siang ini akan ada pertemuan di restoran xx untuk diri nya dan juga para pemegang saham.
alia hanya menurut dan kini dia mengantarkan keluarga nya sampai loby, juga keluarga pranaja namun keyla dan ken akan datang ke restoran setelah mengantarkan umi aisyah dan juga tasya serta bayi cila.
rey dan jey masih sibuk dengan beberapa kegiatan, serta zen yang nampak ikut nampak fokus pada laptop nya.
alia melihat al tengah berbincang hangat dengan rika di sopa loby membuat alia kesal sendiri apalagi kini alia mengecup kedua pipi al dan meninggalkan loby tanpa menyapa diri nya padahal riska melihat nya.
alia hanya berdiri di dekat pintu utama seperti pengawal.
hingga jey datang bersama rey juga zen.
bunda ke restoran bersama ayah ya, zen akan ikut paman ke kantor, " ucap zen memberitahukan ".
al sendiri sudah berdiri di dekat ke empat orang itu, apalagi al sudah di perintah kan bunda ratu sebelum bunda ratu itu kembali ke rumah utama untuk mengantar alia sebab alia tadi di jemput zen dan bocah itu harus ke rumah utama di antar jey dan rey.
alia tak menjawab dia hanya melirik ke arah al.
al mengangguk dan berjalan keluar loby, alia hanya mengikuti dari belakang.
ketiga orang tersebut tersenyum dan berjalan ke arah mobil nya.
kini alia dan al dalam perjalanan menuju restoran, kedua nya sama sama diam, alia dengan ke gugupan nya dan juga al dengan ke kesalan nya.
ya laki laki itu kesal entah kenapa karena alia memakai gaun yang sedikit terbuka bagian belakang beruntung alia menutup nya dengan rambut panjang nya, andai alia mengikat rambut nya ke atas entah ke kesalan seperti apa yang al akan tunjukan.
kini mobil sampai di halaman restoran, al tau ini cuma akal bulus anak nya dan di dalam tidak ada ken keyla apalagi riska yang tadi sudah berpamitan pada nya.
__ADS_1
alia hendak turun namun tangan nya di cegah al.
al membuka jas mahal nya dan menyerahkan pada alia, pakai baju kamu seperti kurang bahan, "ketus al sembari memberikan jas pada alia ".
alia hanya memicingkan mata nya, jujur hati nya begitu menghangat saat al berkata dengan ketus namun menurut alia lelaki dingin itu sedang peduli pada nya, ya alia beranggapan peduli bukan cemburu sebab alia tak ingin berharap lebih pada laki laki dingin yang ternyata luar biasa ke kuasaan nya.
alia memakai nya sambil tersenyum, al turun dari mobil di ikuti alia.
benar saja mereka berdua di sambut hangat manager dan dan beberapa karyawan, dan nampak restoran yang kosong tampa pengunjung sama sekali membuat alia heran.
sementara al nampak santai karena tau itu ulah anak licik nya, al pun heran kenapa mau diri nya di perdaya oleh anak nya itu.
kini mereka berdua berjalan menuju ruang vvip di arahkan sang manager restoran.
kenapa mereka mengenal kita ? " bisik alia pada al ".
al hanya mengangkat bahu nya seolah tak tau.
alia duduk di kursi dan melihat di atas meja ada buket bunga sama seperti yang semalam al berikan, al pun ikut duduk berhadapan dengan alia.
mata nya tertuju pada sepucuk surat dengan cepat al mengambil nya.
selamat dan sukses selalu, alia barata semoga segera mau menjadi nyonya pranaja.
glek, al menelan ludah nya kasar dengan wajah yang memerah, al tak menyangka anak nya akan bertindak selicik ini.
alia yang melihat al seperti itu segera mengambil sepucuk surat tersebut dari al membuat al kembali tersadar dan hendak merebut surat tersebut.
namun alia sudah membaca nya dan tersenyum bahagia ke arah nya.
alia itu, ucapan al tergantung saat alia berdiri dan berjalan ke arah nya dan mengecup singkat pipi al dan berjalan menuju pojokan di belakang al.
__ADS_1
alia mencabut kabel cctv tersebut kini al tau kenapa alia mengecup nya.
alia duduk kembali di kursi nya dengan senyum yang hilang berganti seperti kekecewaan.
aku tau, kamu tak mungkin melakukan itu, tapi setidak nya jaga perasaan zen, " ucap alia akhir nya ".
al hanya mengangguk tanda setuju.
entah kenapa perasan alia kini kesal pada al, padahal bukan kesalahan laki laki itu juga.
kita pulang saja, " alia sudah tak selera untuk makan yang sudah tersaji saat dia baru masuk ".
aku baru mau makan, kesal al karena dia baru saja mau memindahkan nasi ke dalam piring nya.
ya sudah aku pulang naik taksi saja, " ujar alia sambil berdiri hendak keluar ruangan ".
al menarik pergelangan tangan alia hingga gadis itu duduk di pangkuan al.
kini kedua nya saling tatap dengan jarak yang begitu dekat.
kalau mau pergi jangan bawa jas aku, " celetuk al berbisik di telinga alia ".
sontak alia yang tadi malu karena bersitatap wajah dengan al menjadi murka dan memukul mukul kepala al.
al hanya tertawa puas sambil menundukan kepala nya, namun pukulan itu melemah dan terdengar isak tangis membuat al mendongakan tubuh nya karena kaget.
alia turun dari pangkuan al, lalu mengusap kedua pipi nya yang di banjiri air mata lalu melepas kasar jas al, alia mengambil tas nya hendak pergi.
namun al sudah berdiri dan kini menarik alia dalam dekapan nya.
maaf kalau aku keterlaluan, " ucap al tulus sambil mengelus lembut rambut alia dan tanpa sadar mengecup berkali kali pucuk kepala alia ".
__ADS_1
kekesalan dan sakit hati alia hilang seketika berganti menjadi kehangatan, entah kenapa tadi alia kecewa dan sekarang alia merasa diri nya tengah berada di atas awan.