
tuan, anda jangan macam macam, " ucap hilda saat sudah pintu depan di tutup ".
al menatap tajam pada hilda, kau kira aku mau pada wanita sepertimu, " kesal al lalu berjalan menuju ruang kerja ".
hinda menatap heran dan kesal pada bos besar nya itu, hilda berjalan mengikuti bos besar nya menuju ruang kerja.
kau jangan salah paham aku hanya ingin memancing amarah istriku, " ucap al setelah berada di ruang kerja nya ".
hilda baru sadar tindakan bos nya apalagi alex pernah bercerita jika bos nya memang sudah menikah.
bos mau buat istri bos cemburu ? " goda hilda namun mendapat tatapan tajam membuat hilda diam ".
pintu di ketuk al tau kalau itu istri nya.
kau duduk di sampingku, " pinta al pada hilda ".
dengan cepat hilda duduk di sopa samping bos nya dan dengan cepat al merangkul pundak hilda.
pintu terbuka dan ternyata itu art yang membawa minuman membuat al segera melapas langkulan nya kasar.
kedua nya fokus dalam pekerjaan hingga hilda berpamitan.
di lain tempat di ruang kontrol kharisma menatap layar monitor.
dia tadi ingin mengantarkan minuman karena penasaran dengan apa yang di lakukan al dan wanita cantik itu.
namun kharisma teringat tempat ini saat zen memberitahukan beberapa hari yang lalu bahkan rekaman cctv di lengkapi audio membuat kharisma bisa mendengar percakapan al dan hilda.
__ADS_1
kharisma tersenyum geli dengan tingkah al, padahal tadi kharisma sudah panas di buat nya oleh lelaki dingin itu.
kamu sama seperti dulu al, arogan , gengsi, keras kepala, " gumam kharisma sambil tersenyum ".
malam hari nya al duduk di meja makan membuat kharisma heran ini pertama kali al duduk kembali di meja makan setelah kepergian anak nya.
kenapa ? ini rumahku apa salah makan di rumah sendiri, " ketus al pada kharisma yang hanya menggeleng ".
al nampak menikmati makan malam dengan lahap.
hingga beberapa kali mengambil lauk pauk membuat kharisma menggeleng sambil tersenyum kecil.
selesai makan kharisma membereskan bekas makanan.
bi makanan nya enak besok malam buat masakan yang sama, " ucap al pada salah satu juru masak ".
al nampak mendengus menyesal lalu berjalan menaiki tangga, kharisma hanya terkekeh kecil dengan tingkah suami nya.
malam ini kharisma sudah memakai pakaian serba tipis, dia sedari tadi melihat ke arah kaca menatap tubuh molek nya, dia ragu namun juga dia takut berdosa sudah dua bulan lebih tak pernah memberikan hak nya pada suami nya.
berbeda saat dengan amar mantan suami nya mereka hanya menikah berdasarkan kesepakatan jadi kharisma tak pernah memeberikan hak mantan suami nya itu.
dengan ragu kharisma memakai jubah lalu keluar kamar dan mengetuk pintu kamar al dengan perasaan dag dig dug.
al membuka pintu dan memicingkan mata nya heran.
ada apa ? " tanya al dingin ".
__ADS_1
kharisma masuk ke dalam kamar melewati al dan menutup pintu.
al hanya diam heran dengan tingkah kharisma.
apa kamu tak mau mengambil hak kamu ? " tanya kharisma menunduk dengan kedua telapak tangan beradu karena gugup ".
al tersenyum sinis.
kau kira aku mau menjamah wanita bekas banyak lelaki hah, keluar dari sini atau aku akan menendangmu dari rumah ini, " bentak al lalu berjalan menuju ranjang nya ".
tubuh kharisma bergetar hebat , dia tak menyangka respon suami nya akan seperti itu, kharisma juga sadar al bukan lelaki pertama yang menjamah nya, tapi itu hanya sekali dalam ketidak sadaran kharisma dan lelaki terakhir yang menjamah nya adalah al sampai zen lahir ke dunia ini.
kharisma membuka pintu dan menutup kasar, al menoleh sekilas dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang tanpa rasa bersalah.
al merenungkan ucapan nya, memang betul ucapan nya sebab menurut al kharisma pernah melakukan selain dengan diri nya.
bahkan wanita itu dua kali menikah, al juga meragukan ucapan amar yang tak pernah menyentuh kharisma.
entah kenapa al merasa bimbang padahal niat nya menikahi kharisma untuk menyiksa wanita itu tanpa bermain perasaan.
di kamar zen kharisma membereskan pakaian nya, dia benar benar tak terima ucapan suami nya, kharisma menyerah.
yah kini diri nya menyerah, kharisma memang bersalah pada al di masa lalu juga bersalah akan kematian alia namun kharisma tak tahan jika harus di rendahkan harga diri nya seperti ini meskipun dia bukan wanita suci di masa lalu.
kharisma juga tak menginginkan mahkota nya di renggut paksa lelaki lain selain al.
kharisma pergi meninggalkan kediaman pranaja.
__ADS_1
al melihat kharisma pergi di atas balkon namun laki laki itu hanya diam melihat kepergian istri nya.