Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 8 kebingungan alia


__ADS_3

pagi hari nya al kembali menekan bell namun pintu tak kunjung terbuka, akhir nya al pergi di ikuti jey dan rey untuk pergi ke kantor.


sementara bocah nakal masih terlelap karena hari ini dia libur sekolah dan bangun di jam sepuluh pagi setelah bi sari membangunkan untuk sarapan yang hampir siang itu.


tuan muda bibi akan pulang lebih cepat, apa ga apa tuan muda di tinggal sendiri ? " tanya bi sari sambil mengelus kepala zen yang sedang sarapan ".


bi sari merasa mempunyai cucu saat bersama zen, apalagi sifat zen yang hangat pada nya meskipun sifat jahil zen pada orang lain tapi dia tak pernah bersikap seperti itu pada bi sari bahkan zen selalu ramah pada nya.


ga apa bibi, lagian zen setelah mandi mau ke apartemen bunda, " jawab zen santai sambil menikmati sarapan nya ".


bi sari bingung se tau bi sari zen hanya mempunyai sosok ibu yang bi sari tak pernah tau wajah nya dan bi sari tak pernah bertanya tentang ibu zen karena al sudah memperingati nya.


bunda ? bunda tuan muda dimana memang ? " tanya bi sari penasaran ".


sebrang pintu.


bi sari tersenyum simpul, dia tak ingin terlalu bertanya lebih jauh takut tuan muda nya akan hilang selera makan nya karena terlalu banyak bi sari bertanya.

__ADS_1


bi sari berpamitan pada zen dan keluar apartemen, saat sudah menutup pintu bi sari melihat gadis cantik hendak masuk ke dalam apartemen di seberang nya.


alia sedikit menundukan kepala nya dengan tersenyum ramah begitupun juga dengan bi sari.


nona maaf apa anda bunda tuan muda ? " tanya bi sari karena jiwa kepo yang sudah di ubun ubun ".


alia yang sudah membuka pintu mengernyitkan kening nya karena tak mengerti pertanyaan bi sari.


bi sari mengerti ke bingungan wanita muda di hadapan nya.


alia sedikit paham meskipun masih bingung kenapa diri nya di sebut bunda, anak nakal penghuni pintu itu ? " tunjuk alia pada pintu di belakang bi sari ".


bi sari tersenyum dan menganggukan kepala nya, tuan muda tidak nakal nona, cuma beliau hidup dalam kesendiran dan kesepian, itu sebab dia bersikap jahil pada orang orang yang beliau sukai, tuan zen bahkan tak punya teman se usia nya karena aturan dari tuan besar yang tidak membolehkan nya bermain selain di temani tuan rey dan tuan jey, " ucap bi sari menjelaskan dengan nada lirih karena tak tega dengan zen yang selalu kesepian di usia kanak kanak nya ".


alia mencerna perjelasan bi sari, meskipun tidak sepenuh nya paham alia cukup terenyuh mendengar penuturan bi sari, alia hanya diam tanpa berniat berbicara kembali.


bibi titip tuan muda nona, tuan muda ada di dalam sendirian, jika tuan muda nakal pada nona mohon maafkan tuan muda nona, bibi permisi, " lanjut bi sari dan meninggalkan alia yang masih mencerna semua perkataan bi sari ".

__ADS_1


alia masuk ke dalam apartemen nya dan masih memikirkan perkataan bi sari.


hingga siang hari alia tengah asik memasak, kini dia belajar memasak karena omelan sang mamah yang selalu mengingatkan alia agar belajar memasak apalagi kini alia hidup mandiri dan tinggal seorang diri.


alia memang kemarin siang pulang ke rumah orang tua nya karena fikiran nya yang kacau setelah melihat al bersama istri nya.


beberapa kali alia mencoba namun selalu gagal hingga kesal sendiri, masakan manis jadi asin begitupun sebalik nya hingga pintu bell berbunyi.


alia membuka pintu nampak bocah nakal tersenyum jahil pada nya membuat alia ingin menjewer telinga bocah tersebut namun alia ingat perkataan bi sari tadi yang sudah memperkenalkan diri.


ada apa zen ? " ketus alia menatap kesal pada zen ".


bunda tau nama aku ? " zen balik bertanya heran ".


kenapa kamu panggil aku bunda hah ? " bentak alia geram pada bocah nakal itu ".


kan ga tau nama tante, " jawab zen santai sambil masuk melewati alia yang kaget dengan tingkah bocah nakal itu ".

__ADS_1


__ADS_2