
apa boleh aku bertemu zen ? " pinta alia akhir nya karena al hanya menatap pada nya ".
untuk apa ?
aku ingin minta maap, " ujar alia berharap agar al mengizinkan nya ".
mau menghina zen kembali ? " ucap al datar ".
alia menatap kesal pada al, keluarga aku tidak ada yang menghina cuma kakak aku merendahkan kamu, " ketus alia terpancing ".
dan kamu ? " tanya al memastikan "
aku hanya meragukan beda dengan kakak aku yang merendahkan kamu, " alia membela diri ".
al sebenar nya mengerti dan faham kalau alia tak sepenuh nya bersalah, namun entah al ingin selalu membuat gadis itu kesal pada nya.
apa kedatangan kamu berharap agar aku membantu perusahaan keluargamu ?
tidak, aku hanya ingin bertemu zen, " bantah alia lagi tak terima ".
lalu perusahaan keluarga kamu bagaimana ? " tanya al lagi masih memastikan fikiran gadis di hadapan nya ".
alia menghela nafas dengan wajah sendu nya, kakak aku sedang mencari investor.
__ADS_1
aku mohon izinkan aku bertemu zen, " lanjut alia lagi memohon ".
zen sedang keluar kota bersama nenek nya, " ujar al memberitahukan ".
alia berdiri dan menatap tajam al.
bilang dari tadi aku menyesal memohon padamu, " kesal alia berjalan keluar ruangan al namun terhenti karena ucapan al ".
perusahaan ken akan membantu kakak sialan kamu itu, " ucap al sambil berjalan ke kursi kebesaran nya ".
alia tersenyum kecil meskipun tak terlihat oleh al karena memunggungi nya, ternyata dia mau membantu, " batin alia senang ".
alia melanjutkan langkah nya dan keluar ruangan tanpa permisi, al tersenyum setelah pintu tertutup dia membayangkan wajah kesal alia.
pintu kembali terbuka, jey memicingkan mata nya menatap heran bos nya yang tersenyum sambil melamun.
lain kali kamu ketuk pintu bisa ? " kesal al menatap jey tajam ".
tadi saya sudah mengetuk tapi tuan tak mendengar, " jawab jey berbohong karena dia lupa mengetuk lagian bos nya tak akan sadar toh sedang melamun ".
sore hari nya alia kembali ke rumah nya dan heran melihat kakak nya yang nampak tersenyum di ruang keluarga, alia ikut bergabung dan duduk di samping mamah mamah nya.
kamu harus berterimakasih pada kakak dek, " ucap riko bangga ".
__ADS_1
alia memicingkan mata nya, kenapa ?
karena berkat kakak kamu tak perlu di jodohkan dengan laki laki brengsek itu, karena kakak sudah mendapatkan investor baru dari tuan ken, " bangga riko pada adik nya itu ".
alia malah penasaran dengan kakak nya yang mengatakan kevin lelaki berengsek.
kenapa kamu mengatakan kevin brengsek ? " mamah putri mewakilkan rasa penasaran semua nya ".
beberapa hari lalu kakak ke club dengan kiki dan melihat lelaki itu tengah bercumbu dengan para wanita malam, " ucap riko keceplosan membuat kini telinga nya terasa panas karena tangan amelda sudah menjewer nya ".
sayang aku ke sana hanya pekerjaan bukan minum minum, " jelas riko berusaha melepas tangan istri nya ".
alia mamah putri dan ayah barata tertawa melihat amelda yang sedang menjewer telinga riko.
tapi kenapa bisa tuan ken berinvestasi di perusahaan kita ? bukanya kamu tidak meminta bantuan nya ? " tanya tuan barata penasaran ".
aku ga tau yah, tapi assisten tuan ken menghubungiku dan aku bersama kiki ke kantor nya dan tanpa negoisasi pihak nya langsung setuju dan menandatangani semua nya, " jelas riko yang sebenar nya sama penasaran alasan ken berinvestasi di perusahaan keluarga nya ".
alia tak menyangka hanya dengan hitungan jam lelaki dingin itu menyelesaikan masalah perusahaan keluarga nya dan hanya memerintahkan adik nya yang di kagumi keluarga nya itu.
ya ken memang di kagumi keluarga nya kecuali diri nya, alia tak suka pada ken yang petakilan menurut nya lebih cool lelaki dingin itu dan membayangkan wajah al membuat alia tersenyum dan di sadari semua nya.
dek jangan bilang kamu lagi bayangin jadi istri kedua tuan ken, " celetuk riko membuat alia tersadar dari lamunan nya dan menatap kesal pada kakak nya itu ".
__ADS_1
ogah, mending aku nikahin kakak nya biar dia bisa aku perbudak, " ucap alia asal dan berjalan meninggalkan ruang keluarga ".
semua orang menatap bingung, karena setau mereka ken tak mempunyai kakak karena ken sewaktu berkunjung ke rumah nya tak membawa kakak nya dan sama sekali tak membahas kakak nya.