Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 57 kebodohan al


__ADS_3

setelah berbasa basi al langsung menanyakan keberadaan alia dan anak nya.


mamah putri pun akhir nya berdiri dan berjalan menaiki tangga hendak memberitahukan kedatangan al pada alia dan zen.


hanya dua ketukan pintu kamar terbuka nampak alia sudah berpakaian tidur.


ada apa mah ?


di bawah ada nak al, " jawab mamah putri memberitahukan ".


zen yang mendengar nya berjalan turun dari ranjang menghampiri bunda dan nenek nya.


mau ngapain ayah ke sini nek ?


mamah putri menatap heran zen.


itu kan ayah kamu dan calon suami bunda kamu zen, " jawab mamah putri sambil mengacak rambut zen gemas ".


aku dan al batal menikah mah, " jawab alia membuat mamah putri dan zen menatap kaget pada alia ".


kamu jangan bercanda alia, kamu akan menikah satu minggu lagi, " ucap mamah putri kaget ".


al yang membatalkan ini semua, zen kamu mau pulang sama ayah atau mau tidur sama bunda ? " jawab alia tegas sambil bertanya pada zen ".


aku mau tidur sama bunda saja.


alia kamu jangan main main soal pernikahan, " ujar mamah putri menatap heran pada anak perempuan nya ".


mamah tanyakan saja pada laki laki dingin itu, " jawab alia lalu menutup pintu tanpa menunggu jawaban mamah nya ".


mamah putri mendengus kesal dan berjalan meninggalkan pintu kamar alia.

__ADS_1


zen mengerti apa yang di katakan bunda nya, namun zen takut bertanya melihat perubahan ekspresi wajah bunda nya.


zen pun ingin bertanya pada ayah nya, tapi zen tak berani meminta izin pada bunda nya keluar kamar takut kalau bunda nya akan marah pada nya.


di ruang keluarga nampak jey riko dan amelda meninggalkan ruang keluarga atas permintaan mamah putri.


tuan barata nampak heran dengan istri nya, berbeda dengan al yang tau apa yang akan di bicarakan calon mertua nya.


nak al apa betul kamu membatalkan pernikahan dengan alia yang hanya satu minggu lagi ? " tanya mamah putri menatap lekat calon menantu nya ".


apa maksud mamah ? " tanya tuan barata masih tak mengerti ".


nak al membatalkan sepihak pernikahan nya dengan alia ayah, " jawab mamah putri tenang ".


sepasang suami istri paruh baya itu menatap al yang sedikit menundukan kepala nya.


bagi al ini pertama kali dia gugup berhadapan dengan seseorang, al merasa bersalah pada alia juga kepada kedua orang di hadapan nya.


al hanya mengangguk dengan masih menundukan kepala.


apa alasan kamu membatalkan sepihak hah ? " kesal tuan barata menatap tajam al yang masih menunduk ".


akhir nya al menceritakan semua nya dan fikiran nya dari mulai zen pergi tanpa sebab hingga al berfikir kalau zen tak merestui diri nya menikah dengan alia.


mamah putri dan ayah barata tambah kesal dan geram dengan pemikiran bodoh calon menantu nya.


kamu ini pengusaha sukses tapi sangat bodoh al pranaja, " cibir mamah putri kesal ".


al mendongak bingung dengan ucapan calon ibu mertua nya.


kamu meragukan kasih sayang alia dan zen, apa mungkin zen tak merestui kalian tapi zen ada di kamar alia sekarang ?

__ADS_1


apa mungkin alia tak menyayangi zen tapi alia masih menerima keberadaan zen padahal jelas jelas ayah nya sudah menyakiti nya dengan membatalkan pernikahan ?


tanya ayah barata geram menatap kesal calon menantu bodoh nya.


al nampak tersadar dan dia terdiam kaku, kini al sadar akan tindakan bodoh nya.


al menyesal dan berdiri hendak menuju kamar alia namun ayah barata menghentikan langkah al.


pergi kamu dari rumah ini, jangan sakiti putri saya untuk kedua kali nya, " bentak ayah barata geram ".


al menghela nafas kasar, dia ingin sekali bertemu alia da putra nya untuk meminta maap, namun dia juga tak mungkin membantah ucapan calon mertua nya.


ayah aku hanya ingin meminta maap pada kedua nya, " ujar al membujuk calon mertua nya ".


pergi atau aku akan mengusir zen juga dari rumah ini, " ancam ayah barata tak bisa lagi menahan kekesalan nya ".


nak pergi lah, biar kami berbicara terlebih dahulu pada putri kami, " jawab mamah putri sambil menahan tangan suami nya yang hendak berjalan ke kamar alia ".


al menghela nafas kasar lalu berjalan pergi meninggalkan rumah barata bahkan al hanya menyalami mamah putri, pada ayah barata al tak punya keberanian dalam posisi diri nya sekarang yang bersalah.


sampai di rumah al menceritakan pada umi aisyah, umi aisyah nampak ikut kesal pada putra nya yang bodoh itu.


sementara ken mentertawakan sikap bodoh abang nya itu.


diam kau ken, " bentak al kesal ".


lagian yang salah itu abang sama zen meninggalkan nya sewaktu di gunung, dia berfikir abang membawa bunda pergi tanpa zen, itu yang buat zen marah, ga ada sangkut pautnya sama kakak ipar, bukti nya zen berada sama kakak ipar sekarang, " cibir ken ketus lalu berdiri dan mengajak istri nya masuk ke dalam kamar ".


al nampak terdiam mencerna ucapan adik nya.


umi aisyah yang geram pun meninggalkan al seorang diri.

__ADS_1


kini al tersenyum dan menertawakan kebodohan nya.


dia menyesal menyakiti calon istri nya dengan ucapan nya, dia juga tau zen bukan tak merestui tapi karena zen merasa di pisahkan dengan bunda nya.


__ADS_2