
alia sudah mematikan lampu utama dan mengganti dengan lampu tidur lalu merebahkan tubuh nya membalakangi tubuh al.
al melempar dua guling penghalang lalu mengusap pundak alia sebab dia susah bergeser karena luka di dada nya.
alia kembali membuka mata nya dan membalikan tubuh nya menatap kesal al.
apa lagi ? " kesal alia menatap wajah al yang menatap nya sendu ".
melihat wajah sendu al membuat alia menghela nafas kasar, di satu sisi dia masih kesal pada al namun di sisi lain juga dia khawatir pada laki laki itu.
apa boleh aku memelukmu, " pinta al lirih ".
alia menatap al dengan tatapan kesal nya lalu alia merebahkan tubuh nya di bahu tangan al sebab tak mungkin alia menyandarkan kepala nya di dada al yang terluka.
maap, " ucap al lirih ".
hem, " jawab alia malas ".
apa boleh ambilkan barangku di laci nakas, " pinta al membuat alia mendudukan tubuh nya menatap kesal al ".
alia turun dari ranjang mendengus kesal lalu membuka nakas di samping ranjang, di sana hanya ada satu kotak perhiasan membuat alia mengambil dan duduk di atas ranjang menyerahkan pada al yang sudah duduk.
alia hendak merebahkan tubuh nya namun al mencegah nya.
apa lagi, aku mengantuk, " ucap alia kesal ".
al membuka kotak tersebut nampak sebuah kalung yang sangat indah, al mendekat dan memakaikan kalung tersebut di leher alia membuat gadis itu diam sesaat karena kaget.
al mengecup lembut kening alia.
aku tau aku bukan lelaki baik, tapi aku harap kamu mau memaapkan ke kesalahanku, aku mencintaimu, " ucap al tulus ".
__ADS_1
alia menatap al dengan tatapan menyelidik, mencoba mendalami perasaan lelaki di hadapan nya, alia merasakan tatapan sungguh sungguh dari al.
alia tersenyum dan mengecup singkat bibir al membuat lelaki itu diam kaku.
kamu memaafkan aku ? " tanya al tersenyum sumringah ".
hem, tapi jangan bertindak bodoh lagi dan jangan asal bicara, " jawab alia sambil merebahkan tubuh nya "
al ikut merebahkan tubuh nya mengusap kepala alia lembut.
alia membalikan tubuh nya lalu menarik tangan al agar diri nya bisa merebahkan kepala di bahu al.
kamu jangan asal bicara, aku takut setelah kita menikah kamu dengan mudah mengatakan kata talak saat kita dalam masalah, " ucap alia sambil mengelus lembut bekas luka yang masih di tutupi perban ".
al mengangguk dan mengelus kepala alia.
kedua nya terlelap setelah berbincang membahas kesalah pahaman kedua nya.
alia mengantarkan zen ke halaman depan untuk berangkat sekolah.
setelahnya alia kembali masuk ke dalam rumah nampak ken masih duduk di ruang keluarga dengan pakaian santai nya, mungkin laki laki itu libur fikir alia.
alia hendak menaiki tangga namun ken memanggil nya menghentikan langkah alia.
kini di ruang keluarga hanya ada alia dan ken, sebab umi aisyah tasya dan baby cila berada di halaman belakang.
ada apa ken ? " tanya alia sebab dia dan ken memang tidak terlalu dekat selama ini karena alia canggung pada calon adik ipar nya ".
ken mulai menceritakan sikap abang nya, ken yakin abang nya itu sangat mencintai alia namun abang nya itu lelaki yang bodoh dalam percintaan dan ken meminta alia agar sabar menghadapi sifat al yang mungkin bertolak belakang dengan diri al selama ini yang di kenal tegas cerdas dan berwibawa.
alia memang menyadari kadang al seperti orang bodoh di hadapan nya, kadang pula ke kanak kanakan bahkan terkadang lelaki itu tidak tegas dalam ucapan dan keputusan tentang diri nya.
__ADS_1
alia masuk ke dalam kamar al setelah berbincang dengan calon adik ipar nya, bagi alia ucapan ken sama sekali tak mempengaruhi perasaan nya sebab memang alia mencintai al dan yakin pada al, namun setidak nya alia kini mengetahui sisi lain calon suami dari calon adik ipar nya.
al tengah duduk sambil memainkan hanphone di atas sopa, lelaki itu tengah memberi instruksi pada jey juga rey.
alia duduk di samping al, lalu merebahkan tubuh nya sopa dengan kepala bersandar di paha calon suami dingin nya.
kamu tidak ke kantor ? " tanya al dengan masih sibuk memainkan hanphone nya ".
alia mendengus dan duduk menatap al, al memicingkan mata nya heran.
kamu mengusirku ? oke aku pergi, " ucap alia berdiri hendak pergi ".
al menarik tangan alia membuat gadis itu terduduk di pangkuan al.
kini kedua nya saling menatap dengan jarak sangat dekat.
aku hanya bertanya sayang, tapi terimakasih kamu memilih menemaniku di sini ketimbang berangkat ke kantor, " ucap al sambil menatap alia lekat ".
mendapat tatapan dan ucapan seperti itu, pipi alia menjadi merah merona, alia menyembunyikan wajah nya di bahu al dan menggigit pelan bahu al.
pintu terbuka membuat kedua nya sedikit kaget, maap kak, " ucap tasya merasa tak enak mengganggu sepasang calon suami itu ".
alia turun dari pangkuan al dan duduk di samping nya.
ada apa ? " tanya al dengan wajah datar nya ".
desainerku mengatakan sore ini sudah selesai pakaian pengantin kalian apa mau aku bawakan ke sini atau kalian mau ke butik ? " tanya tasya sebab tau kondisi kakak ipar nya sekarang ".
bawa saja ke sini, " jawab al santai ".
ya sudah, kalian lanjutkan saja pemanasan buat reproduksi anak nya, " celetuk tasya lalu dengan cepat menutup pintu kembali ".
__ADS_1
al mendengus kesal, sementara alia tambah malu dengan apa yang di katakan calon adik ipar nya.