
dulu aku pernah mencintai perempuan yang entah itu cinta atau hanya nafsu.
hampir tiga tahun kami berhubungan, namun aku melihat dengan mata kepalaku sendiri wanita yang aku jaga aku lindungi bahkan aku rela berkorban untuk nya tengah bersetubuh dengan lelaki lain.
alia mendengarkan cerita al dengan menatap ke arah depan sambil memegang kedua telapak tangan nya.
bodoh nya aku tak melepaskan begitu saja, beberapa hari berlalu aku kembali bertemu dengan wanita itu dan dengan bodoh nya aku memaafkannya.
aku yang tau kalau wanita itu sudah biasa biasa bersetubuh lalu melakukan dengan nya dan sengaja aku menghamili nya.
dia yang dulu tengah seorang mahasiswi marah padaku dan ingin menggugurkan nya.
aku tentu melarang nya dan memberitahukan pada keluargaku juga keluarga nya.
keluarga nya tak terima dan menghajarku, tapi aku tetap tak menyesal karena tujuanku memang menghamili nya berharap dia akan menjadi milikku.
hingga aku sadar satu hal.
orang tua nya menjodohkan dia dengan lelaki yang sudah matang secara harta dan tahta.
aku yang merasa dari orang berada kembali mendatangi wanita itu dan menjanjikan semua kekayaan.
tapi wanita itu menghinaku kalau aku hanya anak manja yang hidup dari harta orang tua.
aku yang masih muda dan labil mendatangi kantor keluargaku dan meminta hak ku sebagai pewaris utama perusahaan.
namun kakak iparku menolak memberikan jabatan itu, hingga aku datang ke ibu kota dan merintis pranaja corp.
hingga beberapa bulan yang lalu aku di hubungi wanita itu dan menyerahkan zen padaku, " ucap al lirih panjang lebar ".
__ADS_1
entah sejak kapan alia sudah menggenggam satu tangan nya.
nampak gadis itu berkaca kaca menatap wajah al yang datar menatap ke depan.
itu alasan aku menjadi penyendiri, umi selalu bilang aku tak salah sepenuh nya, tapi kenyataan wanita itu dan keluarga nya menganggap aku sebagai bajingan yang menghamili putri nya.
al menundukan kepala nya mengingat masa lalu nya yang di perlakukan seperti binatang oleh keluarga ibu zen, tak ada harga diri yang tersisa saat al memohon agar wanita nya tak di nikahkan dengan laki laki lain.
umi benar, tidak semua wanita seperti itu, dan tidak semua keluarga akan bersikap seperti itu. " alia menenangkan al agar laki laki itu tak menyalahkan diri nya sendiri ".
aku tak pernah menganggap wanita lain sama dengan nya, namun masa lalu itu cukup membuatku tak bisa mengenal apa cinta dan apa ketulusan, jujur aku baru melihat ketulusan kamu pada zen," ungkap al mengakui ".
jadi kamu percaya cinta kan ?
al hanya menggeleng, aku takut mengenal cinta, dan aku nyaman seperti ini, " jawab al tegas ".
kau berbohong, kau penyendiri dan kau juga jarang tersenyum itu arti nya kau tak nyaman dalam ke adaan sendiri seperti ini, " bantah alia yakin ".
biarkan seperti ini sebentar, di sini tak ada umi jadi aku tak punya pilihan selain memelukmu, " ucap al membuat alia sedikit kesal ".
kau terpaksa memelukku ?
kau bukan pacar atau istriku, tentu aku terpaksa, " jawab al merasa tak salah ".
alia melepas pelukan itu dan menatap tajam al yang kini mata nya terlihat sendu, tidak tajam seperti biasa nya.
alia kembali mendekatkan tubuh nya dan kini dia yang memeluk erat tubuh al dan menyembunyikan kepala nya di dada bidang al.
alia teringat akan riska dia penasaran dengan kebenar ucapan riska.
__ADS_1
alia kembali memberi jarak dan menatap al kembali.
kalau perusahaan itu untukku lantas kenapa ada orang lain selain keluarga, riska misal nya dia itu siapa ? apa kekasih kamu ? dan dia bilang dia pernah tidur dengan kamu ? " tanya alia bertubi tubi membuat al gemas pada gadis yang menatap nya tajam ".
al kembali menarik tubuh alia dan memeluk nya.
aku memang pernah bahkan sering dulu tidur bersama nya, " ucapan itu membuat alia kesal dan melepas pelukan lalu berlari memasuki rumah ".
riska keponakanku, " teriak al tanpa mengejar alia ".
alia berhenti saat al berteriak, lalu berjalan masuk ke dalam rumah sambil tersenyum malu beruntung tubuh nya membelakangi al.
al masuk dan menutup pintu, lalu merebahkan tubuh nya di atas tikar yang berada di ruangan depan.
alia membuka pintu kamar dan melihat al sudah merebahkan tubuh nya di atas tikar.
alia kembali ke dalam kamar membawa selimut serta dua bantal dan kembali ke ruang depan dan ikut merebahkan tubuh nya di samping al.
al membuka mata nya heran.
kamu mau ngapain ?
tidur lah, " jawab alia santai dan memberikan satu bantai untuk al ".
kamu tidak takut tidur di sampingku ? " tanya al mencoba menakuti alia ".
tidak, memang kenapa ?
yang sudah sudah hadir zen, apa mau mengandung adik zen ? " goda al lagi agar gadis itu pergi ke dalam kamar ".
__ADS_1
aku sedang datang bulan, " jawab alia santai lalu memeluk al membuat laki laki itu menegang dengan kelakuan gadis aneh di samping nya ".
kedua nya terlelap dan tanpa sadar sudah pagi hari membuat zen terbangun dan keluar kamar mendapati pemandangan yang membuat zen kembali ke dalam kamar mengambil hanphone nya.