
zen masuk ke dalam kamar dan beberapa saat kedua orang yang saling memeluk itu terbangun dengan suara percikan air.
al dan alia sedikit kaget dengan posisi nya yang saling memeluk.
kedua nya terduduk dengan wajah malu dari kedua nya.
alia bergegas menuju kamar, al membereskan bantal dan selimut bekas kedua nya tidur.
kini ketiga orang itu nampak sarapan setelah orang suruhan al datang membawakan sarapan.
tuan anak nya kasep pisan, " ucap bi elis yang mengantarkan sarapan untuk ketiga nya ".
tampan orang bapa nya tampan, " celetuk al membuat alia berbatuk saat mengunyah makanan ".
zen memberikan segelas air minum pada bunda nya.
zen sebenar nya risih, dia sedang sarapan tapi bi elis yang gemas pada nya beberapa kali terus mencubit pipi nya.
alia baru tau sifat lain al selain dingin.
ia tuan tampan tapi kan istri tuan juga cantik wajar aden zen tampan, " jawab bi elis sambil mengelus kepala zen ".
sebagai orang kampung bi elis menunjukan sifat hormat dengan ke ramahan berbeda dengan orang kota yang menunjukan dengan sikap canggung.
alia dan al saling tatap dengan ucapan bi elis, berbeda dengan zen yang dari tadi cemberut menjadi tersenyum.
apalagi kalau punya adik perempuan pasti cantik ya bi kaya bunda, " tambah zen membuat bi elis mengangguk setuju dan tersenyum ke arah zen ".
bi elis sudah pergi dan kini hanya ketiga nya tengah asik sarapan di teras depan dengan pemandangan pantai.
al salut dengan alia yang bisa beradaptasi, bahkan nampak menikmati makan di teras dengan posisi duduk tanpa kursi, dengan makanan sederhana serta tidur di atas tikar dia bahkan mau.
__ADS_1
dari jarak lumayan jauh nampak sepasang suami istri kaget dengan apa yang dia lihat lewat teropong.
rey dan keyla memang menemani al, namun kedua nya menginap di hotel sederhana dan kebetulan bisa melihat rumah sederhana yang di tempati al lewat teropong.
aku harap kakak berjodoh dengan kakak ipar, " ucap keyla tulus ".
kakak ipar ? " tanya rey heran ".
ya kan dia sudah jadi bunda zen, cuma belum sah jadi istri kak al aja, " jelas keyla ".
rey hanya mengangguk setuju.
siang ini nampak keyla dan alia melihat zen yang asik bermain di pantai.
sementara al dan rey ke lokasi tempat pembangunan yang tidak terlalu jauh dari tempat ini.
gimana semalam tidur di rumah sederhana nyaman ga kak ? " tanya keyla ingin tau ".
nyaman nyaman banget malah, " jawab alia mengingat tidur nya yang nyaman sambil memeluk al ".
jangan bilang nyaman karena tidur di peluk ka al ? " goda keyla yang sebenar nya sudah tau ".
jangan heran keyla tau, sebab anak licik al sudah bertindak keluar batas, al dan alia akan sangat terkejut setelah kembali dari liburan nya.
wajah alia merona saat keyla bertanya hal itu, alia tak menjawab dia memilih meninggalkan keyla dan ikut bermain di pantai bersama zen.
sore hari al kembali di antar rey yang sekalian menjemput istri nya.
al heran dengan tingkah anak nya yang selalu bermain hanphone dan tersenyum kadang juga tertawa, padahal biasa nya zen lupa pada handphone nya saat bersama alia.
alia pun sama heran nya namun dia tak begitu mempermasalahkan nya.
__ADS_1
malam hari al membakar beberapa ikan besar hasil tangkapan nelayan, alia dan zen hanya bercanda di teras rumah sambil menunggu ikan bakar matang.
sesekali al tersenyum melihat tingkah kedua nya.
bagi orang lain yang melihat nya akan menyangka mereka keluarga yang harmonis.
alia berjalan ke arah al dan mengambil nampan yang berisi satu ikan bakar yang sudah matang, lalu kembali ke teras dan memakan nya bersama zen tampa menawarkan dan peluli pada al yang seperti nya sedikit kesal dengan tingkah alia.
beberapa saat al berjalan ke arah kedua nya membawa nampan berisi ikan ikan bakar yang sudah matang.
ketiga nya makan dengan lahap dengan zen yang selalu bercerita pada alia dan menganggap al seperti tak ada.
al kesal dan senang dengan tingkah kedua nya.
apalagi kini al bertugas memisahkan antara daging dan tulang ikan, kedua orang itu yang memakan nya dengan lahap.
malam ini ketiga nya tidur di dalam kamar dengan zen berada di tengah tengah atas permintaan zen tentu nya.
hampir dua minggu mereka di sana, dengan al yang selalu sibuk di pagi hari hingga sore hari.
sementara alia biasa nya bekerja hanya di siang hari lewat laptop atau hanphone nya.
zen pun sama dia kadang belajar di siang hari dan bermain di pagi dan sore hari.
pagi hari ini zen dan alia kaget dengan al yang mengajak nya untuk pulang, padahal sebelum nya laki laki dingin itu mengatakan akan tinggal dua hari lagi.
kini ketiga orang itu sudah menaiki helikopter dan satu jam kemudia helikopter mendarat di sebuat gedung yang lumayan tinggi di pusat kota.
ternyata gedung tersebut merupakan rumah sakit pranaja.
alia dan zen hanya mengikuti langkah al yang nampak seperti mencemaskan sesuatu.
__ADS_1
hingga penyebab kecemasan itu alia dan zen ketahui penyebab nya setelah sampai di salah satu ruangan vvip rumah sakit.