
ayo kita obati luka kamu, " bujuk alia dengan masih terisak ".
al hanya diam.
alia menatap ke arah al yang masih diam dengan wajah dingin nya.
hargai aku alia, jangan sesekali bertindak gegabah, " ucap al dingin ".
ia , maap aku janji ga bakal mengulanginya lagi, " pinta alia memohon ".
al menghela nafas kembali dan menoleh menatap lekat alia.
jangan tatap aku seperti itu, " ucap alia terbata menundukan kepala nya ".
al mengelus pipi alia yang di basahi air mata.
kamu baik baik saja ?
alia mendongak lalu memeluk lembut al sambil terisak.
al mengelus pundak alia yang masih terisak.
beberapa saat kemudian kharisma tak sengaja melihat keluarga alia di sana juga ada al yang masih duduk dengan luka di pakaian nya.
al kamu kenapa ? kenapa bisa terluka kembali ? " tanya kharisma khawatir ".
tidak apa, " jawab al santai ".
bagaimana tidak apa apa, ayo ikut ke ruanganku, " ajak kharisma sambil menarik tangan al dan laki laki itu pasrah mengikuti langkah kharisma ".
alia hanya diam tak percaya, tadi diri nya membujuk al berkali kali namun al kukuh tak ingin di obati, sementara sama kharisma al langsung pasrah berjalan masuk ke ruangan kharisma.
kharisma membuka pakaian al dan segera membersihkan luka di dada al, alia melihat kharisma yang cekatan mengobati luka al dengan wajah yang nampak panik.
entah kenapa alia merasa sakit melihat itu semua, alia meninggalkan pintu ruangan kaca kharisma.
tanpa kharisma dan alia sadari al menyadari ke hadiran alia dan tatapan sedih alia, al tersenyum kecil dan merubah wajah nya menjadi dingin kembali.
dengan cekatan kharisma selesai mengobati luka al.
terimakasih, " ucap al singkat lalu berdiri hendak pergi ".
tunggu.
kharisma berjalan ke arah lemari lalu mengeluarkan jaket besar, al masih ingat jaket tersebut merupakan jaket yang al berikan pada kharisma saat dulu ber ulang tahun.
__ADS_1
ini pakai kamu ga mungkin keluar ruangan tanpa pakaian, " ucap kharisma menyerahkan jaket tersebut ".
al hanya diam, dia tak menyangka kharisma masih menyimpan jaket tersebut.
kharisma memakaikan jaket tersebut karena al hanya diam.
al tersadar setelah kharisma selesai memakaikan jaket pada nya.
al berjalan meninggalkan ruangan kharisma tanpa berkata apapun.
kharisma menatap nanar punggung al yang menjauh.
semoga kamu bahagia al, " batin kharisma tulus ".
beberapa hari kemudian di rumah kharisma nampak arya tengah berbincang dengan wanita cantik.
lisa merupakan kekasih arya, selama ini memang kharisma tak pernah menikah dengan arya.
tanpa di ketahui siapapun kharisma meminta tolong pada arya agar mau berpura pura menikah dan menjadi suami nya.
kharisma melakukan itu semua karena tak ingin merusak kebahagiaan wanita lain juga putra nya.
arya yang memahami permasalan membantu nya dengan ikhlas, meskipun hati nya terluka karena penolakan kharisma.
kini ketiga nya tengah berbincang hangat.
kharisma nampak santai sebab memang dia tak punya perasaan apapun pada arya.
jadi kapan kamu akan melamar aku mas ? " tanya lisa pasa arya ".
kalian boleh menikah setelah aku pergi ya, aku pergi satu minggu lagi, " ucap kharisma memotong percakapan sepasang kekasih tersebut ".
kamu yakin mau meninggalkan negara ini ? " tanya arya yang tau penderitaan kharisma ".
bahkan arya tau semua dari awal permasalahan kharisma sebab laki laki itu menjadi tempat cerita isi hati kharisma sebenar nya.
kharisma hanya mengangguk dengan senyum getir nya membuat lisa dan arya kasihan pada wanita tangguh tersebut.
tanpa ketiga nya sadari ada wanita yang mendengarkan percakapan ketiga nya.
pintu yang sedikit terbuka, alia hendak menemui kharisma karena satu hal.
namun kini dia sudah mendapatkan jawaban nya saat alia hendak mengetuk pintu.
alia berjalan lunglai meninggalkan rumah kharisma.
__ADS_1
hati alia kini sakit namun di sisi lain dia juga tak ingin egois, alia sadar diri nya yang berada di antara al zen dan kharisma.
hati alia benar benar hancur entah dia harus melakukan apa sekarang.
kecurigaan nya pada perlakuan kharisma tempo hari terjawab sudah.
wanita itu benar benar tulus bahkan jauh berkorban sangat besar bagi kebahagiaan al dan zen, " itu fikiran alia mengingat sosok kharisma ".
tanpa alia sadari dia sampai di sekolah zen, hingga alia melihat zen yang berjalan ke arah nya.
bunda jemput zen, " ucap zen memeluk pinggang bunda nya ".
pa susno boleh pulang saja, biar zen pulang bersama saya, " pinta alia pada sopir yang menjemput zen ".
baik nona, " jawab pa susno sambil pamit pulang ".
kini alia dan zen tengah memakan es cream di salah satu taman kota, namun alia nampak sering melamun membuat zen heran.
bunda kenapa ? apa ada masalah di kantor ? " tanya zen penasaran ".
gapapa sayang, " jawab alia mengelus kepala zen ".
kalau nanti bunda menikah dengan ayah apa zen akan tinggal bersama bunda atau ibu ? " tanya alia yang heran sendiri kenapa bertanya seperti itu ".
zen nampak berfikir sejenak.
memang kalau zen tak memilih apa salah ? " tanya zen balik pada alia ".
maksud zen bagaimana ?
apa zen tak boleh kalau zen tinggal bersama bunda juga ibu ?
maksud nya bagaimana zen ? " alia masih tak paham ".
ya bunda adalah bunda zen, ibu juga ibu zen meskipun ibu dulu jahat sekarang ibu selalu baik pada zen, jadi apa boleh zen tinggal bersama ibu saja ? dan sesekali tinggal bersama bunda bagaimana ? soalnya kasihan ibu suka tidur sendirian, " ucap zen apa ada nya ".
tidur sendiri bagaimana ? " tanya alia memastikan meskipun dia sudah tau apa yang di maksud zen ".
ibu selalu tidur sendiri, ibu juga sudah tak punya siapa siapa, bahkan ibu selalu menangis saat tidur memeluk zen. " ungkap zen lagi apa ada nya ".
bukanya ibu tidur sama ayah arya ? " pancing alia lagi ".
paman bukan ayah, cuma ibu selalu bilang agar menyebut paman arya ayah di depan keluarga ayah al, " ungkap zen mengoreksi ucapan alia ".
alia menghela nafas kasar, kini hati nya makin sakit namun juga dia merasa bersalah pada ibu zen.
__ADS_1