Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 72 publikasi


__ADS_3

di lain tempat nampak wanita yang hampir menginjakkan usia empat puluh tahun mengusap kedua pipi nya yang di basahi air mata.


selama ini nadira merindukan sosok umi nya, namun dia tak pernah menemukan keberadaan umi dan adik adik nya.


riska mengusap baru bunda nya, selama ini riska memang tau keberadaan paman dan nenek nya namun melihat kebencian paman al pada bunda dan ayah nya membuat riska tak berani memberitahukan keberadaan mereka pada bunda nya.


paman kamu ada di negara ini, lihat itu umi aisyah nenek kamu ka, dan itu paman kedua kamu paman ken ka " ucap nadira menunjukan telunjuknya ke arah televisi ".


riska hanya mengangguk sambil mengelus pundak bunda nya.


tapi dimana paman al ka ? " tanya nadira heran karena tak melihat wajah al di layar televisi ".


tapi katanya presdir pranaja corp abang dari ken, apa itu al ka ? " tanya nadira lagi terharu bahagia ".


riska hanya diam dia bingung harus menjawab apa.


di lain tempat al tersenyum kecil saat melihat laptop nya, nampak kharisma masuk ke dalam lip di ikuti alex dan beberapa anak buah nya.


sementara zen asik memainkan laptop milik nya di sopa panjang, bocah sebelas tahun itu sudah mahir memainkan laptop bahkan sudah bisa membuat aplikasi dan juga meretas berbagai keamanan.


kharisma masuk ke dalam ruangan al dia kesal sebab anak buah al menjemput nya paksa dari perusahaan nya sendiri.


sejak meninggalkan rumah pranaja kharisma memang memutuskan bekerja di kantor nya sendiri yang selama ini di pimpin oleh lisa calon istri dari arya.

__ADS_1


ke kesalan kharisma pada al sirna seketika saat melihat putra nya duduk di sopa asik memainkan laptor nya.


kharisma berlari berhamburan memeluk zen dan terisak bahagia karena merindukan putra nya.


zen tertawa kecil membalas pelukan ibu nya.


al berdiri dan berjalan menuju sopa lalu ikut memeluk kedua nya, tanpa rasa dosa al mengecup pipi zen dan kharisma bergantian.


ingin sekali kharisma memaki suami nya tapi itu tak mungkin di hadapan putra nya.


kharisma mendelik menatap tajam al namun laki laki itu tersenyum tanpa dosa.


kamu tak bisa meninggalkan aku sayang, putra kita tak mungkin membiarkan ibu nya pergi kembali, " bisik al pada kharisma ".


zen dan kharisma nampak asik bercerita di sopa sementara al hanya jadi pendengar setia sebab istri dan putra nya sama sama mengacuhkan nya.


di kantor ZK corp lelaki yang duduk di kursi presdir selesai menonton berita publikasi keluarga pranaja corp.


sugara tersenyum kecut mematikan layar televisi.


ternyata kau pimpinan pranaja corp, pantas perusahaan baru bisa menyaingi ZK dalam hitungan tahun, " batin sugara kembali mengerjakan pekerjaan nya ".


malam hari nya sugara hadir dalam undangan perusahaan pranaja corp.

__ADS_1


para awak media meliput kedatangan keluarga ZK yaitu sugara nadira dan riska, ini kali pertama antar kedua pimpinan perusahaan besar bertemu.


baik ZK atau pranaja memang sering saling mengundang dalam acara mereka sebagai formalitas dan selalu hanya diwakilkan bawahan mereka.


sugara dan nadira nampak gugup saat sampai di loby gedung acara, berbeda dengan riska yang nampak santai bahkan cenderung terlihat bahagia.


jey dan rey menyambut pimpinan ZK corp kedua nya tau apa status pimpinan ZK dan bos besar nya.


di dalam kharisma menyambut keluarga barata yang juga ikut hadir.


kamu cantik sekali nak, " ucap mamah putri pada kharisma ".


terimakasih, mamah juga cantik dan awet muda, " goda kharisma sambil merangkul mamah putri ".


kharisma memang sekarang lebih akrab dengan keluarga barata bahkan diri nya di pinta memanggil mamah dan ayah pada barata.


apalagi di masa lalu kedua orang tua kharisma bersahabat dengan keluarga barata.


ken sedari tadi celingukan menunggu kedatangan kakak nya, ken yakin kali ini kakak nya akan hadir.


zen sedari tadi nampak membaca surat yang di berikan rey, sebab kata rey diri nya akan memberikan sambutan jadi dengan polos bocah itu menghapal kata demi kata dengan gugup.


di samping nya tasya heran dengan tingkah keponakan nya.

__ADS_1


sementara al laki laki itu masih bersama alex di ruangan lain, dia tetap waspada dan mengecek langsung ke amanan acara yang kemungkinan akan datang musuh besar nya.


dan mata al tertuju ke layar monitor menatap sinis pada lelaki yang hampir sepuluh tahun di atas nya tengah bergandengan tangan dengan wanita yang al benci namun di lubuk hati nya al merindukan wanita tersebut.


__ADS_2