Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 20 bunda zen


__ADS_3

pagi hari nya sangat ajaib bocah yang beberapa hari sakit kini di nyatakan sembuh, kharisma yang merawat nya ikut bahagia atas kesembuhan anak nya meskipun anak nya itu masih acuh pada nya.


al laki laki itu entah kemana sejak semalam tak kembali ke ruang rawat zen.


sementara kiki sudah pulang pagi sekali karena harus bekerja.


pintu di buka nampak alia dan juga orang orang di depan pintu sama kaget nya.


umi aisyah berjalan masuk di ikuti tasya yang menggendong bayi cila.


kamu kenapa bisa di sini ? " tanya tasya heran ".


nyonya umi, " sapa alia sama heran nya ".


kharisma hanya memperhatikan isteraksi tersebut seperti tak lihat keberadaan nya.


ini bunda tante, " zen yang menjawab karena pernah bercerita tentang sosok umi nya pada tante juga nenek nya ".


umi aisyah dan tasya tersenyum setelah mengerti apa yang di katakan zen.


alia langsung menggendong cila karena bayi itu meminta di gendong, sementara tasya membereskan barang barang zen yang belum alia selesai kan.


kharisma sedih diri nya seperti tak di anggap keberadaan nya, zen jaga kesehatan kamu dan belajar yang benar, saya permisi, " ucap kharisma menasehati anak nya juga berpamitan pada semua nya dan berjalan keluar ".

__ADS_1


kharisma, " panggil umi aisyah membuat langkah kharisma terhenti dan membalikan tubuh nya ".


terimakasih sudah merawat zen, " ucap umi aisyah tulus bagaimana pun kesalahan kharisma dulu ".


kharisma hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum lalu pergi setelah umi aisyah tak lagi menoleh ke arah nya.


alia makin penasaran dengan apa yang terjadi di masa lalu antara al dan kharisma sebenar nya, namun alia tak ingin ikut campur yang tidak berkaiatan dengan nya.


kini mereka semua sudah berada di rumah utama pranaja, alia di perlakukan dengan ramah membuat alia merasa tak enak pada umi aisyah.


umi tak menyangka kalau yang di sebut bunda oleh zen itu kamu.


alia hanya tersenyum bingung.


sebenar nya umi pas pertama kali melihat kamu, umi punya perasaan lain bahkan ingin menjodohkan kamu dengan anak umi, tak di sangka ternyata kamu sudah mengenal al dan zen, " tutur umi aisyah salah paham ".


hingga sore hari alia masih berada di rumah utama pranaja di temani umi aisyah dan tasya karena keyla jelas wanita itu tengah berbulan madu dengan rey.


ketiga wanita itu tengah menikmati cemilan di halaman belakang sambil memperhatikan zen yang mengajak bermain cila di taman bersama kelinci kelinci yang banyak.


assalamualaikum, " ucap lelaki yang baru sampai di halaman belakang ".


nampak ketiga nya menjawab salam dan menoleh ke arah ken yang baru sampai di ikuti mex.

__ADS_1


ken dan mex heran dengan ke beradaan alia, namun setelah mendapatkan penjelasan dari umi aisyah kedua laki laki itu tak penasaran lagi.


kakak ipar kapan akan menikah dengan es balok itu ? " tanya ken menggoda alia ".


alia terbatuk saat memakan cemilan dan segera minum air yang di berikan tasya.


alia tak menjawab dan hanya tersenyum canggung.


sebenar nya kami tak mempunyai hubungan apapun, " jawab alia akhir nya ".


tentu membuat semua nya kaget terutama umi aisyah, mendapat tatapan dari semua nya membuat alia memberanikan diri melanjutkan ucapan nya.


aku dan zen memang dekat layak nya adik kakak, namun dengan tuan al aku tak pernah dekat bahkan saling sapa sekalipun, " jelas alia membuat semua orang kecewa termasuk mex laki laki pendiam itu juga kecewa dengan penjelasan alia ".


padahal aku berharap kamu jadi kakak ipar aku, " ujar tasya kecewa ".


umi aisyah nampak hanya diam karena dia yang paling berharap, namun umi aisyah berusaha menutupi kekecewaan nya.


malam hari nya zen merengek agar bunda nya menginap dan menemani nya tidur, namun atas bujukan umi aisyah akhir nya zen mengijinkan umi nya itu pulang ke rumah nya.


umi aisyah ingin meminta mex mengantarkan alia karena wanita itu memang tak membawa kendaraan.


namun entah sejak kapan lelaki dingin ada di ruang keluarga, tengah berbincang bersama ken juga jey dan mex.

__ADS_1


akhir nya umi aisyah meminta lelaki dingin itu mengantarkan alia, al memang tak bisa menolak dan membantah ibu ratu nya kecuali menolak di jodoh kan.


alia menolak di antarkan al namun umi aisyah memaksa nya dan alia pun hanya bisa pasrah, kedua orang itu pun pergi dan umi aisyah tersenyum senang melihat kepergian kedua nya.


__ADS_2