Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 19 penyesalan kharisma


__ADS_3

alia menerobos masuk dan memeluk zen yang sangat ketakutan, ini kali pertama nya ayah nya itu marah besar pada nya.


al menghela nafas panjang karena tak bisa mengontrol emosi nya, al membalikan tubuh nya keluar ruangan.


kiki mundur dan memiringkan tubuh nya saat al melewati nya, kiki merasa takut dengan tatapan yang tak sengaja al.


kini kiki tengah berfikir nama yang tadi terucap, andai dugaan nya itu benar maka dia tak mungkin mendapatkan alia, selain karena gadis itu selalu menolak, saingan kiki jauh segala nya bahkan dengan mudah menghancur leburkan diri nya.


kiki masuk ke dalam ruangan dan melihat wanita cantik di usia kepala tiga itu tengah menatap sosok anak yang di peluk alia.


kiki duduk di samping kharisma aga berjarak, kharisma baru tersadar ada lelaki lain selain anak nya di ruangan ini sekarang.


kiki tersenyum kaku saat kharisma menatap nya sekilas.


kharisma berdiri dan berjalan ke arah nakas dan mengambil beberapa lauk pauk serta nasi dan memberikan pada alia.


suapi zen, mungkin zen mau jiga kamu yang menyuapi , " pinta kharisma dengan suara lemah ".


alia merenggangkan pelukan nya dari zen lalu mengambil piring yang di berikan kharisma.


nampak zen makan dengan lahap, kharisma menatap kedua nya dengan tersenyum getir, kharisma membalikan tubuh nya dan keluar ruangan.

__ADS_1


alia merasa bersalah pada ibu kandung zen, namun mau bagaimana lagi anak nakal itu hanya mau di suapi oleh nya.


di taman rumah sakit nampak al duduk di salah satu bangku sembari menghisap rokok sembari menunduk memejam kan mata nya.


kharisma duduk di samping nya, kanapa kamu tak memberikan wanita itu kesempatan menjadi ibu sambung zen ? " tanya kharisma menatap lurus ke depan ".


al membuka mata nya dan menatap lurus ke depan seperti kharisma tanpa berniat menjawab pertanyaan kharisma.


apa kamu masih berharap kita bersama ? " tanya kharisma lagi lirih ".


al menyunggingkan sedikit senyum nya dan kharisma melihat itu karena menoleh pada al.


maafkan aku, " jawab kharisma lirih ".


semua sudah terjadi, aku tak pernah berfikir dan berharap kita bisa seperti dulu, " jelas al yakin ".


kharisma diam sesaat, lalu kenapa kamu tidak membuka hati pada wanita lain ?


aku bahagia tanpa pasangan, " jawab al santai ".


kamu bisa berbohong pada orang lain, tapi tidak bagiku uang sudah mengenal kamu luar dalam al, " bantah kharisma yakin ".

__ADS_1


al tertawa getir, kau tak mengenalku kharisma , bahkan kau sangat tidak mengenalku, " ucap al lalu berdiri dan berjalan meninggalkan kharisma ".


kharisma menatap nanar punggung al yang menjauh.


dalam hati terdalam kharisma sadar diri nya masih mencintai al, namun dia ragu bahkan takut mengungkapkan itu semua selain rasa bersalah rasa takut juga menghantui kharisma.


flashback.


siang tadi kharisma bertemu umi aisyah saat diri nya hendak memeriksa kondisi anak nya.


umi aisyah mengancam akan menghancurkan keluarga nya juga diri nya saat kharisma mengatakan menyesal dan akan menebus nya dengan kembali pada al agar zen tak kekurangan kasih sayang orang tua.


umi aisyah tersenyum sinis dan mengatakan semua nya sudah terlambat, al yang hancur dalam cinta nya, bahkan laki laki itu berubah dari laki laki yang hangat menjadi dingin.


beruntung al mengalihkan rasa sakit hati nya untuk hal positif bekerja tak mengenal waktu hingga bisa membuat perusahaan sebesar pranaja corp.


mungkin di fikiran umi aisyah, kharisma mengatakan itu karena posisi al sekarang , padahal kharisma sendiri baru tau kalau tempat nya bekerja sekarang milik mantan kekasih nya.


kharisma mengusap pipi nya yang di basahi air mata saat mengingat ucapan umi aisyah.


aku tau aku tak pantas di maafkan, aku harap kamu menemukan kebahagian kamu al, " batin kharisma dan berjalan meninggalkan taman tersebut ".

__ADS_1


__ADS_2