Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 48 hukuman al dan ken


__ADS_3

dalam perjalanan alia begitu lelap tertidur dengan kepala yang menyender di bahu al, al mengelus lembut kepala calon istri nya.


hingga helikopter mendarat di atap rumah utama pranaja.


alia bangun lalu turun dari helikopter dan berjalan bergandengan tangan menuju lip dan turun di lantai dasar.


sesampai nya di lantai utama alia berhambur memeluk zen yang kini memeluk dengan isak tangis nya.


bunda jangan tinggalin zen lagi, zen janji ga akan nakal lagi, " ucap zen terisak pasal nya zen juga menganggap kepergian bunda nya karena poto yang dia kirim ke keluarga pranaja juga barata ".


alia mengelus kepala zen, ingin alia menggendong zen, tapi bocah itu sudah cukup besar alia tak akan mampu menggendong nya.


alia juga tak menyangka keluarga nya ada di sini, satu persatu alia peluk keluarga nya dan juga keluarga pranaja hanya ken yang dia salami sebab takut calon suami nya akan kembali cemburu dan marah.


kini semua berada di ruang keluarga dengan baby cila memeluk sebelah kiri dan zen sebelah kanan, sementara bayi amira dalam gendongan nya.


sudah sinikan anak kakak, nanti kamu bikin saja sama al, " celetuk amelda mengambil bayi amira ".


alia mendengus kesal pada kakak ipar nya, jadi alia menggedong bayi cila saja yang berusia hampir dua tahun, bayi itu tertawa geli karena alia mecium berkali kali perut pipi dan leher bayi cila.


tasya sedari tadi nampak acuh pada nya entah alia berbuat salah apa pada nya. kini alia mengikuti tasya yang berjalan ke arah dapur untuk membuat susu bagi bayi cila.


hey tasya, kenapa ? " tanya alia lembut ".


tidak apa apa kak, " jawab tasya masih cuek ".


apa kamu tak suka aku jadi kakak ipar kamu ? " tanya alia karena tak merasa mempunyai salah ".


tidak, " jawab nya masih acuh ".

__ADS_1


umi aisyah masuk ke dalam dapur dan mendengar percakapan menantu dan calon menantu nya.


tasya kenapa kamu bersikap seperti itu pada calon kakak ipar kamu ? " tegur umi aisyah lembut ".


tasya hanya diam sambil menyeduh susu, umi aisyah menarik pundak tasya agar menantu nya itu menatap nya.


tasya menunduk dengan pipi yang sudah di basahi air mata membuat alia dan umi aisyah kaget.


kamu kenapa ? " tanya umi aisyah mengelus pipi tasya ".


tasya memeluk umi aisyah dan menangis sesenggukan membuat alia makin merasa bersalah.


kakak dan kakak ipar jahat umi, " adu tasya pada mertua nya ".


umi aisyah mengelus pundak dan kepala tasya hingga wanita itu tenang, umi aisyah memegang bahu tasya dan menatap tasya kembali.


tanpa ketiga wanita itu sadari al dan ken sudah di depan pintu dapur melihat ketiga nya.


aku dan ken jarang ada waktu bersama, ken selalu sibuk dengan pekerjaan nya, saat ken luang aku yang sibuk karena tugas dari kak al memegang alia spa, bahkan seperti nya ken sudah punya wanita lain di luaran karena cuek padaku, itu karena kak al da kakak ipar yang kabur, " adu tasya mengeluarkan unek unek nya ".


alia kaget dan geli sendiri alasan calon adik ipar nya marah pada nya, alia berjalan dan memeluk tasya serta meminta maap pada tasya.


berbeda bada kedua laki laki yang membulatkan mata nya saat mendengar aduan tasya, kedua nya terancam dalam bahaya karena ucapan tasya.


keluarga barata akhir nya menginap di rumah utama pranaja.


riko dari balkon nampak terus tertawa sambil mengisap rokok nya, amelda hanya menggeleng melihat tingkah suami nya.


sama hal nya di kamar zen bocah itu tertawa di balkon dengan alia yang khawatir pada kondisi calon suami nya.

__ADS_1


di pinggir danau umi aisyah dan tasya yang nampak senang dengan penderitaan suami nya asik memakan cemilan dan teh sambil melihat kedua laki laki yang di rendam di pinggir danau.


abang bagaimana kalau tiba tiba ada lintah masuk ke ****** ***** abang ? " tanya ken menggoda abang nya ".


al langsung berenang ke tepi danau dengan ken yang tertawa puas.


kamu, masuk lagi, " bentak umi aisyah menatap tajam al yang kedinginan dengan memakai celana pendek ".


aku di kolam saja umi, kan sama sama air, " tolak al memohon ".


ya sudah sana, " perintah umi aisyah agar al menuju kolam ".


menyesal ken mengerjai abang nya.


ken di danau malam malam mana tau ada hewan buas seperti buaya misal nya, " teriak al berlari ke arah kolam ".


ken langsung berenang cepat menuju tepi dan berlari menuju kolam mengikuti abang nya.


laki laki dua laki laki beda usia di balkon tertawa puas, begitupun dengan tasya.


pantas al dengin dan kejam, umi yang biasa lembut saja bisa setega dan sekejam itu, " batin alia kasihan pada calon suami dan adik ipar nya ".


umi aisyah sudah mengantuk namun tasya masih asik memijat kaki umi aisyah sambil sesekali tertawa puas pada suami dan kakak ipar nya.


hampir jam dua malam umi aisyah baru masuk ke dalam kamar nya.


tasya pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


terpaksa ken ikut masuk ke kamar abang nya dengan kedua nya yang kedinginan.

__ADS_1


__ADS_2