
nampak perbincangan kedua keluarga itu terhenti kala salah satu art memberitahukan pada alia kalau ada laki laki kecil yang mencari nya.
alia berjalan keluar karena penasaran, ternyata bocah nakal yang beberapa hari dia rindukan sudah berapa di hadapan nya bahkan kini memeluk pinggan nya.
bunda kenapa ga pernah nemui zen lagi ?
alia mengelus kepala anak kecil itu sambil tersenyum hangat.
kamu ke sini sama siapa ? " alia balik bertanya ".
sama pa susno, " tunjuk zen pada sopir yang menunduk hormat saat alia melirik ke arah nya ".
bi pa susno suruh tunggu di pos depan aja biar ngopi dan makan sama yang lain, " pinta alia pada art yang langsung di angguki nya ".
kini alia dan zen berjalan ke ruang keluarga dan duduk kembali setelah zen menyalami semua nya tanpa di pinta alia.
__ADS_1
semua orang nampak kaget dan bingung pada sosok laki laki kecil itu dan kini semua nya menoleh pada alia seolah meminta penjelasan.
ingin rasa nya alia berbohong tapi tidak mungkin karena bocah di samping nya pasti mengerti apa yang alia akan sampai kan kalau zen anak dari teman nya, dan takut zen tersinggung dan akan marah pada nya.
dia anak aku, " ucap alia akhir nya sambil menatap mamah nya ".
kini alia dan bocah nakal menunduk saat mendapat tatapan ayah nya yang marah, karena tadi setelah mendengar perkataan alia, tuan raka langsung marah besar bahkan mengatakan akan menarik saham nya dan langsung pergi bersama kevin yang masih tak percaya kalau alia sudah mempunyai anak yang sudah lumayan besar.
jelaskan semua nya , " ucap ayah barata masih menahan amarah nya ".
riko dan amelda masih bingung dan kaget kedua nya hanya diam tak ingin ikut berbicara.
dengan ragu akhir nya alia menjelaskan pertemuan pertama dengan bocah nakal itu dan menjelaskan juga kalau ayah zen laki laki yang tempo hari mengantar nya pulang.
dek kamu itu pilih laki laki yang ga berguna, sudah punya anak pula, masih jauh kemana mana sama kevin, " celetuk riko yang sebenar nya kaget juga namun dia memang kesal pada laki laki tua menurut nya itu ".
__ADS_1
ayah berguna, ayah juga mampu membantu perusahaan paman dan menjadi investor di perusahaan paman menggantikan kakek tua tadi, " celetuk zen yang sedari tadi menunduk dia tak akan bisa diam jika ayah nya di rendahkan orang lain ".
semua orang kembali di buat kaget, tak menyangka bocah se usia itu mengerti perihal bisnis, sama hal nya alia sedikit kaget dengan pernyataan bocah nakal itu.
melihat semua orang menatap nya karena kaget zen kembali menunduk, dia mengusap wajah nya karena zen laki laki yang tak bisa di bentak meskipun dia bocah laki laki, perjalanan hidup nya yang baru sepuluh tahun di penuhi dengan hal hal yang membuat nya sedikit trauma dengan suara suara bentakan apalagi saat tinggal bersama ibu kandung nya.
apa itu benar ? " tanya ayah barata menatap alia ".
aku ga tau, " jawab alia yang memang tak tau seberapa kaya al dan seberapa berkuasa laki laki dingin itu apalagi alia masih ragu al mau membantu nya ".
mendengar jawaban seperti itu zen nampak menoleh ke arah bunda nya tak percaya, dia merasa seperti dikhianati oleh bunda nya.
kalian sama saja, " kesal zen sambil menatap alia dan juga riko ".
mamah putri ingin menghampiri bocah itu karena terlihat marah pada anak nya dan hendak menenangkan, namun bocah itu sudah berlari keluar rumah.
__ADS_1
alia berlari mengejar zen di ikuti amelda dan mamah putri, sementara kedua laki laki itu masih terdiam di ruang keluarga.
alia hanya melihat kepergian zen di depan pintu, bocah itu sudah di dalam mobil yang melaju keluar gerbang.