
kharisma yang sedari tadi diam melamun tersadar saat alia menyimpan air minum di atas meja di hadapan nya.
maap mbak, apa anda menyesal meninggalkan tuan al dan zen ? " tanya alia karena melihat wajah sembab kharisma juga terlihat rasa penyesalan dari wajah kharisma saat alia menceritakan tentang zen bisa memanggil nua bunda ".
kharisma hanya menggelengkan kepala nya dan meminum air yang di bawakan alia.
maap mbak saya hanya bisa membantu menjaga anak mbak dan tidak bisa mengawasi pola makan tuan al , " alia sedikit merasa bersalah karena zen yang selalu bersama nya hingga al tak makan hingga sakit karena berhari hari tak makan ".
kharisma terkekeh pelan, al bukan zen yang harus di awasi alia.
bukan masalah anak anak atau dewasa mbak, orang dewasa pun butuh teman, " potong alia yang menyadari kalau al banyak menyendiri dan itu pasti al lebih banyak memendam keluh kesah nya sendiri ".
kharisma menatap alia curiga, apa kamu mempunyai perasaan lebih pada al ?
dengan cepat alia menggelengkan kepala nya, namun itu tak membuat kharisma yakin, entah kenapa perasaan kharisma menjadi kesal yang tadi nya akan mempercayakan anak nya pada alia menjadi berfikiran lain.
kharisma berjalan menuju kamar al dan melihat laki laki itu sudah sadarkan diri dengan zen yang tengah memberikan air minum pada al.
mata kharisma kembali berkaca kaca melihat pemandangan tersebut, akibat ke egoisan nya zen menjadi korban dan al tersiksa seperti ini.
__ADS_1
dulu al lelaki yang hangat namun entah kapan kharisma tak bisa mengingat kembali wajah itu, yang kharisma lihat hanya wajah datar dan dingin al.
zen ibu harus kembali ke rumah sakit, tolong kamu rawat ayah jangan sampai telat makan dan juga minum obat nya, " ucap kharisma di angguki zen ".
kharisma berjalan keluar di antar alia hingga depan pintu.
maap ayah, zen tadi panik da ga tau mau menghubungi siapa dan yang zen ingat ibu adalah seorang dokter.
al mengelus lembut pucuk kepala anak nya meskipun dengan wajah datar nya.
al merasa bahagia saat anak nya mengkhawatirkan diri nya meskipun al kesal pada kedua wanita yang tadi muncul yaitu kharisma dan alia.
alia yang merasa bersalah masuk ke dalam dapur untuk membuat bubur, beruntung mamah nya pernah mengajarkan membuat bubur.
setelah selesai alia membawa satu mangkut bubur ke dalam kamar al.
nampak zen sudah terlelap di samping ayah nya, sementara al tengah membuka laptop nya.
alia menyimpan mangkuk bubur di atas nakas dan mengambil laptop yang berada di pangkuan al membuat laki laki dingin itu menatap kesal pada alia.
__ADS_1
makan lah terlebih dahulu jangan terus bekerja mencari uang tapi lupa makan dan sakit, yang ada uang nya ga bisa di nikmati, " celoteh alia karena mendapat tatapan tajam dari al ".
alia menyodorkan sendok bubur ke mulut al, namun laki laki itu hanya menatap nya tanpa membuka mulut.
ayo buka mulut nya, " perintah alia mendekatkan kembali sendok bubur tersebut ".
al menjauhkan sendok tersebut dari mulut nya.
pergi lah, saya tak butuh di kasihani, " ucap al dingin ".
alia menghela nafas panjang.
apa sebenar nya mau anda tuan ? " kesal alia pada lelaki dingin itu ".
pergi dari sini, " usir al dingin ".
baik, tapi ingat makan bubur tersebut serta obat nya, " ujar alia dan pergi meninggalkan al dan zen yang tertidur ".
al menatap mangkuk tersebut dan mencicipi nya, al memicingkan mata nya dan melahap kembali bubur tersebut hingga tandas.
__ADS_1