Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 67 kepergian zen dan umi


__ADS_3

 umi aisyah memperhatikan kharisma yang nampak tengah membantu memanen buah nanas bersama beberapa pekerja kebun.


sejak tadi di meja makan nampak kharisma diam, namun kali ini umi aisyah melihat kharisma yang nampak asik berbincang tanpa rasa canggung bersama pekerja nya.


umi aisyah memang tak pernah berinteraksi langsung saat kharisma berpacaran dengan putra nya.


umi aisyah menatap sendu mengingat kesalahan anak nya, apalagi umi aisyah teringat saat rekaman cctv saat kharisma menjadi korban pemerkosaan dan al malah menyangka kharisma berselingkuh hingga hadir zen di dunia ini.


satu sisi umi aisyah iba pada kharisma namun dia juga kecewa pada kharisma yang meninggalkan al di masa lalu meskipun sebuah keterpaksaan.


di kantor utama pranaja jey masuk bersama alex ke ruangan presdir.


nampak al duduk di kursi kebesaran nya menatap tajam kedua nya.


ada apa ? " tanya al menatap kedua nya ".


kami hanya ingin membahas penyebab kematian nona alia, " jawab jey menunduk ".


sebenar nya, " ucapan alex kini terpotong oleh tangan al yang menandakan laki laki dingin itu tak ingin mendengarkan nya ".


jangan pernah bahas alia kembali, satu lagi kamu tidak perlu mengawasi kharisma, " perintah al tegas menatap alex ".


baik tuan , " ucap alex dan jey lalu kedua nya keluar ruangan al ".


beberapa hari berlalu nampak al selalu hangat pada kharisma di hadapan putra nya namun selalu dingin saat berada di dalam kamar.


bahkan sampai saat ini kharisma tidur di sopa kamar al, kharisma juga berhenti bekerja atas permintaan al.


bahkan al sama sekali tak tau kalau kharisma tak pernah menikah dengan arya, yang al tau kharisma bercerai dengan arya lalu menikah dengan nya.

__ADS_1


hal bodoh al dia tak berfikir andai kharisma menikah dengan arya harus nya ada jeda masa idhah saat bercerai sebelum menikah dengan nya.


lelaki dingin arogan itu memang selalu labil urusan perasaan bahkan lebih tepat nya dia bodoh dalam bertindak tentang perasaaan.


pagi ini al dan kharisma kaget saat tau kalau anak nya akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan menengah pertama nya.


usia zen baru sebelas tahun namun karena kecerdasan nya dia lompat dua kelas dan kini zen tengah meminta izin pada ayah dan ibu nya.


lantas kamu di sana sama siapa ? " tanya al agar anak nya mengurungkan niat nya ".


sama umi lah, " jawab zen santai ".


umi aisyah mengangguk setuju memang ini rencana kedua nya agar al dan kharisma makin saling mengenal satu sama lain, toh kalau rencana kedua nya dengan mudah zen kembali ke negara ini.


lalu ibu bagaimana di sini sendirian ? " tanya kharisma kini pada putra nya ".


al mendegus kesal, ini pasti ulah adik laknat nya, " batin al menyumpahi ken ".


kharisma nampak menelan ludah nya dia tak menyangka putra nya berkata seperti itu.


kapan kamu berangkat ? " tanya al pasrah ".


nanti siang, " jawab umi aisyah kini ".


kalian sebenarnya mau meminta izin atau cuma mau memberitahu, " kesal al pada umi dan putra nya ".


kedua orang itu hanya terkekeh kecil.


siang hari di bandara al dan kharisma menatap kepergian putra nakal nya di temani alex yang akan mengawal zen.

__ADS_1


al berjalan dingin di ikuti kharisma.


kharisma hendak masuk ke dalam mobil namun mobil al sudah melaju meninggalkan diri nya.


nyonya silahkan, " ucap pengawal agar kharisma masuk ke dalam mobil lain ".


kharisma menghela nafas kasar dan masuk ke dalam mobil tersebut.


hampir dua bulan sudah al dan kharisma resmi menikah namun kharisma hanya menghabiskan waktu nya di halaman belakang mengisi kesendirian nya.


bahkan setelah kepergian putra nya al memberikan kamar zen agar di tempati kharisma.


kharisma tak pernah bertegus sapa karena al akan berangkat pagi buta dan pulang larut malam.


al benar benar menghabiskan waktu nya untuk bekerja dan sesekali datang ke makam alia.


bahkan kharisma selalu membuat masakan untuk suami nya namun al tak pernah mencicipi nya sama sekali.


sore hari kharisma yang berada di halaman depan heran dengan mobil al yang memasuki gerbang rumah besar pranaja.


kharisma ingin menghampiri al namun langkah nya terhenti saat al turun bersama gadis cantik lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


al menyadari tatapan sendu kharisma dari kejauhan dan dengan sengaja al menarik pinggang gadis itu yang merasa kaget dengan perlakuan al.


kharisma menatap nanar dan mengusap pipi nya yang di basahi air mata.


selama ini kharisma hanya menangis dalam kesendiran.


semua art yang melihat nyonya nya merasa kasihan pada kharisma namun meraka tak mau ikut campur urusan majikan nya.

__ADS_1


__ADS_2