Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 59 tindakan bodoh


__ADS_3

di rumah sakit nampak semua orang panik terutama umi aisyah, dia meninggalkan putra nya seorang diri di ruang keluarga tapi entah sejak kapan anak nya pergi dari rumah dan tiba tiba tak sadarkan diri dengan dua tusukan di dada nya.


semua orang nampak cemas menunggu arya dan para dokter menangani al yang tak sadarkan diri.


kharisma memeluk zen menenangkan putra nya, alia memeluk mamah nya sebab dia khawatir pada al dan merasa bersalah.


di antara semua nya hanya ken yang santai, jey dan rey pun heran dengan adik bos besar nya itu.


ken berjalan mendekat ke arah alia menatap gadis yang masih memeluk mamah nya.


kakak ipar, " sapa ken membuat alia sedikit ketakutan begitupun keluarga barata ".


aku bukan pembunuh, " ucap alia terbata menatap takut ken dengan air mata yang terus mengalir ".


semua orang kini penasaran dengan apa yang di katakan alia dan semua orang menatap nya.


ken memicingkan mata nya sambil tersenyum kecil membuat keluarga barata bergidik ngeri salah paham pada ken.


aku tau, jangankan kakak ipar aku saja tak akan mampu membunuh nya ataupun melukai nya. " cibir ken tertawa kecil membuat semua nya makin bingung ".


apa kakak ipar meminta abang bodohku itu melakukan nya sendiri ? " tanya al memastikan ".


alia hanya mengangguk sebab memang itu kenyataan nya.


ken tersenyum lalu membalikan tubuh nya dan masuk ke ruang operasi.


semua orang nampak bingung dengan sikap ken.


nampak al terbaring dengan mata yang tertutup.


bagaimana ? " tanya ken pada dokter arya ".


luka nya tidak terlalu patal, bahkan luka tusukan itu tidak sampai di titik vital, hanya perlu beberapa waktu untuk memulihkan, namun ada ke anehan sebab di layar detektor detak jantung normal bahkan setelah kami memberi suntikan bius, " jelas arya memberitahukan ".


ken tersenyum dia tau apa yang terjadi, kalian boleh meninggalkan ruangan ini, " perintah ken pada arya dan beberapa dokter serta perawat ".


pintu terbuka nampak beberapa dokter dan perawat keluar dari ruang operasi.

__ADS_1


abang kamu luka kecil saja mati, " cibir ken pada al yang masih memejamkan mata nya ".


semoga kamu di terima di sisi tuhan, dan aku akan menjodohkan kakak ipar dengan rekan kerjaku setelah mengubur jasadmu, apalagi rekan kerjaku ada di luar sedang menenangkan kakak ipar sekarang " celetuk ken lagi meninggalkan ruang operasi ".


semua orang heran dengan ken yang keluar sambil tertawa kecil.


hingga beberapa saat pintu terbuka kembali nampak al tergopoh berjalan tertatih, alia yang duduk dekat pintu segera melepas pelukan dari mamah nya dan berlari memeluk pinggang al yang hampir terjatuh.


al menatap ke sekeliling, dengan wajah yang masih nampak pucat al menatap sekitar dan tak menemukan lelaki yang di maksud ken.


kamu kenapa keluar ruangan, " tanya alia khawatir mengusap keringat di wajah al yang pucat ".


ken terkekeh kecil menatap abang nya.


 sementara al mendengus kesal dengan tingkah adik nya itu.


zen berlari dan memeluk paha ayah nya, zen merasa bersalah pada ayah nya itu bocah kecil itu berfikir kalau ayah nya terluka karena dia yang tak kunjung pulang.


umi aisyah merasa lega dengan kondisi al sekarang dan umi aisyah tau apa yang di lakukan kedua anak nya itu.


umi lepas kenapa marah pada ken ? " tanya ken berusaha melepaskan tangan umi aisyah dari telinga nya ".


apa yang kamu katakan sama abang kamu hah ? " geram umi aisyah pada ken ".


aku cuma bilang mau menjodohkan kakak ipar jika abang mati, " jawab ken santai ".


semua orang nampak heran dan bingung pada ucapan ken, berbeda dengan al yang kini menjadi malu sebab di kerjai adik nya.


alia mulai mengerti dan tertawa kecil membuat al kesal hendak berjalan.


alia menghentikan tawa nya dan kembali merangkul pinggal al.


kamu sebaiknya di rawat di ruang inap al, " ujar kharisma khawatir pada kondisi al ".


al tak menghiraukan ucapan kharisma, al berjalan di papah kharisma.


jey pun membantu bos besar nya sementara ken tertawa kecil kembali setelah umi aisyah melepaskan telingan nya.

__ADS_1


semua orang membubarkan diri, keluarga barata kembali ke rumah nya hanya alia yang ikut bersama al ke rumah pranaja.


jey dan rey pulang ke rumah masing masing atas permintaan ken, begitupun dengan kharisma dan arya.


kini di rumah pranaja iring iringan mobil penghuni rumah telah kembali.


ken ingin membantu abang nya menuju kamar, tapi ken juga takut pada abang nya jadi ken berjalan terlebih dahulu sambil menggondong bayi cila yang sudah terlelap.


alia dan zen membantu al berjalanan memapah masuk ke dalam rumah di ikuti tasya dan umi aisyah.


kini al sudah merebahkan tubuh nya di atas ranjang, zen yang tak ingin mengganggu ayah nya berpamitan menuju kamar nya.


alia hendak mengikuti langkah zen.


bunda di sini saja jaga ayah, biar zen tidur di kamar zen sendiri, " ucap zen sebelum menutup pintu ".


alia hanya mengangguk kaku.


dia berjalan perlahan menuju ranjang dan nampak al sudah memejamkan mata nya.


alia mengambil satu bantal dan membalikan tubuh nya hendak menuju sopa.


apa kamu masih marah dan tidak memaapkan aku ? " tanya al membuat alia kembali membalikan tubuh nya ".


istirahatlah, " ucap alia kembali berjalan menuju sopa dan merebahkan tubuh nya di atas sopa ".


jujur alia khawatir pada kondisi al juga kesal pada tindakan bodoh laki laki itu.


alia berlari ke arah sopa saat melihat al berusaha mendudukan tubuh nya.


kamu mau ngapain ? " kesal alia agar al kembali merebahkan tubuh nya ".


aku mau tidur di sopa menemani kamu, " jawab al santai berusaha turun dari atas ranjang ".


alia mendengus kesal dan memaksa al agar kembali merebahkan tubuh nya, lalu alia ikut merebahkan tubuh nya di samping al.


al tersenyum kecil, namun langsung pudar saat alia membatasi diri nya dengan dua guling besar.

__ADS_1


__ADS_2