Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 41 harus menikah


__ADS_3

zen berhambur memeluk ibu nya, bagaimanapun sikap ibu nya zen tetap menyayangi ibu nya.


al hanya terdiam kaku di depan pintu saat melihat kondisi mantan kekasih nya sementara alia menghampiri brangkal dan mengelus kepala zen yang tengah memeluk tubuh kharisma yang tak sadarkan diri.


di sana juga ada keyla dan tasya serta baby cila.


kak sebaiknya kakak ke rumah kak alia dulu, umi dan ken sudah menunggu sejak tadi, " ucap tasya mengingatkan kakak ipar nya ".


al hanya menganggukan kepala nya, dia ingat jey yang menghubungi beberapa jam yang lalu mengatakan kondisi kharisma serta ada masalah di rumah alia.


alia kita ke rumah kamu, " ucap al akhir nya ".


alia membalikkan tubuh nya, melihat sorot mata al alia hanya menurut dan meninggalkan zen yang kini di peluk keyla.


alia tak tega pada zen, namun dia juga seperti nya harus ikut bersama al karena laki laki itu nampak mengajak nya pergi bukan hanya meninggalkan zen, entah ada apalagi batin alia.


dalam perjalanan al hanya terdiam seperti biasa, namun wajah dingin dan tenang al berubah menjadi kecemasan yang alia sadari.


saat alia dan al masuk ke dalam rumah tiba tiba al langsung di hadang riko dan melayangkan beberapa pukulan pada nya.


hingga jey dan rey melerai riko karena al hanya diam, alia heran laki laki dingin itu kenapa diam padahal tubuh nya lebih berisi dari kakak nya.


kini al duduk di sopa ruangan keluarga, sudah ada umi aisyah ken, serta ayah barata dan juga mamah putri, juga di hadapan al ada amelda yang menenangkan suami nya.


jey dan rey pergi ke ruangan lain dimana ada kiki di sana juga mex, karena ini urusan keluarga kata ken.


alia duduk di samping al nampak seperti murid yang di sidang guru sekolah, alia dan al di tatap tajam oleh semua nya.


ayah barata menyodorkan hanphone milik nya ke meja dekat al dan alia.


tolong jelaskan ini semua pada kami, " ucap ayah barata akhir nya ".


al dan alia melihat layar hanphone yang masih menyala tersebut dan kedua nya memejamkan mata sesaat.

__ADS_1


itu gambar kedua nya berpelukan dalam tidur nya, al dan alia tau itu ulah anak nya.


zen yang mengirimkan itu ? " tanya alia memastikan ".


kalian sudah sama sama dewasa, jika saling mencintai segera menikah ketimbang melakukan dosa nak, " ujar mamah putri tanpa menjawab pertanyaan anak nya ".


al dan alia sama sama bingung harus menjelaskan dari mana, kedua nya tak menyangka zen akan bertindak sejauh ini.


kami tidak saling mencintai, itu hanya sebuah kesalah pahaman, " ucap al akhir nya yang sedari tadi hanya diam ".


salah paham apa ? apa harus adikku hamil dulu ? jangan sampai keponakanku bernasib seperti zen, " cecar riko kesal pada al yang seperti ingin lepas tanggung jawab ".


mendengar hal itu membuat al geram, apalagi saat mengatakan tentang zen.


brak.


meja besar hancur seketika oleh pukulan al.


ken dan ayah barata mencoba menahan tubuh al namun laki laki itu terlalu kuat apalagi dalam ke adaan marah seperti itu.


para perempuan hanya bisa menangis saat melihat amukan al.


ke empat assisten yang mendengar keributan berlari ke ruang keluarga, ke empat nya sempat diam sesaat karena kaget, dan ke empat nya membantu menahan tubuh al karena teriakan ken.


bak seperti hewan buas tubuh al tak terkendalikan, bahkan ke enam laki laki itu berulang kali terlempar.


melihat kakak nya sudah tak berdaya, alia berlari dan memeluk al erat dari belakang, dia pasrah akan terlempar seperti yang lain namun hal tak terduka.


al tersadar dari amukan nya, dia diam dengan masih menatap riko yang sudah tak berdaya bahkan untuk sekedar duduk.


al melepaskan kedua tangan alia dari perut nya pelan dan berjalan duduk di samping umi nya yang masih terisak melihat kelakuan anak nya itu.


bawa riko ke kamar, " perintah ayah barata pada kiki ".

__ADS_1


ke empat asisten pun ikut keluar ruangan dengan kondisi masih berantakan meja kaca yang hancur, amelda mengikuti para assisten yang membopong tubuh suami nya.


maap, " ucap al entah pada siapa ".


ayah barata menghela nafas panjang menatap wajah al yang kini menunduk.


bagaimana hubungan abang dan kak alia sebenar nya ? " ken kini bersuara ".


kami berteman, kemarin hanya ke salah pahaman ken, abang menceritakan masa lalu abang pada alia hingga kami tertidur selesai bercerita dan tak melakukan apapun, lagian dia juga sedang datang bulan, " ucap al yang berniat menjelaskan kesalah pahaman namun membuat semua nya makin salah paham ".


jadi kalau tidak datang bulan ? " tanya ken lagi penasaran sekaligus menggoda kakak nya ".


jangan salah paham, awal nya abang menolak dan menyuruh nya tidur di kamar, tapi alia memberitahukan dia sedang datang bulan jadi tak masalah tidur bersama, karena sama sama lelah kami saling berpelukan tak sadar, " jelas al panjang lebar ".


sementara alia yang sedari tadi menangis karena al yang mengamuk, kini malah tersipu malu dan menutup wajah nya, laki laki dingin itu selain dingin juga terlalu jujur dan polos membuat alia benar benar malu.


apalagi dalam perjelasan al seperti mengatakan kalau diri nya lah yang menginginkan, mamah putri dan ayah barata kini tengah menatap alia yang menutup wajah nya.


umi yang baru menghentikan isakan nya menatap bergantian ke arah al dan alia.


apa kalian saling menyukai ? kedua nya sama sama diam membuat umi aisyah menatap pada mamah putri yang sama sama tersenyum.


kalian harus segera menikah, ucap kedua wanita paruh baya itu kompak.


al dan alia mendongakan wajah nya menatap orang tua nya masing masing.


kalian sangat kompak, sudah menikah itu enak ko, " nyeleneh ken sambil meninggakkan ruang keluarga karena menurut nya masalah sudah selesai ".


al dan alia hanya pasrah tak mungkin membantah perintah kedua wanita paruh baya tersebut.


alia mengajak al ke kamar nya untuk berbicara, kedua orang tua nya mengijinkan nya.


sebenar nya baik keluarga pranaja ataupun barata sama sekali tak marah dengan poto tersebut apalagi zen menjelaskan rencana licik nya, namun riko yang salah menanggapi dan mendahulukan amarah pada al.

__ADS_1


__ADS_2