
Setelah menempuh perjalanan 6 jam lamanya, akhirnya sampailah 10 bus besar terparkir di halaman sekolah. Semua murid keluar dari bus dan mencari orang tua mereka yang sudah menjemputnya.
Sandra yang sejak di bus sudah menghubungi kedua orang tuanya namun tidak ada seorangpun yang menjemputnya karena supir rumahnya mengantar bunda dan ayahnya ke kota lain untuk urusan bisnis.
'Aku pulang sendiri gimana ya? Di rumah apa ada orang? Kalo gk ada orang lebih baik aku gk pulang ke rumah, tapi aku harus kemana ya?' Hati Sandra berkata kata.
Sandra yang berdiri di halte masih memikirkan kemana ia harus pulang.
Anggota Osis masih berkumpul, entah apa yang di bahas selama 10 menit. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing masing tetapi saat Kak Kevin melihat Sandra masih berdiri di halte depan sekolah, ia berpikiran untuk mengantar Sandra, dengan sigap teman perempuannya, sekaligus anggota osis yang bernama Saras langsung menghampiri Kevin.
"Kak Kevin, aku pulang bareng sama Kak Kevin ya" ucap Saras dengan wajah merayu Kak Kevin dengan manis yang membuat Kevin bingung.
"Tapi aku mau antar San.." ucap Kevin terpotong.
"Pliss ya kak, kali ini aja ya kak" bujuk Saras dengan wajah merayunya.
__ADS_1
"Oke, baiklah naik lah" ucap pasrah Kevin yang mengurungkan niatnya ingin mengantar Sandra.
Kak Kevin melewati Sandra yang berdiri kebingungan. Tak lama kemudian Kak Sean berpamitan kepada pembina untuk pulang. Karena ia membawa motor sport sebelum pergi ke puncak dan di tinggal di parkiran sekolah. Ia langsung pergi ke parkiran. Setelah menaiki motornya ia memandang seseorang yang berdiri di halte.
'Apa yang Sandra lakukan disana? Kenapa ia belum pulang?' gumam Kak Sean.
Kak Sean langsung menghidupkan mesin motornya dan melajukannya dan berhenti tepat di hadapan Sandra yang berdiri di dekat trotoar.
"Kak Sean" sapa Sandra dengan nada pelan.
"Kenapa belum pulang San?" tanya Kak Sean yang melihat wajah Sandra yang di bendungi kecemasan.
"Biar aku antar saja, bagaimana?" tawaran Kak Sean dengan lembut karena itulah sifat Kak Sean yang memperhatikan orang yang ia kenal.
"Aku... Aku bisa pulang sendiri kak" ucap Sandra dengan nada yang hampir menanggis karena sudah sore supir rumahnya belum kunjung menjemputnya selama 45 menit ia menunggu di halte.
__ADS_1
"Kalo bisa pulang sendiri kenapa masih disini dari tadi?" Tanya Kak Sean yang penasaran dengan keadaan Sandra yang menunduk sejak di ajak bicara oleh Kak Sean.
"Sudah dari pada kamu terlalu lama menunggu di halte, lebih baik aku antar kamu sekarang" ujar Kak Sean langsung memegang tangan Sandra.
Tangannya di pegang oleh Kak Sean dengan lembut, ia langsung menatap wajah Kak Sean yang begitu lembut dalam berbicara dan dalam memperlakukan seorang wanita.
"Ini, pakai helmnya" ujar Kak Sean yang turun dari motor danĀ memberikan helm cadangan yang ia bawa langsung di ulurkan ke Sandra.
Sandra hanya diam tanpa merespon Kak Sean.
"Sini biar aku pakaikan" ucap Kak Sean langsung memakaikan helm ke kepala Sandra dengan hati hati.
"Naiklah, biar aku antar. Kamu hanya perlu menunjukkan arahnya dimana rumahmu" ucap kak Sean.
Saat Sandra sudah menaiki motor sport milik Kak Sean.
__ADS_1
"Pegangan biar gk jatuh" ucap Kak Sean.
Dengan sigap tangan Sandra melingkari perut kak Sean. Akhirnya Kak Sean pun melajukan motornya.