Pemburu Cinta Sejati

Pemburu Cinta Sejati
Bab 15. Bersama Sean


__ADS_3

Setelah membaca pesan dari kak Kevin, Sandra pun bingung harus pulang naik apa.


'Apa aku harus naik angkutan umum? Kenapa dadakan sekali kak Kevin itu, harusnya sudah di beritau sejak malam!' gumam Sandra yang berpikir.


Sandra berjalan menuju halte depan sekolah tiba tiba temannya dari belakang memanggilnya.


"Sandra" panggil Dina.


"Ya ada apa Din?" tanya Sandra.


"Kamu pulang sendirian? Gk bareng sama Kak Kevin?" tanya Dina.


"Mmm.. Dia ada jam tambahan Din" ujar Sandra.


Saat berbincang, tiba tiba datanglah seorang laki laki menggunakan motor menghampiri keduanya.


"Dina, ayo aku antar kamu pulang" ujar Adam, kekasih Dina.


"Iya Dam" sahut Dina.


"Gw duluan ya San, daaaa" pamit Dina menaiki motor Adam.


Saat motor Adam melaju, tiba tiba motor yang di tumpangi kedua temannya yaitu Dwi dan Suci menghampiri Sandra.


"Kita duluan ya San, daaa" pamit bersamaan Dwi dan Suci, mereka pulang bersama karena satu arah jalan pulang.


"Iya hati hati" sahut Sandra.


Motor Dwi melaju jauh dari pandangan Sandra.


"Huuuuuh, mereka enak naik motor, terus di antar pulang kekasih, andai saja aku punya kekasih atau setidaknya di izinkan naik motor ke sekolah, gk akan aku menunggu angkutan umum kalo kak Kevin ada jam tambahan seperti ini" kekesalan Sandra yang keluar dari mulutnya.


Tanpa disadari Sandra, Sean mendengar ungkapan kekesalan Sandra dan langsung menghampiri Sandra dengan menepikan motornya di pinggir halte.


"Ayo, biar aku antar pulang" ajak Sean

__ADS_1


"Tidak deh kak, gk enak ngerepotin kakak terus" tolak Sandra karena malu yang menolak ajakan Sean tadi saat di lorong.


"Ayo, kamu inginkan di antar seperti temen mu?" tanya Sean.


'Dia tau dari mana?' gumam batin Sandra.


"Sudah jangan banyak berfikir, aku akan mengantarmu pulang" ujar Sean yang menarik tangan Sandra (Sedikit memaksa).


Helm di pasangkan di kepala Sandra dengan perlahan. Sandra hanya diam dan mengikuti titah Sean untuk naik ke motornya.


Sean melajukan motornya, dan sedikit bertanya pada Sandra untuk menunjukkan arah rumahnya.


Saat di perjalanan, Sandra melihat cafe Mawar yang biasa ia datangi dengan sahabat laki lakinya.


Sandra menepuk pundak Sean.


"Kak, kita mampir dulu yuk cafe itu?" ujar Sandra yang menunjuk cafe Mawar.


Sean yang merasa di tepuk pundaknya ia menghentikan laju motornya dan memutar balik arah untuk ke cafe tersebut.


'Anggap saja kencan bersama Sandra' kekehan Sean dalam hati.


Di dalam Cafe, Sandra dan Sean duduk di dekat kaca. Pelayan cafe pun menghampiri meja mereka.


"Silahkan di lihat menunya" ujar pelayan cafe.


"Kak Sean mau pesen apa?" tanya Sandra.


"Samakan saja dengan mu" ucap Sean.


"Ko gitu si kak, kan selera kakak dengan aku berbeda" protes Sandra.


"Oke oke, aku pesan roti bakar dengan selai stroberry dan jus stroberry" ucap Sean.


"Kalo aku, Americano Ice dan roti bakar selai blackbebrry" ujar Sandra.

__ADS_1


Pelayan cafe sudah mencatatan pesanan keduanya dan meninggalkan meja mereka.


Sean memulai pembicaraan.


"Kamu sering kesini San?" tanya Sean


"Sering kak, sama kak Kevin" ujar Sandra.


Sean terdiam mendengar nama Kevin.


'Seberapa dekatkah mereka? Dan ada hubungan apa?' gumam Sean dalam hati.


Sandra pun ikut diam saat kak Sean terdiam. Sandra melihat sekitar tiba tiba matanya tertuju pada sosok seorang perempuan mendekati mejanya dari belakang Sean.


"Hai Sandra" sapa Laudry yang membuat Sean menoleh ke belakang.


"Hai Kak" sapa Sandra.


"Boleh aku bergabung?" tanya Laudry.


"Silahkan kak" ucap Sandra.


Sean hanya diam memainkan ponselnya dan tidak peduli dengan kehadiran Laudry.


Laudry Chyntia Bella adalah kakak kelas Sandra waktu SMP serta Kakak dari sahabat laki lakinya itu, namanya Suryaban Singh.


"Kamu belum pulang ke rumah San?" tanya Laudry yang mengamati Sandra.


"Belum kak" jawab Sandra.


Mereka berdua asik berbincang membahas masa SMP, tiba tiba pelayan menghampiri meja mereka dengan membawa nampan di atasnya pesanan mereka berdua.


"Selamat menikmati" ujar pelayan dengan sedikit membungkukan badan tanpa undur diri.


"Kalian nikmati makanan kalian, aku pamit ya San, daaa" pamit Laudry dengan melampaikan tangan.

__ADS_1


Laudry melangkah meninggalkan keduanya dan cafe.


__ADS_2