
Malam hari di lapangan rumput.
"Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon perhatiannya sebentar. untuk semuanya baik SMA maupun SMK, bahan bahan sudah di sediakan, peralatan juga sudah, kalian bisa memulai acara kegiatan sore ini dengan membaca do'a sesuai kepercayaan masing masing". Ujar kak Sean selaku ketua osis SMK.
"Jika tidak membantu sebaiknya tidak mengganggu dan tidak membuat keributan ataupun kericuhan agar pelaksanaan masak makan malam ini berjalan dengan lancar dan selamat". Ujar Kak Kevin selaku ketua osis SMA.
"Agar tidak membebani yang masak saja, alangkah baiknya bagi yang tidak membantu masak sebaiknya membuat minuman hangat maupun dingin". Ujar Kak Sean.
Serempak semua murid berkata 'IYA' .
Kepala Yayasan ,Kepala Sekolah, Guru guru, anggota osis lainnya berkeliling untuk memastikan tidak terjadi kericuhan di acara masak.
Setelah 2 jam lamanya acara masak pun selesai. Semua masakan yang sudah matang di letakan di tengah tengah kelompok masing masing. Murid hanya memasak lauk dan sayur saja, untuk nasi sudah di sediakan dari Villa.
__ADS_1
Setelah acara makan malam selesai, semua di persilahkan memasuki villa untuk beristirahat dan berkemas. Karena bekas makan malam dan memasak di rapihkan pelayan villa yang cukup ramai.
Jam 9 malam lewat 35 menit , karena Sandra ingin merasakan udara segar dan pemandangan di malam hari, ia keluar villa dan menuju batu besar di dekat villa. Sandra keluar villa tanpa menggunakan jaket karena niatnya hanya ingin merasakan dinginnya malam di puncak.
Kak Sean dan Kak Kevin sedang mengobrol membahas kegiatan besok yang tidak jauh dari batu besar, mata kak Sean tertuju pada batu besar yang di duduki salah satu siswi.
Kak Sean langsung pamit kepada Kak Kevin dengan alasan ia ingin ke toilet. Akhirnya kak Kevin kembali ke villa SMA sendirian.
"Kak Sean". Ucap Sandra yang terkejut melihat Kak Sean menaruh jaket tebal miliknya.
"Loh Sandra, ngapain di luar sendirian?". Tanya kak Sean yang langsung duduk di samping Sandra.
"Terima kasih kak jaketnya, sebaiknya kak Sean saja yang memakainya, aku ingin merasakan angin malam tanpa jaket kak". Ucap Sandra yang memberikan kembali jaket tebal kak Sean di pundak kak Sean.
__ADS_1
Dengan sigap Kak Sean melepas jaketnya. Dan di lipatnya jaket itu lalu di jadikan bantal untuk tiduran di atas batu besar yang membuat Sandra melihat kak Sean yang merebahkan tubuhnya di atas batu, ia pun mengikuti kak Sean yang terbaring di atas batu dan memandangi langit yang cerah.
"Kamu senang melihat pemandangan di malam hari?". Tanya kak Sean yang melirik ke Sandra.
"Iya kak, aku sangat suka. Setiap malam aku selalu duduk di balkon kamarku untuk memandangi langit". Ucap Sandra yang menatap langit tanpa melirik kak Sean.
"Apa kamu tidak merasa dingin sekarang? karena suhu di puncak pada malam hari dinginnya luar biasa". Ujar Kak Sean yang posisinya terbaring sekarang terduduk dan langsung memberikan jaketnya untuk menutupi kedua lengan Sandra yang sudah kedinginan menurut Kak Sean.
"Pakailah dulu jaketku". Ucap Sean yang berdiri turun dari batu yang membuat Sandra terduduk.
Langkah demi langkah Kak Sean meninggalkan Sandra karena sudah tidak tahan menahan dinginnya udara malam dan tidak berbicara lagi saat meninggalkan Sandra.
Sandra hanya terduduk menatap kepergian Kak Sean tanpa berbicara, ia langsung memakai jaket tebal kak Sean dan masih terduduk untuk memandangi langit.
__ADS_1