
Sean dan Sandra sangat menikmati waktu libur mereka, karena Sean tidak bisa menemui Sandra di hari hari biasanya seperti di sekolah lantaran Sean harus memenuhi syarat untuk kelulusannya dengan mengikuti Praktek Kerja Lingkungan.
Sean mengendarai motornya pun berhenti di sebuah cafe yang belum pernah Sandra kunjungi bersama Kevin.
"Ayo turun, kita sarapan dulu, aku yakin kamu belum sarapan saat aku datang kamu belum bersiap tadi" ucap Sean sambil tersenyum senyum.
"Iya kak, lagian datangnya terlalu pagi si" ucap Sandra langsung memajukan bibirnya.
"Biar gk keduluan sama Kevin, sayang" ucap Sean sambil mencubit pelan pipi Sandra.
"Ayo kita masuk" ajak Sean menarik tangan Sandra dengan lembut.
***
Kevin dan Sindri.
Dalam perjalanan mereka berdua sedikit membuka percakapan.
"Kita mau kemana sayang?" tanya Sindri.
"Kita ke rumah ku dulu, pasti ibu sangat senang melihat mu di pagi hari" ujar Kevin.
Kevin melajukan motornya menuju rumahnya. Dan sesampai di rumah, ibunya sudah menghadang anaknya di depan pintu dengan tangan di lipat ke dada.
Kevin dan Sindri turun dari motor dan langsung menghampiri Ibu. Dengan cepat Ibu menarik daun telingga Kevin.
"Pergi pagi hari tidak berpamitan dengan Ibu ya" ucap Ibu sambil menarik daun telingga anaknya.
Sindri melihat tingkah ibu dan anak hanya bisa tersenyum karena di sambut oleh Ibu Calon mertuanya yang sangat menyayangi Kevin.
"Maaf ibu, itu ku lakukan karena ibu lama di kamar mandi tadi" elekan Kevin dan Ibu melepaskan daun telingganya seolah olah ibunya percaya dengan perkataan anaknya itu.
__ADS_1
Ibu langsung menghampiri Sindri.
"Ayo sayang kita masuk, biar kan Kevin disini" ucap jail ibu pada anaknya.
Ibu mengandeng tangan Sindri dan masuk ke rumah. Sedangkan Kevin di tinggalkan di depan pintu.
"Ibu, aku anak ibu, tapi kenapa calon menantu ibu yang di bawa masuk lebih dulu" renggekan Kevin di depan pintu.
Ibu menuju dapur untuk mengambilkan minuman dan cemilan. Sindri duduk di sofa lalu memutar badannya menghadap Kevin.
"Ibu lebih sayang aku dari pada kamu sayang" ujar Sindri yang menggoda Kevin.
Kevin pun masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri Sindri, dan Sindri melihat Kevin masuk dan ingin mendekatkan dirinya, ia pun langsung berdiri dan berlari menjauhi Kevin.
Kevin mengejar Sindri di dalam rumah dengan mengelilingi ruang tamu dan ruang keluarga.
"Jika kena akan ku cium kamu" ucap Kevin yang masih mengejar Sindri.
"Lakukan saja jika berani" ucap Sindri yang menantang Kevin.
Sindri melihat ibu keluar dari dapur langsung berhenti berlari dan Kevin pun memeluk Sindri dari belakang.
"Kena, akan ku cium sekarang juga" ucap Kevin.
'Cup'
Kevin mencium pipi kanan Sindri. Dengan cepat Sindri langsung meng-ayunkan sikutnya dan mengenai perut Kevin.
"Ada ibu, apa kamu gk malu di lihatin ibu" ucap Sindri yang wajahnya memerah karena malu kemesraannya dengan Kevin di depan calon ibu mertuanya.
Kevin kembali memeluk Sindri dari belakang dan membisikan sesuatu di telingganya.
__ADS_1
"Biarkan ibu melihat, jika bergitu maka akan cepat kita menikah" bisik Kevin membuat wajah Sindri memerah tersipu malu.
Ibu yang melihat adegan mesra anaknya langsung tersenyum dan menghampiri keduanya dan duduk di sofa.
"Kalian akan terus seperti itu, atau duduk dan meminum ini" ucap ibu sambil mengangkat secangkir es teh.
Sindri berusaha melepaskan tangan Kevin dari badannya tapi usahanya sia sia karena Kevin mempererat pelukannya.
"Ibu, lihatlah Kak Kevin makin mempererat pelukannya dan tidak melepaskan aku" ucap Sindri sambil berusaha melepaskan pelukannya Kevin.
Ibu berdiri dan mendekati Kevin serta menarik daun telingganya.
"Lepaskan menantu ibu" ucap Ibu.
Kevin pun melepaskan pelukannya dan memegang daun telingganya yang masih di tarik ibu.
"Sudah aku lepaskan pelukanku, sekarang ibu lepaskan telingga ku" ucap Kevin merenggek seperti anak kecil.
Ibu melepas daun telingga anaknya, lalu Kevin pergi ke kamar dan Sindri mengobrol dengan Ibu.
Setelah kembali dari kamar, Kevin memberikan paper bag, lalu di buka oleh Sindri.
"Jaket,topi dan kaca mata yang sama? Untuk siapa ini?" tanya Sindri.
"Untuk kamu dan Kevin, sayang. Ibu membelikannya khusus untuk kalian berdua" ucap Ibu.
"Ibu tau, kalo Kevin, dan keluarga kamu merahasiakan identitas kalian sebagai kembar dari pasangan Sandra, jadi ibu sengaja membelikan ini jika kamu pergi bersama Kevin tidak seorang pun yang mengetahui kalo kamu Sindri dan bukan Sandra" jelas ibu yang mengerti tentang Sindri dan Sandra.
"Terima kasih ibu" ucap Sindri langsung memeluk ibu dan ibu mbalas pelukan Sindri.
"Aku gk di peluk ni?" ucap Kevin yang jail.
__ADS_1
"Kamu peluk guling aja sana" ucap Sindri sambil tersenyum unjuk gigi.
Kevin pun ngambek, agar mendapat perhatian Sindri, lalu Sindri duduk di sebelah Kevin dan memeluk Kevin dari samping. Kevin pun merasa senang seketika mencium kening Sindri. Ibu yang melihat kemesraan mereka ikut senang.