
Kevin dan Sindri keluar rumah dan berpamitan dengan ibu untuk pergi jalan jalan dengan menggunakan jaket, topi dan kaca mata couple.
Kevin melajukan motornya dan sedikit berbincang di atas motor.
"Kita mau kemana lagi ?". Tanya Sindri.
"Ke Cafe Kenangan aja gimana?" ucap Kevin minta persetujuan.
"Oke deh tapi nanti malam kita ke festival aja gimana, sekalian malam mingguan?"
"Iya, tapi tau dari siapa kalo ada festival nanti malam?" tanya Kevin.
"Dari Sandra, dia juga nanti malam mau keluar sama Sean" ujar Sindri.
Kevin diam sambil berpikir. Dia mengemudi ke Cafe Kenangan.
Cafe Kenangan
Tempat dimana Sean dan Sandra berada untuk sarapan. Sean seorang vokalis dan gitaris band di cafe tersebut bersama teman temannya.
Kevin memarkirkan motornya jauh dari motor Sean karena parkiran penuh jika hari libur dan banyak pengunjung. Mereka berdua tidak tau jika Sean dan Sandra ada di dalam cafe.
Sindri dan Kevin masuk ke dalam cafe, saat di dalam mata mereka langsung tertuju pada Sandra yang duduk sendirian disana.
Mereka berdua ingin menghampiri Sandra namun tiba tiba Sean datang dan duduk di sebelah Sandra dan menghadap sepasang kekasih yang menggunakan pakaian couple.
Mereka berdua seketika panik langsung membalikkan badan mereka agar tidak ketahuan Sean maupun Sandra.
"Ini gimana ?" bisik Sindri dengan tingkah yang tidak karuan panik.
"Ya aku gk tau, kita cari tempat duduk yang jauh dari mereka aja gimana?" tanya Kevin dengan tingkah yang panik.
Sean melihat dari belakang kekasih yang menggunakan jaket couple langsung bersuara pada Sandra.
"Lihat sayang, mereka memakai jaket, topi couple serasi banget " ujar Sean dan Sandra menoleh ke arah yang di tunjuk Sean.
Sandra memperhatikan gerak gerik mereka dan penampilan mereka.
"Mereka seperti orang yang sedang panik karena tidak ada tempat duduk sayang, biar aku samperin dulu biar mereka bisa gabung dengan kita" ucap Sandra dan Sean meng-iyakan.
Sandra melangkah mendekati keduanya, dan berdiri di hadapan keduanya tiba tiba tangan Kevin dan Sindri saat melihat Sandra langsung menggunakan jari telunjuknya ke bibir mereka masing masing seperti tanda untuk Sandra agar tidak berbicara.
Sindri mengisyaratkan menggunakan tangan kanannya untuk Sandra pergi dari hadapannya segera.
Kevin dan Sindri langsung melangkah untuk keluar dari Cafe tersebut.
Mereka berdua langsung ke parkiran.
"Untung saja tidak ketahuan sama Sean" ucap Kevin sambil memutar kunci motornya.
"Ya sudah, aku antar kamu pulang aja gimana biar gk ketahuan sama mereka lagi?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Ya sudah, kita pulang aja" jawab Sindri.
Di dalam Cafe Sandra duduk dengan wajah yang berbeda dan membuat Sean penasaran apa yang terjadi tadi.
"Kenapa sayang? Apa mereka tidak mau gabung dengan kita?" tanya Sean.
Sandra hanya terdiam dalam ketakutan jika Sean mengetahui identitas kembarannya.
"Sayang, kamu gpp?" Tanya Sean kembali.
"Aku gpp ko sayang" jawab Sandra.
"Ya sudah kalo begitu! Mau aku nyanyikan lagu?" Tanya Sean.
"Nyanyi?"
"Iya, kamu mau lagu apa, biar aku nyanyian di panggung itu" ucap Sean sambil menunjuk panggung dimana dia dan teman band nya manggung di malam minggu.
" Lagu Ruang Rindu ' Letto " ujar Sandra.
" Oke sayang" ucap manis Sean.
Sean pun memanggil teman temannya yang ada di ruangan latihan band. Dan mereka semua naik ke panggung.
Letto 'Ruang Rindu'
Di daun yang ikut
terbawa sungai ke
ujung mata
Dan aku mulai takut
terbawa cinta
menghirup rindu yang
sesakkan dada
Jalanku hampa
dan ku sentuh dia,
terasa hangat
di dalam hati
Kupegang erat
dan kuhalangi waktu,
__ADS_1
tak urung jua
ku lihatnya pergi
Tak pernah kuragu
dan selalu kuingat
kerlingan matamu
dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut
mencari makna,
tumbuhkan rasa yang
sesakkan dada
Kau datang dan pergi
oh begitu saja,
semua ku terima
apa adanya
Mata terpejam
dan hati menggumam,
di ruang rindu
kita bertemu
Kau datang dan pergi
oh begitu saja,
semua ku terima
apa adanya
Mata terpejam
dan hati menggumam,
di ruang rindu
kita bertemu
__ADS_1
Semua penggunjung sorak bertempuk tangan pada band tersebut, termasuk Sandra yang melihat Sean bernyanyi dan memainkan gitar pun takjub.