
Cemburu yang tak wajar membuat Surya nekad untuk menyakiti Sandra, agar Sandra takut untuk di lukai oleh Surya dan menjadi miliknya.
Sandra terus di tarik Surya dan berhenti di tempat yang sepi.
"Sur, lepasin.. Sakit" pinta Sandra yang merasa perih di pergelangan tangannya.
"Gw gk akan lepasin lu begitu aja San" ujar Surya.
"Sur, lepasin.. Sakit tangan gw" pinta Sandra lagi dan lagi.
"Gw bakal lepasin tapi dengan 1 syarat" pinta Surya.
"Iyaa, apa syaratnya? dan lepasin gw surya" ringgikan Sandra yang menahan sakit.
"Jauhin Kevin dan Sean! Ngerti" pinta Surya sambil mempererat pergelangan tangan Sandra
"Iyaaa iyaa, gw bakalan jauhin mereka, tapi lepasin tangan gw" rintih kesakitan Sandra.
Kevin yang mengamati dan mendengar pembicaraan keduanya langsung mengepalkan kedua tangannya dengan cepat langsung menghampiri dan menghantam pipi Surya.
'Buk'
Surya langsung menoleh ke arah Kevin. Surya melepaskan pergelangan Sandra lalu membalas pukulan Kevin.
'Buk'
Kevin membalas lagi dengan keras.
'Buk'
__ADS_1
Dan langsung menendang Surya.
'Bruk'
"Gk akan bisa lu maksain Sandra buat ngelakuin apa yang lu mau lagi selama masih ada gw dan Sean!" ujar kesal Kevin.
"Laki laki kaya lu, gk berhak mendapatkan hati Sandra!" imbuh Kevin.
Kevin mengandeng telapak tangan Sandra meninggalkan Surya dan mengantar Sandra ke depan toilet. Sandra masuk ke toilet untuk membilas pergelangan tangannya yang panas dan perih.
Sandra keluar dari toilet langsung menghampiri Kevin yang menunggunya di depan.
"Kak Kevin! Dimana Kak Sindri dan Kak Sean?". tanya Sandra yang khawatir.
"Aku juga gk tau San. Kita cari mereka sekarang". Ujar Kevin.
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Mereka berdua ada disana kak" ucap lirih Sandra.
"Iyaa, jangan di samperin dulu. Bisa ketahuan nanti" ujar Kevin menahan tangan Sandra yang ingin menhampiri Sindri dan Sean.
"Kita kesini dulu" ucap Kevin yang mengandeng telapak tangan Sandra ke penjual topi dan kaca mata yang tidak jauh dari tempat Sindri dan Sean duduk.
Kevin membeli topi dan kaca mata, lalu di pasangkan ke kepala Sandra.
Dari kejauhan Sindri melihat Sandra yang di pakaikan topi dan kaca mata oleh Kevin pun merasa kesal dalam hati.
'iiih, kenapa harus di pasangin si!' gumam Sindri yang kesal.
__ADS_1
Sean yang mengamati wajah Sindri memerah yang di kiranya kepedesan setelah makan makanan pedas.
"Kamu kenapa sayang? Kepedesan ya, ni minum dulu" ujar Sean yang memegangi botol minuman ke arah mulut Sindri.
Sindri pun meminum minuman yang di arahkan Sean ke mulutnya, tapi tangan Sean masih memegangi botol itu.
Sandra yang melihat Sean yang begitu perhatian kepada kakaknya, karena cemburu ia langsung menginjak tanah tapi malah mengenai kaki Kevin.
"Aaww" rintih kesakitan Kevin akibat injakan kaki Sandra.
"Kakak kenapa?" tanya Sandra.
"Kaki kamu"
Sandra melihat kakinya yang menginjak kaki Kevin langsung menindahkan kakinya.
"Maaf kak, maaf" ucap Sandra sambil memegang telapak tangan Kevin.
Sindri yang melihat Sandra memegang tangan Kevin langsung tersedak makanan, dengan cepat Sean mengelus punggung Sindri.
Sindri yang di perlakukan Sean hanya diam saja karena kondisinya ia lagi tersedak makanan.
Kevin melihat Sean mengelus punggung Sindri pun merasa cemburu lalu melepas tangannya dari tangan Sandra lalu meninggalkan Sandra di tempat.
Sandra menyadari Kevin meninggalkannya, ia langsung mengajarnya dan menarik tangan Kevin.
"Kakak mau kemana? Masa aku di tinggalin si. Kalo Kak Sindri pulang sama Kak Sean terus aku pulang sama siapa kalo aku di tinggalin disini sendirian?". Ujar panjang Sandra.
Kevin pun diam mendengar yang di katakan Sandra.
__ADS_1